oleh

Jadilah Guru yang Mengispirasi

Jadilah guru yang menginspirasi. Itulah pesan seorang kawan yang baik hati. Saya membaca pesannya sambil sarapan pagi.

Tidak mudah menjadi guru yang menginspirasi. Sebab guru harus memberikan keteladanan. Guru harus mampu memberikan contoh yang baik untuk anak didiknya. Pepatah mengatakan, guru kencing berdiri, murid kencing berlari.

Selama puluhan tahun menjadi guru, saya belum menjadi guru yang menginspirasi. Walaupun berbagai prestasi sudah saya raih. Saya merasakan belum menjadi guru yang menginspirasi.

Masih banyak kekurangan dalam diri ini yang harus dibenahi. Saya pernah mendapatkan surat teguran dari pak Ali. Kepala sekolah kami yang baik hati. Saya terus membenahi diri agar menjadi guru yang menginspirasi.

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Saya mulai menata diri menjadi guru yang menginspirasi. Guru yang dapat memberikan contoh yang baik dan guru yang dirindukan oleh peserta didiknya.

Itulah titik balik perjalanan karir saya menjadi guru tangguh berhati cahaya. Tahun 2009 saya mulai bangkit dan mengajak diri ini untuk menjadi guru yang berprestasi.

Satau demi satu prestasi diraih. Mulai dari juara pertama lomba blog pusat bahasa, sampai terpilih menjadi salah satu p3manang naskah buku pengayaan. Buku yuk kita ngeblog untuk siswa SMP terpilih menjadi juara pertama. Saya mendapatkan hadiah sebesar Rp. 20.000.000 dari pusat perbukuan Depdiknas dan di hari guru nasional 2009 saya mendapatkan hadiah lomba blog sebesar Rp. 7.500.000 dari pusat bahasa Depdiknas. Dalam sebulan saya mendapatkan uang sejumlah Rp. 27.500.000.

Mulai saat itu saya fokus menjadi guru blogger Indonesia. Ternyata menulis di blog bukanlah pekerjaan yang sia-sia. Banyak pemasukan tambahan setelah saya menulis di blog. Inspirasi menulis seringkali saya dapatkan dari peserta didik saya di Labschool Jakarta yang luar biasa. Saya belajar dari mereka yang akan menjadi pemimpin masa depan Indonesia.

Saya bersyukur kepada Allah mendapatkan rezeki yang tak terduga datangnya. Uang sebanyak itu bagi saya sangat besar sekali. Gaji saya sebagai guru tidak sebesar itu. Mulai saat itu saya mengajak guru-guru untuk menulis di blog. Kami membentuk komunitas sejuta guru ngeblog yang disingkat ksgn.

Bersama pak Namin ab Solihin dan pak Dedi Dwitagama kami keliling kota menyebarkan virus ngeblog di kalangan guru. Alhamdulillah semakin banyak guru yang ngeblog dan mengelola blognya dengan baik.

Kami ajari kawan-kawan guru dengan penuh percaya diri. Bapak Namin dan kawan kawan membuat blognya dan menyusun proposal kegiatannya. Mulailah setiap bulan kita road show ke berbagai sekolah bersama sponsor.

Beberapa tahun kemudian, saya dan pak Dedi terpilih sebagai guru era baru Acer award. Kami mendapatkan hadiah berupa laptop dan uang Rp. 10.000.000. uang itu saya gunakan untuk mengajak guru menulis di blog di tahun 2011. Mimpi saya ada sejuta guru yang aktif menulis di blog dan mengelola blognya dengan baik. Itulah mimpi saya ketika diwawancara wartawan Jawa pos.

Menjadi guru yang menginspirasi dengan berbagai karya nyata memang tidak mudah.  Saya melakukan hal-hal yang saya sukai dan kuasai. Kompasiana menjadi tempat saya berbagi. Alhamdulillah terpilih sebagai guru paling ngeblog Kompasiana di tahun 2011.

Tahun 2012 buku pertama saya lahir. Judulnya menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Buku itu adalah hasil menulis di Kompasiana.com dan terbitkan oleh penerbit indeks Jakarta tanpa keluar uang satu sen pun.

Berkat menulis buku saya berkeliling Indonesia. Bahkan buku yang saya tulis bersama bapak Dedi Dwitagama menjadi buku best seller pada saat itu. Judulnya mengenal penelitian tindakan kelas. Dari buku itu kami keliling Indonesia menularkan ilmu ptk.

Waktu terus berlalu. Tahun 2013 adalah tahun dimana saya memulai perjuangan bersama kawan kawan guru TIK. Mata pelajaran kami dihapus dalam kurikulum 2013 dan diganti prakarya. Kami merapat ke PGRI dan membentuk ikatan guru TIK PGRI. Kami temui para penentu kebijakan. Mulai dari Mendikbud Muhammad Nuh, Anies Baswedan, Muhadjir Effendy, sampai Nadiem Makarim. Perjuangan kami mulai menampakkan hasil. Dengan adanya mata pelajaran baru yang bernama informatika. Kami akan terus berjuang agar mata pelajaran ini ada di semua jenjang sekolah. Mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi. Sudah ada 10 perguruan tinggi yang memiliki jurusan informatika yang membantu kami menyusun kurikulum informatika.

Semalam saya kaget luar biasa. Saya tak mengira akan mendapatkan hadiah laptop dari komunitas aisei. Sebuah komunitas yang luar biasa. Aisei banyak membantu guru meningkatkan kompetensinya. Terima kasih aisei atas penghargaan ini. Semoga laptopnya dapat saya gunakan untuk menjadi guru yang menginspirasi Indonesia.

Salam blogger persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

 

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Jadilah Guru yang Menginspirasi”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/61a0157e733c4357cf21b9d2/jadilah-guru-yang-menginspirasi

Kreator: Wijaya Kusumah

 

Kompasiana adalah platform blog, setiap konten menjadi tanggungjawab kreator.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed