oleh

Merangkai Aksara Menjemput Cahaya

Membaca buku karya ibu Hj. Endang Puwaningsih, M.Pd.I membuat omjay merenung sejenak. Sebuah buku yang isinya sangat bagus sekali. Judulnya merangkai aksara menjemput cahaya. Omjay diminta memberikan kata pengantar di dalam buku ini. Semoga anda dapat memiliki bukunya sebab dibuat oleh seorang guru tangguh berhati cahaya.

Penulisnya adalah peserta kelas belajar menulis (KBM) PGRI. Kami belajar bersama selama hampir 3 bulan lamanya. Kami belajar tak bertemu muka secara langsung. Kami belajar hanya lewat dunia maya saja. Aplikasi Whatshapp dan Zoom menyatukan hati kami untuk belajar menulis setiap hari.

Setiap peserta diwajibkan menulis resume sebagai tanda telah menyimak materi semua narasumber. Pesan Omjay adalah Ikatlah ilmu dengan cara menuliskannya. Dengan menulis itulah kita dapat menyimak dengan seksama pesan-pesan yang telah disampaikan oleh semua narasumber hebat yang diundang oleh tim solid Omjay.

Terus terang omjay sangat terharu ketika semua peserta menyiapkan sebuah acara penutupan kelas belajar menulis PGRI. Namanya closing ceremony kelas belajar menulis PGRI gelombang 27. Kami memang saling berjauhan lokasinya, namun aplikasi zoom mendekatkan kami semua dalam suka maupun duka. Inilah peran guru penggerak yang sebenarnya. Mampu menggerakan guru lainnya dari seluruh Indonesia untuk berbagi ilmu dan pengalaman.

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang entah dimana”. –Seno Gumira Ajidarma

Saat seorang penulis sedang menarikan jemarinya dalam tiap rangkaian kata, sesungguhnya ia telah menebarkan manfaat bagi sekitarnya. Rangkaian aksara bermakna yang ditulisnya akan berpendar laksana cahaya yang akan menyinari semesta dengan pancaran penanya. Dalam buku ini Anda akan mendapatkan cahaya ilmu yang ditulis dengan gaya nan elegan. Tetesan ilmu dari para narasumber hebat, tertuang dalam setiap aksaranya. Sungguh buku yang sarat akan ilmu dan motivasi.

Buktikan sendiri, dan rasakan cahaya ilmu menyinari Anda! Pesan bukunya sebelum kehabisan dan pastikan anda memiliki bukunya. Dengan senang hati akan Omjay kirimkan nomor whatsapp penulisnya.

Tak ada cara lain untuk bisa menulis, selain belajar menulis setiap hari. Mulailah menulis dari apa yang anda rasakan. Rangkai aksara bermakna dengan mata hati yang terdalam. Tulisan anda akan menjadi vahaya bagi para pembaca. Tulislah dengan hatimu, maka engkau akan bertemu dengan pembaca setiamu.

Merangkai aksara satu-satu bagai mengumpulkan kerikil di pinggir sungai, perlahan membentuk kata, dan beralih ke kalimat dengan pesan yang mengekor seperti anak-anak ayam riuh mengekori induknya. Pesan tentang hari kemarin, masa lalunya hari ini, sebagai kenangan, dan sejarah yang akan berkisah besok, masa depannya hari ini.

Merangkai aksara menjemput cahaya mengingatkan kita kepada guru-guru tangguh berhati cahaya. Mereka adalah guru-guru hebat Indonesia yang pantang mengeluh dari kebijakan pendidikan yang kurang bersahabat dengan guru. Mereka terus berkarya dengan menuliskan kisahnya. Tulisannya menembus dinding istana negara dan dibaca oleh para penguasa yang bijaksana.

Ketika bicara tak lagi di dengar, ketika suara sudah habis keluar, maka menulis adalah senjata ampuh yang dapat digunakan guru untuk menyampaikan suara hatinya. Ayo sampaikan suaramu dengan tulisan agar penguasa tahu apa yang sudah engkau kerjakan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Semoga buku karya  guru hebat dan bermartabat  ini bermanfaat bagi pembaca, penulis, dan kita semua.  Teruslah berkarya para guru hebat, dan terus kembangkan literasi hingga ke seluruh pelosok negeri. SALAM LITERASI untuk guru-guru yang menginspirasi. I love you all.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Bloger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Merangkai Aksara Menjemput Cahaya”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/6370259c08a8b55ba6083243/merangkai-aksara-menjemput-cahaya

Kreator: Wijaya Kusumah

Kompasiana adalah platform blog, setiap konten menjadi tanggungjawab kreator.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Komentar

Tinggalkan Balasan