Inilah Rezeki Selama 21 Hari Belajar di Kota XuZhou China

Humaniora0 Dilihat

REZEKI 21 HARI BELAJAR DI NEGARA CHINA ( XUZHOU )

 ( JUFIENE NGARLIN TUTUBOY,S.Pd )

SMP NASKAT MARIA MEDIATRIX AMBON

Finalis Guru Berprestasi Tingkat SMP 2018

AWAL NAMAKU ADA DI ANTARA 1000 GURU SAMPAI PENGURUSAN BERKAS.

 

Rasa syukur Saya panjatkan untuk Tuhan kita Yesus Kristus, begitu baik dan sungguh teramat baik bagi saya. Ketika di telefon dari Panitia Kemendikbud Dikdas ( Ibu Isti ) bahwa nama saya ada untuk Program Pemerintah mengirimkan 1200 Guru belajar ke beberapa Negara. Itulah sekilas ungkapan Syukur Saya. Dan saat itu waktu yang diberikan hanyalah 1 minggu untuk pengurusan pasport sampai tandatangan berkas di dinas serta pengiriman berkas ke tangan panitia.

Kisah terharu dan kendala yang saya alami yaitu tidak punya uang untuk pengurusan passport sampai pengiriman berkas , serta pembelian tiket PP untuk ke Jakarta. Tapi dengan keyakinan saya bahwa ketika diberikan Rezeki ini dari Tuhan, maka pasti dibukakan jalan lewat orang – orang yang Tuhan utus untuk membantu saya yaitu Ibu Saya tercinta Octovina Melatunan yang memberikan 500 ribu untuk pengurusan Pasport serta Suami Tercinta Jemston Ronald Lewerissa,S.Pd dengan menggadaikan BPKB motor guna pembelian tiket PP Jakarta – Ambon.

JAKARTA,HONGKONG,CHINA PERJALANAN SELAMA 21 HARI UNTUK BELAJAR STEM

Pada tanggal 27 Februari s.d 03 Maret 2019 kita diberikan pembekalan di Jakarta ( Hotel Golden Tulip ) oleh beberapa pemateri tentang pemahaman pendekatan HOTS dan STEM guna bagaimana bisa kita menerapkan dalam dunia pendidikan untuk menghadapi abad ke 21 era globalisasi ini untuk menuntut guru dan siswa agar kreatif dan inovatif.

 

Dalam kegiatan pembekalan itu bertemulah guru – guru hebat dari berbagai daerah, tapi khususnya saya bertemu dengan teman – teman Alumni Guru Berprestasi Tingkat SMP 2018 yang berjumlah 21 Orang di mana ada yang ke Belanda, Australia dan China. Kita saling bersalaman dan berpelukan terjalinlah keakraban seperti saudara sendiri. Teman sekamarku saat di Jakarta adalah Bunda Ifa yang sangat baik bagi saya sampai sempat meminjamkan sepatunya untuk saya.

 

 

 

 

Waktu berangkat ke China, saya bersama teman-teman sempat transit ke Hongkong dan sampai kegiatan belajar di China tepatnya di CUMT ( China University of Mining and Technology ) yang terletak di Kota Xuzhou Provinsi Jiangsu di mulai dari tanggal 3 Maret s.d. 21 Maret 2020.

Kegiatan belajar yang dilakukan selama berada di Xuzhou itu mulai dari mengunjungi kampus CUMT, ruang kelas bertaraf internasional,Museum, belajar bahasa Cina dasar, kaligraphi,  SD,SMP dan SMA, Laboratorium pertambangan, kediaman Confucius, Universitas Teknologi Inovasi Center Robotik ternama di Xuzhou dan tempat wisata.

Sangat terkesan yaitu pembelajaran di sekolah sudah menggunakan pendekatan STEM dengan fasilitas yang canggih dan serba lengkap, makanan khas China yaitu Bakpau yang selalu ada menemani kita, waktu shoping banyak toko dan alat transportasi yang menggunakan barkot, kedisiplinan siswa,mahasiswa dan masyarakat, penggunaan jaringan VPN, listrik diambil dari tata surya dan angin, kisah persahabatan dan persaudaraan khususnya mereka yang berada di lantai 5 hihihihi.

Ungkapan terima kasih di ucapakan bagi Pak Pratono,Ibu Elvira,Ibu Neneng,Ibu Isti,Pak Herry dan Bu Romi, 5 orang pendamping yaitu Wang Chan, Mis. Monna, Wang Zhou Bo, Phaterson, Chano, Bahrman, tak lupa juga teman sekamarku Ibu Alpha yang sangat baik,serta 50 teman yang lain.

 

 

Tinggalkan Balasan

5 komentar

  1. Ping-balik: sex gay
  2. Ping-balik: ks quik