Reuni (part 1).

Usiaku tidak muda lagi, sudah kepala tiga tapi setia dengan kejomlowatianku. Haha kata setia sepertinya tidak cocok lebih tepatnya aku tidak ada peminatnya. Waktu berjalan aku selalu berkata dalam hati,

Lamunanku (End)

Untung sabut timbul untung batu tenggelam, aku menghebuskan napas kasar, termenung di tepi ranjang mengingat apa yang baru saja terjadi di ruang tengah. Raut wajah Pak Cik sungguh membuat hatiku

KEGELISAHAN

KEGELISAHAN (Puisi Haibun) Ponsel berbalut mika berwarna emas selalu dalam genggamanku. Suara tanda pesan whatsApp berbunyi tanpa henti mengganggu ketenanganku. Ingin rasanya aku tak menengoknya, namun ku tak kuasa. Pikiranku

Lamunanku (3)

Alhamdulillah, akhirnya malam ini aku bisa tidur nyenyak, tapi entah besok dan besoknya lagi. aku menarik selimut untuk mengusir rasa dingin yang mulai merambat dengan semakin malam. Jam dinding menujukkan

Ketika Nahkoda Kapalku Tiada

¬†pexels-george-zografidis-14168209 KETIKA NAHKODA KAPALKU TIADA   Kapal kecilku berlayar tuk menuju pulau harapan Kami bertiga menjadi team saling menguatkan Nahkodaku tak mengenal lelah tuk menjaga kapal agar tetap melaju Menerjang

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.