Azan Subuh

  Azan Subuh Tung Wudut Seriuan samar terdengar bersahutan Menggeliatkan raga malas terbalut hawa dingin Dengan malas mata mulai terbuka Menyambut dingin penuh kabut Sandal japit usang membelah sepi Menapak

Bilah Kehidupan

  Bilah Kehidupan Tung Widut Berpuluh tahun berdua dalam janji Sejak baju pun belum mampu terpakai Merayu alam untuk menghidupi Mengucurkan keringat dalam setiap jejak kaki Senyum setiap kelahiran tumbuh

Santai Sore

Santai Sore Tung Widut Semilir angin parau menerpa Mengibarkan hati suka bersama Riang canda tertawa tanpa luka Kala sua sore ceria Rembulan tersenyum mengintip Sajian sederhana sederhana dinikmati Di meja

Dekur

  Dekur Tung Widut Mengusir sepi Pada gelap terlelap Nyaring di telinga menyisihkan jengkerik setia Berirama seiring tetabuhan nafas Mengantarkan mimpi ke alam indah Dekur datang dengan sempurna Ciri pribadi

Layang-layang Malam

Layang-layang Malam Tung Widut Tanpa angin rendah Mendengung perkasa dengan lampu gemerlap Di atas langit bersama berlaksa bintang Menjadi penguasa angkasa tanpa rembulan Liukan membawa suara berbeda Tanpa irama bermusik

Sesak

 Sesak   Thamrin Dahlan   Senja kala diperbatasan kota Menyeruak tepian blantara manusia Sesak tak bersela Nyaris saling memghimpit   Matahari tampak tak peduli Dia tenggelan di ufuk sana Sementara

No More Posts Available.

No more pages to load.