Reuni (part 1).

Usiaku tidak muda lagi, sudah kepala tiga tapi setia dengan kejomlowatianku. Haha kata setia sepertinya tidak cocok lebih tepatnya aku tidak ada peminatnya. Waktu berjalan aku selalu berkata dalam hati,

Lamunanku (End)

Untung sabut timbul untung batu tenggelam, aku menghebuskan napas kasar, termenung di tepi ranjang mengingat apa yang baru saja terjadi di ruang tengah. Raut wajah Pak Cik sungguh membuat hatiku

Lamunanku (3)

Alhamdulillah, akhirnya malam ini aku bisa tidur nyenyak, tapi entah besok dan besoknya lagi. aku menarik selimut untuk mengusir rasa dingin yang mulai merambat dengan semakin malam. Jam dinding menujukkan

Lamunanku (1)

Langit yang sejak dari pagi sudah muram, tentunya dibarengi udara yang dingin membuat mataku merasa mengantuk. Pekerjaan di depanku menumpuk tapi tak ada niatku untuk memulai pekerjaan. Akhir pekan seharusnya

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.