oleh

Episode Nggak Bohong

-Cerpen, KMAB, YPTD-Telah Dibaca : 172 Orang
Cover buku oleh Ajinatha

Dari chat di WAG maupun WA pribadi, mas Rizal pernah menceritakan bagaimana perjuangan untuk membumikan agama Islam di daerahnya. Tentunya dengan cara yang penuh dengan toleransi.

Dakwah dengan siaran radio oleh para pemuda yang digerakkannya. Dari pengakuannya, banyak orang tak menyukainya. Dia merasa beruntung masih bisa menggerakkan pemuda-pemuda untuk urusan dakwah.

Karenanya aku merasa tergugah untuk membantu kegiatan mereka. Segera saja kutanyakan nomor rekening sekadar untuk membeli kopi dan rokok. Hehehe.

Meski berulang kali kutanyakan, tak juga ada nomor rekening yang dimaksud. Akhirnya kutanyakan kepada temannya yang kebetulan juga kukenal sebagai penulis.

“Mas, kalau yang AMM ada nomor rekening apa nggak ya?” Tanyaku kepada mas Lamaj.

“Nomor rekening Lazismu saja, Bu.”

Lalu dikirimkan lah nomor rekening Lazismu wilayah mas Lamaj dan mas Rizal.

“AMM enggak ada norek, Bu.”

“Oalah… Ya, mas. Oke. Berarti mas Rizal ora ngapusi.” (Berarti mas Rizal nggak bohong).

“Enggak, Ibu Hida.”

Setidaknya dari keterangan mas Lamaj itu aku bisa memastikan kalau memang tak ada dusta dari mas Rizal. Soalnya terus terang aku merasa dibohongi. Sungguh prasangka jelek. Astaghfirullah.

***

Kegiatan Lazismu di penjuru tanah air saat Palestina diserbu Israel sungguh kompak. Dana yang terkumpul cukup mencengangkan. Tak hanya ratusan juta.

Padahal fokus Lazismu tak hanya bantuan kemanusiaan ke Palestina. Kegiatan kemanusiaan di Indonesia pun turut serta dalam penanggulangan kasus persebaran covid 19.

“Ikut bangga dengan semangat membantu dan peduli kemanusiaan. Meski aku nggak donasi di situ.”

“Ibu Hida turut mendukung.”

“Iya. Ta dukung dengan doa.” Balasku. Hehehe.

 

Melikan, 28 Juli 2022

 

Komentar

Tinggalkan Balasan