Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat Ahad Pagi
Salam sejahtera bagi kita semua
Hatipun tak bisa dikendalikan walaupun benda yang acap berbolak balik itu melekat di jasad manusia.
Bersebab hal itu membasahi lafazd Asma Allah SWT pada setiap desahan nafas akan mampu membimbing manusia kearah kebenaran dalam perjalanan hidup dan kehidupan.
Oleh karena itu dari pada merisaukan hal yang tidak bisa kita kendalikan maka berdoalah kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Mengendalikan.
Subuh ini saya membaca pesan dari Dinda seorang mahasiswa. Entah mengapa rasa haru menyelimuti diri ini atas pengakuan kejujuran terkait tugas menulis mahasiswa di website terbitkanbukugratis.id
[21/11 23:41] Dinda AKPER:
Selamat malam pak maaf mengganggu malam-malam, izin pak saya Dinda Dwiagneza Amalia, posting untuk sementara pake akun nya Achmad Rizky Dermawan, dikarenakan saya tidak bisa login trus pak. Terimakasih
Ini jawaban Sang Dosen Mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan Akper Polri :
“Ya Dinda salut dengan semangat dan kejujuranmu . Belajar dan belajarlah tanpa mengenal lelah, Dinda pasti bisa…”
Dinda : ” Izin pak, nanti kalau seandainya akun saya sudah bisa akan saya posting semua pak. Terimakasih ”
Kejujuran itulah yang patut di apresiasi kepada kaum millenial yang diwakili Dinda Dwiagneza Amalia. Kejujuran kepada diri sendiri meliputi kejujuran kepada Tuhan Maha Pencipta dan untuk sesama makhluk dimuka bumi ini adalah modal utama menggapai sukses hidup dan kehidupan.
Kisah nyata ini terjadi di era pandemi covid 19 yang mengubah pola jehidupan manusia. Pembelajaran tidak bisa lagi tatap muka, aplikasi zoom menjadi pilihan agar upaya mencerdaskan bangsa tidak terhenti.
Kenapa saya mengatakan kejujuran itu langka. Jawaban itu terletak ketika memberikan tugas kepada 80 mahasiswa. Tugas menulis terkait Mata Kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan. Masalah pengawasan itu lah jadi kendala di era pandemi covid 19. Sure Yes.
Agak kesulitan juga menelisik dan mengamati puluhan tugas itu satu persatu dilihat dari kontent dan mahasiwa yang mengerjakan. Oleh karena itu kejujuran seorang Dinda dan kebaikan hati seorang Riski patut diapresiasi bahwa mereka telah melakukan kebaikan. Ya kebaikan Milleneal.
Ahmad Riski Dermawan Ketua Kelas IB Angkatan 27 Mahasiswa Akademi Perawat Polri berbaik hati. Riski ikhlas membantu Dinda temas sekelas menggunakan akun di web terbitkanbukugratis.id untuk sementara memposting tugas.
Bolehlah saya sebagai kaum kolotnial berbesar hati, pun juga bangga menyaksikan kaum millenial masih memiliki nilai nilai Pancasila.
Oh Tuhan Yang Maha Mengendalikan mahkluk doa kami kiranya virus corona segera enyah dari muka bumi ini. Ingin sekali kami kuliah di kampus. Rindu ini membuncah berharap penuh bisa kembali ke kehidupan normal. Aamiin.
Wassalam
Salam Literasi
BHP 211120
YPTD
Salam Blogger.
Bagus sekali, Pak.
Esensi tulisan sangat mengena dengan kondisi sekarang, di mana banyak anak2 menganggap remeh hal kejujuran. Padahal itu yang utama.
Terima kasih untuk pesannya.
Semangat.