Remaja Smart Itu… Remaja yang Mencintai Tanah Airnya

REMAJA SMART ITU…

REMAJA YANG MENCINTAI TANAH AIRNYA

Oleh: Nanang M. Safa

 

Ada satu ungkapan yang sangat populer “cinta tanah air sebagian dari iman”.

Saya yakin, kamu juga pasti sudah akrab dengan ungkapan tersebut.

Tanah air merupakan tempat kamu dilahirkan, tempat kamu berpijak, dan tempat kamu menjalani kehidupan nyata. Tanah air yang dimaksud adalah negara yang menaungimu.

Cinta tanah air dalam arti luas melingkupi segala ucapan, sikap, dan perilaku yang mencerminkan kecintaanmu terhadap negaramu Indonesia. Ungkapan cinta yang tercermin melalui kata-kata yang kamu ucapkan sudah tentu ungkapan-ungkapan sanjungan akan keindahan, kedamaian, kesuburan, kemakmuran, kesantunan, kekayaan budaya, dan sebagainya yang semuanya dalam kemasan positif. Bukan malah sebaliknya, ungkapan-ungkapan yang bernada menjelek-jelekkan, melecehkan, kebencian, dan ungkapan-ungkapan bernada negatif lainnya.

Ungkapan cinta dalam bentuk sikap mencerminkan sikap menjaga, merawat, memelihara, tidak merusak, tidak mengeksploitasi, dan beragam sikap tidak mendukung kelestarian alam nusantara ini.

Sedangkan ungkapan cinta dalam bentuk perbuatan adalah segala perilakumu mengarah kepada tindakan nyata untuk ikut mewujudkan alam Indonesia yang aman-tenteram, subur-makmur, gemah-ripah loh jinawi.

Remaja smart tentu bisa membedakan ungkapan, sikap, dan perilaku yang mencerminkan cinta tanah air (hubbul wathan) dengan ungkapan, sikap, dan perilaku yang justru mencerminkan membenci tanah air.

Kamu pernah jatuh cinta? Apakah arti mencintai itu bagimu? Apakah mencintai itu berarti meniadakan kekurangan yang ada pada seseorang yang kamu cintai? Ataukah justru dengan mencintai itu kamu menjadi lebih perhatian padanya? Lalu kamu akan berusaha membuatnya menjadi lebih baik.

Di sisi lain, ada seseorang yang berusaha mati-matian menihilkan kekurangan orang yang telah membuatnya jatuh cinta. Maksud dari usahanya ini tidak lain agar orang yang dicintainya tidak merasa tersinggung dan tidak meninggalkannya. Inilah yang disebut cinta buta. Namanya saja cinta buta maka akibatnyapun akan membuat membutakan, baik orang yang mencintai maupun orang yang dicintai. Akibat lanjutannya, salah bisa dianggap benar, jelek bisa dianggap baik. Kamu pasti bisa melanjutkan pernyataannya. Intinya keduanya sama-sama dibutakan cinta sehingga membuat pikiran mati, daya kritis mati, dan sikap bijak juga mati.

Sedangkan cinta sejati akan membuat seseorang justru mampu berbuat bijak demi kebaikan pencinta dan yang dicinta. Salah tetap dikatakan salah, lalu dicarikan solusi untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Jelek tetap dikatakan jelek, lalu dicarikan solusi untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Dengan sikap bijak inilah, cinta akan mendatangkan keindahan dan kedamaian.

Inilah hakekat cinta tanah air yang sebenarnya.

 

Tinggalkan Balasan