Timnas Indonesia Ditahan Filipina

Timnas Indonesia bertandang ke Rizal Memorial Stadium, Manila menghadapi Filipina. Sementara Vietnam menjamu Irak di My Dinh Stadium, Hanoi.

Timnas Indonesia gagal meraih kemenangan seperti target yang dicanangkan coach Shin Tae yong. Mereka hanya mampu bermain imbang 1-1. 

Bahkan The Azkals, julukan skuad bagi tim Filipina membuat gol lebih dahulu, di depan ribuan fans mereka yang hadir langsung di stadion, melalui kaki striker mereka, Patrick Reichelt pada menit ke-24.

Gol tersebut akibat blunder yang dilakukan Jordi Amat di tengah lapangan. Dalam sebuah perebutan bola di lingkaran tengah, pemain Filipina berhasil mencuri bola dari kaki Jordi Amat.

Kemudian melepaskan umpan terobosan yang diselesaikan Reichelt dengan baik menjebol gawang Ernando Ari. Gol ini sangat mengejutkan skuad Garuda.

Pemain-pemain belakang Garuda masih sering melakukan kesalahan elementer. Sebelum gol itu Rizki Ridho nyaris melakukan gol bunuh diri ketika laga memasuki menit ke-13.

Bola sundulannya untuk menyapu ancaman sebuah umpan dan tekanan dari Patrick Reichelt, mengarah ke gawang sendiri yang menganga, tetapi Ernando Ari berhasil melakukan penyelamatan gemilang.

Pada babak pertama itu beberapa kali Erando Ari berhasil mengamankan tembakan para penyerang Filipina. Salah satunya tembakan striker Patrick Reichelt yang sudah saling berhadapan satu lawan satu.

Selama babak pertama Timnas Indonesia selalu mendapatkan tekanan sehingga harus bertahan total. Anak asuh pelatih asalJerman, Michael Weiss unggul 1-0 di babak pertama.

Shin Tae yong mulai mengubah permainan pada babak kedua untuk mengejar ketinggalan gol. Pratama Arhan masuk menggantikan Shayne Pattynama, Witan Sulaeman menggantikan Sandy Walsh.

Formasipun berubah dari 3-5-2 menjadi 4-4-2 dengan mendorong posisi Jordi Amat di depan kuartet bek. Jordi menjadi pemain breaker di depan duet bek tengah Rizki Ridho dan Elkan Baggott.

Ricky Kambuaya menjadi gelandang box to box ditemani Rachmat Irianto dan Witan Sulaeman untuk menunjang duet striker Rafael Struick dan Saddil Ramdhani.

Komposisi tersebut berhasil mengubah permainan Timnas Indonesia lebih menyerang. Beberapa peluang mereka ciptakan dan puncaknya adalah gol Sadil Ramdhani pada menit ke-70.

Berawal dari pergerakkan Ricky Kambuaya dari sisi kiri serangan Garuda. Ricky menggiring bola melewati dua sampai tiga pemain belakang Filipina masuk ke kotak penalti.

Lalu bola di arahkan kepada Sadil Ramdhani yang bebas di sisi kanan gawang Filipina. Hanya dengan satu tembakan kaki kirinya yang melengkung, bola menembus gawang Filipina. Kiper mereka, Neil Etheridge hanya bisa melongo.

Skor kini menjadi 1-1 dan Timnas Indonesia terus melakukan serangan dengan deras. Walaupun sesekali serangan ballik Filipina juga mengancam gawang Ernando Ari, tapi kiper Persebaya Surabaya ini sangat tangguh.

Dua peluang emas Timnas Indonesia melalui Pratama Arhan yang sudah berhadapan dengan kiper Filipina, ternyata tembakannya melambung.

Begitu pula tembakan Rafael Struick di depan gawang melebar dan sebuah tembakan Witan Sulaeman mampu diblok bek Filipina dalam sebuah kemelut di area penalti. Skor 1-1 bertahan hingga laga berakhir.

Nasib Vietnam lebih tragis ketika harus kebobolan pada menit-menit akhir setelah berhasil menahan keganasan penyerang-penyerang Irak sepanjang laga.

Tepatnya pada injury time menit ke 90+6, gawang Vietnam kebobolan oleh pemain Irak, Mohammad Ali. Irak menang dramatis 1-0 atas tuan rumah Vietnam.

Vietnam mengalami hasil yang mengecewakan mengingat mereka sebagai tuan rumah yang harusnya bisa mengambil hasil positif dalam laga kandang mereka dengan dukungan ribuan fans. Sebuah kerugian kalah di laga kandang.

Dengan hasil ini maka klasemen sementara grup F masih dipuncaki oleh Irak dengan 6 poin dari dua kemenangan atas Indonesia dan Vietnam.

Posisi kedua Vitnam dengan 3 poin dari kemenangan atas Filipina. Indonesia dan Filipina meraih satu poin dari hasil imnag dan satu kekalahan.

Persaingan di grup ini masih terbuka terutama untuk perebutan runner up. Timnas Indonesia masih memiliki harapan untuk meraih poin di laga kandang.

Dengan meraih satu poin dari dua laga tandang di Irak dan Filipina merupakan hasil yang lumayan patut disyukuri.

Hal itu mengingat dua laga itu berat karena harus menempuh perjalanan jauh hanya dalam beberapa hari dan jeda pemulihan yang terbatas.

Pada 21 Maret 2024 Timnas Indonesia akan menjamu Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ini kesempatan baik bagi skuad Shin Tae yong untuk meraih kemenangan pertama.

Lima hari kemudian tepatnya pada 26 Maret 2024 giliran skuad Garuda berkunjung ke Hanoi menghadapi Vietnam. Laga ini harus mampu meraih poin berapapun jangan sampai kehilangan poin.

Jika pada bulan Maret 2024 tersebut Timnas Indonesia berhasil meraih hasil positif, maka dua laga terahir pada bulan Juni 2024 adalah laga penentuan lolos tidaknya skuad Garuda ke putaran finalPiala Dunia 2026.

Timnas Indonesia pada Juni 2024 itu tinggal menyisakan dua laga kandang lawan Filipina dan Irak. Dua laga dengan target kemenangan karena berlangsung di kandang.

Shin Tae yong layak masih merasa optimis menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026 ini untuk bersaing dengan peserta di grup F. Bravo Merah Putih.

Salam bola @hensa17.