Warga Muslim di Australia Bingung Apakah Daging Ayam Berlabel Halal Benar-benar Halal

Sejumlah umat Muslim di Australia sedang bingung apakah ayam yang mereka konsumsi dipotong sesuai dengan hukum Islam

Oleh: Melike Yoldas

Sejumlah umat Muslim di Australia sedang bingung apakah ayam yang mereka konsumsi dipotong sesuai hukum Islam, menyusul laporan terbaru mengenai proses penyembelihan unggas di Australia.

Australian National Imams Council (ANIC) baru-baru ini merilis sebuah laporan yang menemukan metode pemingsanan dengan atmosfer yang dikendalikan, di mana ayam kehilangan kesadaran karena terkena campuran gas sebelum disembelih.

ANIC menilai proses tersebut tidak cocok untuk dikategorikan sebagai halal.

Laporan tersebut menyimpulkan sebagian besar unggas tidak menunjukkan tanda-tanda setelah dipingsankan dan sebelum penyembelihan.

Menurut aturan Islam, hewan harus dalam kondisi hidup dan sehat pada saat penyembelihan.

 

Rosel Najem untuk sementara memilih menjadi vegetarian atau makan makanan laut. (Foto: abc.net.au/indonesian – Supplied/Rosel Najem)

Rosel Najem, seorang Muslimah di Wagga Wagga, Negara Bagian New South Wales, bingung apakah produk yang dia makan di masa lalu dapat diterima dan dianggap halal.

Rosel tidak tahu informasi yang mana yang bisa ia percaya. “Jika organisasi itu mengklaim daging yang kami anggap halal sekarang tidak halal lagi, kita jadi tidak bisa mempercayai mereka, itu membuat Anda mulai mempertanyakan banyak hal lainnya,” katanya. “Sepekan ini kami jadi vegetarian dan [makan] makanan laut, sampai ada klarifikasi lebih lanjut.”

Perlu laporan yang lebih rinci

Islamic Coordinating Council of Victoria adalah lembaga sertifikasi halal terbesar di Australia. Kepala Dewan Urusan Syariah, Bekim Hasani, mengatakan laporan itu seharusnya memasukkan rincian lebih lanjut tentang berbagai teknik pemingsanan yang digunakan oleh rumah potong hewan.

Dr Hasani mengatakan laporan yang dirilis kurang detil dalam menjelaskan proses pemingsanan. (Foto: abc.net.au/indonesian – Supplied/ICCV)

Dr Hasani mengatakan sebagian besar rumah potong hewan menggunakan metode pemingsanan ‘waterbath’ bersertifikat halal, di mana unggas menjadi tidak sadarkan diri setelah direndam dalam air yang dialiri listrik.

Dia mengatakan banyak Muslim yang tinggal di negara-negara barat, seperti Australia, tidak memahami perbedaan antara ‘waterbath’ dan pemingsanan atmosfer terkendali.

Sebagian besar rumah potong hewan di Australia telah bersertifikat halal, dan tidak satupun dari mereka menggunakan pemingsanan atmosfer terkendali itu, kata Dr Hasani. “Semuanya menggunakan waterbath,” katanya.

Dalam sebuah pernyataan, Federasi Dewan Islam Australia menyuarakan keprihatinan tentang laporan ANIC, dengan menyatakan pihaknya hanya memeriksa satu situs dalam satu hari.

Ia mempertanyakan bagaimana semua rumah potong hewan bisa dinyatakan haram berdasarkan proses audit.

Dalam sebuah pernyataan, ANIC mengatakan mereka ditolak saat mengajukan akses ke beberapa rumah potong hewan dan hanya dapat bekerja dengan satu fasilitas yang memberikan mereka akses.

Dalam laporannya, ANIC mengatakan pihaknya terlibat dengan Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) untuk membahas langkah-langkah yang dapat diambil terhadap dugaan iklan palsu dan pelabelan produk halal.

ACCC mengatakan sudah menghubungi ANIC terkait tuduhan klaim halal yang salah dan menyesatkan.

ACCC mengatakan orang-orang yang peduli dengan integritas produk bersertifikat halal harus menghubungi lembaga sertifikasi yang relevan. (Diproduksi oleh Hellena Souisa dari laporan ABC News)/abc.net.au/indonesian.