Azan Subuh

  Azan Subuh Tung Wudut Seriuan samar terdengar bersahutan Menggeliatkan raga malas terbalut hawa dingin Dengan malas mata mulai terbuka Menyambut dingin penuh kabut Sandal japit usang membelah sepi Menapak

Bilah Kehidupan

  Bilah Kehidupan Tung Widut Berpuluh tahun berdua dalam janji Sejak baju pun belum mampu terpakai Merayu alam untuk menghidupi Mengucurkan keringat dalam setiap jejak kaki Senyum setiap kelahiran tumbuh

Santai Sore

Santai Sore Tung Widut Semilir angin parau menerpa Mengibarkan hati suka bersama Riang canda tertawa tanpa luka Kala sua sore ceria Rembulan tersenyum mengintip Sajian sederhana sederhana dinikmati Di meja

No More Posts Available.

No more pages to load.