Dalam Diam Tung Widut   Jangan bunuh aku dengan cintamu Pengorbanan ku memang tak berarti Lebih baik aku menderita Dari kau tinggal tanpa kabar   Rumah tangga yang baik saja

Tangis Rindu

  Tangisan Rindu Tung Widut   Tangisku tak tertahan Kala rindu karena kau tinggal Kau setega itu itu   Ak selalu berdoa Agar kau  kembali kepadaku seperti  dulu Walau sebenarnya

Hujan

 Hujan Sore Tung Widut   Di atas kolam telukis Air jatuh menyentuh permukaan Hujan sore memberi irama Suara khas air bercerita tentang basah   Dingin mulai merambat Bersama denting di

Kau

  Kau Tung Widut   Menyebutmu dengan sapaan sayang Lain yang diucap orang Sungguh mati aku inginkan Kau mengukir  dalam hati Terpatri tak seperti yang lain   Bilik hati mu

Separuh Cermin

  Separuh Cermin Tung Widut   Separo cermin telah pecah Hancur tak lagi mampu di satukan Puing terbuang bertahun lalu Tinggal separo cermin usang Tertempel pada dinding yang tak lagi

Datangkan

Datangkan Tung Widut   Datangkan nikmat yang ada Aku ingin merasa bahagia Senyum terkembang dalam senang Berjalan sesuai keikhlasan   Hari ini hariku Ku hiasi dengan doa merdu Semerdu hati

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.