Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia Meroket Tembus 4 Juta

Dengan jumlah orang yang uji PCR turun kasus positif harian pun naik turun seiring dengan jumlah orang yang uji PCR.

Kasus harian positif Covid-19 di Indonesia naik-turun, tapi fakta menunjukkan pada tanggal 24 Agustus 2021 sampai pukul 12.00 WIB jumlah kumulatif kasus Covid-19 di Indonesia tembus 4 juta yaitu 4.008.166 dengan 128.252 kematian.

Jika dirunut ke belakang sejak pemerintah mengakui ada pandemi Covid-19 di Indonesia yaitu tanggal 3 Maret 2021, maka jumlah kumulatif kasus sebanyak 1 juta terjadi setelah 329 hari. Selanjutnya jumlah kasus 2 juta tercapai dalam kurun waktu 157 hari.

Selanjutnya jumlah kasus 3 juta dalam jangka waktu 31 hari, sedangkan jumlah kasus 4 juta terjadi dalam waktu 33 hari.

Dengan jumlah kasus positif 4.008.166 Indonesia ada di peringkat ke-13 dunia (dari 220 negara) dan di Asia peringkat ke-4, serta peringkat ke-1 di ASEAN. Sedangkan dari jumlah kematian (128.252) Indonesia ada di peringkat ke-8 dunia (worldometers).

Jumlah kasus harian terbanyak dilaporkan tanggal 15 Juli 2021 yaitu sebanyak 56.757. Jumlah ini diperoleh dari 185.321 orang yang jalani uji PCR.

Untuk menekan penyebaran Covid-19 pemerintah menjalankan program PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang dilanjutkan dengan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan tingkatan atau level untuk wilayah kabupaten dan kota di Jawa-Bali serta luar Jawa-Bali.

PPKM tetap tidak akan efektif jika masyarakat tidak konsekuen dan konsisten menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yaitu: selalu memakai masker, menjaga jarak fisik, dan sering mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.

Pemerintah, melalui pejabat terkait, mengatakan sejak 15 Juli 2021 tracing dan testing akan digenjot, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Sejak tanggal 15 Juli 2021 jumlah orang yang uji PCR terus turun, kecuali tanggal 22 dan 23 Juli 2021. Dengan jumlah orang yang uji PCR turun kasus positif harian pun naik turun seiring dengan jumlah orang yang uji PCR.

Selain itu pemerintah pun mengatakan jumlah kasus Covid-19 sejak 15 Juli 2021 turun, tapi fakta tentang jumlah orang uji PCR juga turun tidak dipublikasikan. Bahkan, Presiden Joko Widodo dalam penjelasan PPKM tanggal 23 Agustus 2021 mengatakan sejak 15 Juli 2021 kasus positif Covid-19 turun 78% (presidenri.go.id, 23/8-2021).

Tidak jelas apakah jumlah orang yang uji PCR sebelum dan sesudah 15 Juli 2021 merupakan hasil tracing atau berdasarkan jumlah orang yang jalan uji PCR ketika berobat ke rumah sakit.

Pandemi Covid-19 di Indonesia masih jauh dari reda karena tingkat vaksinasi Covid-19 yang juga rendah serta kepatuhan sebagian warga menerapkan Prokes juga sangat rendah.

Data yang dilaporkan Kemenkes melalui Twitter @KemenkesRI sampai tanggal 23 Agustus pukul 18.00 WIB jumlah warga yang sudah divaksinasi Covid-19 lengkap atau dua suntikan sebanyak 32.247.250, sedangkan yang baru satu suntikan sebanyak 58.023.024. 

Sedangkan di situs, ourworldindata.org, menunjukan persentase warga yang sudah menerima vaksinasi lengkap sebesar 11,72% dan vaksinasi sekali suntikan sebesar 9,41% sehingga jumlah vaksinasi sekali suntik dan dua kali suntik sebesar 21,13%.

Ada baiknya Indonesia berkaca ke Korea Selatan, Thailand dan Vietnam yang di awal pandemi bisa hadang Covid-19, tapi sekarang justru kewalahan. Termasuk juga Filipina, Malaysia dan Singapura.

Komunikasi publik terkait pandemi Covid-19 sejatinya menyasar warga dengan informasi yang berpijak pada term of reference dan term of experience warga Indonesia.

Maka, patut dipertanyakan kemampuan komunikasi publik influencer yang dibayar dengan uang negara untuk mendukung program penanganan pandemi Covid-19 karena efeknya tidak seperti yang diharapkan dari aspek pencerahan (tagar.id, 24 agustus 2021). *