Penulis Itu Harus Bisa Multitasking

Wijaya Kusumah

Siapa bilang penulis itu tidak bisa multitasking? Dia harus bisa memasak, mencuci, dan seabrek pekerjaan ibu rumah tangga lainnya. Semua itu bisa dilakukan bila seorang penulis mampu mengelola waktu dengan baik.

Seorang kawan guru penggerak mengeluh karena banyaknya pekerjaan di rumah. Guru tersebut mengatakan enaknya ya jadi laki-laki. Sampai rumah tidak perlu menanak nasi, mencuci, memasak, mengepel dan sederet pekerjaan ibu rumah tangga lainnya.

Omjay hanya bisa tersenyum saja membaca curhatannya. Persoalannya bukan kepada laki-laki atau perempuan. Persoalannya adalah kepada pengelolaan waktu. Kalau kita bisa mengelola waktu dengan baik, maka persoalan ibu rumah tangga dapat terselesaikan dengan baik.

Bagaimana caranya?

Pertama mencuci baju dan piring kotor serta peralatan makan dan minum lainnya. Kedua memasak sambil mencuci pakaian kotor, dan ketiga tinggal menjemur pakaian deh kalau pakaian sudah dikeringkan di mesin pengering.

Omjay selesaikan semua itu sambil mencuci baju selama lebih kurang 30 menit. Alhamdulillah di rumah ada mesin cuci dan rice cooker jadi bisa dikerjakan sambil mencuci piring dan menanak nasi. Lauk pauk juga sudah ada di kulkas dan tinggal menghangatkan saja. Kompor gas sudah siap untuk kita memasak lauk pauk.

Ada waktu menunggu cucian selesai dicuci sendiri dan waktunya bisa digunakan untuk memasak NuGet buat lauk makan malam. Atau menghangatkan sayur sup yang tadi siang masih ada. Kebetulan tadi siang Omjay diminta membeli nasi bungkus di kantin blok M kampus UNJ.

Alhamdulillah Omjay sudah dapat mengerjakan semuanya. Dibantu keponakan Omjay untuk menjemur pakaian. Alhamdulillah semua kegiatan dapat berjalan dengan baik.

Sementara istri masih menunggu kakaknya yang sakit di Bandung. Omjay harus bisa menjadi suami yang mandiri. Alhamdulillah semuanya bisa teratasi. Makan malam pun telah siap di meja makan. Segelas air putih hangat sudah siap menemani.

Mencuci, memasak, mengepel, dan menulis, bisa dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Kita bisa membeli mesin cuci dan penanak nasi listrik. Kita bisa sambil menulis menunggu nasi matang secara otomatis. Kalau masih cooking itu artinya nasi masih belum matang. Kita tunggu sampai lampu berpindah ke bawah.

Berikut ini Omjay kirimkan foto-foto kegiatan Omjay di rumah. Semoga memotivasi bapak-bapak yang biasanya manja sama istrinya. Seorang penulis profesional harus bisa multitasking. Supaya hidup tidak merepotkan orang lain. Sebab menulis itu pekerjaan yang menyenangkan dan mengasyikkan. Kita bisa menulis sambil memasak nasi, mencuci pakaian,menggoreng lauk pauk dan sederetan pekerjaan ibu rumah tangga lainnya.

Mulai sekarang bantulah istri di rumah. Supaya ada pembagian kerja yang tidak semuanya ditanggung istri. Untunglah anak-anak Omjay sudah besar semuanya. Jadi tidak perlu lagi dikasih susu dan disuapin makannya. He-he-he

Menulis itu pekerjaan semua orang. Namun tidak semua orang mampu menuliskannya dengan baik. Kita bisa belajar dan berlatih menulis setiap hari. Caranya?

Menulis saja setiap hari di Kompasiana. Kalau takdirnya bagus, maka Gopay kompasiana akan datang menghampiri, he-he-he.

Salam blogger persahabatan
Omjay
Guru blogger Indonesia
Blog https://wijayalabs.com

Sumber gambar dokpri

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Penulis Itu Harus Bisa Multitasking”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/64f891ec08a8b529287aa832/penulis-itu-harus-bisa-multitasking

Kreator: Wijaya Kusumah

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com