oleh

LIVERPOOL MERADANG, KALAH BERUNTUN ENAM KALI DI KANDANG

-Berita, Olahraga, Terbaru-Telah Dibaca : 52 Orang
Gol Mario Lemina di menit 45 ke gawang Liverpool. Sumber: YouTube Liverpool FC, https://www.youtube.com/watch?v=udbAtbQ4aVw
Gol Mario Lemina di menit 45 ke gawang Liverpool. Sumber: YouTube Liverpool FC, https://www.youtube.com/watch?v=udbAtbQ4aVw

Liverpool 0-1 Fulham

Liverpool kembali menelan pil pahit pada laga Liga Inggris pekan ke 28. Trend kekalahan di kandang beruntun masih berlanjut. Setelah pada pekan sebelumnya pasukan The Reds tumbang dari The Blues, Chelsea, kali ini mereka dipaksa bertekuk lutut oleh Fulham. Skor akhir 0-1 untuk keunggulan The Cottagers sudah cukup untuk memperpanjang rekor tak pernah menang dalam 6 laga kandang secara beruntun buat pasukan Jurgen Klopp.

Satu-satunya gol pada laga ini dicetak oleh gelandang Fulham, Mario Lemina di menit 45. Pemain asal Gabon yang pernah membela Juventus ini memanfaatkan kesalahan Mohammed Salah dalam mengontrol bola. Ia sukses merebut bola dan melepaskan sepakan terarah yang tak mampu ditepis oleh penjaga gawang Alisson Becker.

Sejarah Kelam

Fulham menjadi pencetak sejarah kelam keenam bagi Liverpool tahun 2021 ini setelah  Chelsea, Everton, Manchester City, Brighton dan Burnley yang merampok tiga poin dari markas Liverpool.

Memori kemenangan kandang  terakhir The Kop di Anfield mereka peroleh kala menaklukkan Tottenham Hotspur 2-1 pada  laga 16 Desember 2020. Setelah itu, The Reds melewati tujuh pertandingan di kandang dengan torehan enam kekalahan dan dua kali imbang.

Hadiah dari Fulham semalam pun menambah catatan kelam lainnya bagi anak asuh Klopp. Liverpool menjadi juara bertahan pertama yang mengalami enam kekalahan kandang beruntun di Liga Inggris. Pasukan Merseyside kini benar-benar dalam kondisi sekarat. Jika mereka tidak segera berobat, tidak menutup kemungkinan mereka akan menikmati suramnya zona degradasi musim ini.

Masih Sakit

Ada apa dengan Si Merah, Liverpool? Mengapa mereka “Sakit” berkepanjangan? Bagi Liverpudlian kekalahan 6 kali beruntun di luar Anfield tentu bisa mereka maklumi. Namun, ini beruntun enam kali menyerah di markas angker mereka.

“Sakitnya” Liverpool tak bisa diprediksi. Bertolak dari susunan dan kedalaman skuad terbilang masih kuat. Masih turunan dari tim juara musim lalu. Ataukah ada kemungkinan The Reds merasa mulai bosan dengan gelar juara lagi setelah melalui puasa panjang tiga decade tanpa juata Liga Inggris?

Menurut saya, pelatih Jurgen Klop adalah sosok yang hebat. Anjloknya posisi Liverpool di klasemen Liga Inggris musim ini ikut terpengaruh oleh kurangnya motivasi dari para pemain. Terlbih motivator utama mereka, para suporter tika bisa hadir di lapangan meneriaki mereka oleh karena pandemi COVID-19. Bagaimanapun juga kosongnya stadion dari gemuruh suporter telah banyak memberikan kejutan-kejutan pada musim ini.

Jadi, selain adanya  ketidaksinambungan faktor teknis di ruang ganti komando manajer Klopp, bisa saja faktor non teknis telah memicu tidak sembuhnya Liverpool dari penyakit selalu kalah di kandang yang telah mereka idap sejak awal tahun ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed