oleh

Belajar Ilmu Ikhlas Tak Pernah Tuntas

-Humaniora-Telah Dibaca : 571 Orang

 

Kisah nyata terjadi hari Kamis, 20 Agustus 2020 di depan rumah. Pagi setelah menunaikan kewajiban rutin memberi asupan makan sesana makhluk: burung gereja tanpa sangkar, kucing liar, ikan di halaman belakang dan semut di beranda rumah awak kedatangan tamu.

Bukan tamu sembarang tamu tetapi dialah seorang pemuda “langganan” mengucapkan Assalamualaikum. Namanya Riky. Bersepeda usia sekitar 19 tahun bekerja di terminal Pinang Ranti. Waalaikumussalam Riky.

Riky bermukim bersama nenek dan adiknya di kampong sebelah tak jauh dari Perumahan Bumi Harapan Permai (BHP) Kelurahan Dukuh.

Entah mengapa hari itu awak ingin mencoba ilmu ikhlas yang diajarkan Almarhum Ayahanda Haji Dahlan bin Affan. Insha Allah dari sisi pemberi kami sekeluarga Ikhlas. Itu dari sisi makhluk, justru pengakuan itu belum tentu diterima atau sesuai kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Astaqfirullah.

Termasuk riya jugakah mengkhabarkan kedermawanan. Bersebab awak tukang khabar atawa penulis maka segala sesuatu yang menghampiri menjadi inspirasi tulisan. Bisa jadi ada nilai manfaat tulisan bagi khalayak.

Tentu saja setiap penulis wajib pula punya koridor atau kode etik sebagai pegangan agar dia selamat dunia akherat. Awak memiliki Visi Fastabiqul Khairat Sharing and Connecting on Rainbow. Misi ada 3 yaitu Penasehat, Penakawan dan Penasaran.

Uhf sudah setengah sepuluh malam, Baiklah awak selesaikan posting ini sesuai pula dengan kiat menulis sekali duduk tulisan jadi Jangan pernah meninggalkan tulisan nan terbengkalai. Tidak akan pernah selesai selesai tulisan yang di telantarkan.

Nah lanjut. Riky memang hampir tiap hari mampir. Kami sekeluarga memang memiliki kotak amal khusus berisi uang receh. Ketika ada saudara dhuafa singgah maka dana sudah tersedia. Langsung saja eksekusi. Infaq sadaqah. Besaran tabungan akherat itu sekitar 2.000, 5000, dan sepuluh ribu rupiah.

Awak akan test memberi uang 2000 kepada Riky. Ketika derma diterima ada sedikit rona kecewa di wajah anak muda ini. Apakah ini bisa disebut sebagai sikap tidak ikhlas? Wallahu alam. Biasanya Riky mendapat 5000 atau 10.000 sesuai dengan stock uang receh tersedia.

Niat awak hanya ingin memberi pembelajaran. Artinya Riky ketika menerima sedekah dari orang lain, dia wajib mengucapkan terima kasih. Besar kecil uang yang diterima tak boleh menunjukkan sikap wajah muram. Apakah itu juga yang dinamakan tidak ikhlas, Sekali lagi. Wallahu alam

Akhirnya 10.000 yang memang sudah disiapkan di terimakan kepada Riki. Dia tampak tersenyum. Terima kasih Pak Hajiii.. Al Fatehah, itulah yang dibaca Riki sambil meninggalkan awak nan tercenung. Baguskah tabiat awak hari ini. Wallahu alam bissawab

Terkait dengan Ilmu Ikhlas, di WAG Petokayo Kemenakanda Erdonis Erdwan mengirin posting begini

Ikhlas itu…

Ketika Menyembunyikan Amal baik,

Sebagaimana Menutup Rapat Keburukan…

Ikhlas itu…

Ketika Meniatkan seluruh Ibadah hanya untuk ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala,

Sehingga tidak Bangga akan Pujian dan Tidak Peduli pada Kecaman…

Ikhlas itu…

Ketika dapat Menolong Sesama,

Namun tidak Mengharap Balasan…

Ikhlas itu…

Ketika mampu Berbagi Rezeki,

Meskipun dalam Keadaan Terhimpit…

Ikhlas itu…

Ketika Rela Mengalah dan Merendahkan Ego Pribadi,

Agar tidak terjadi Pertikaian / Perselingkuhan…

Ikhlas itu…

Ketika Tersenyum Melihat orang lain Bahagia,

Walaupun kita sedang Berduka…

Ikhlas itu…

Ketika harus Melepaskan sesuatu Demi Kebaikkan bersama,

Sekalipun kita yang Terluka…

Ikhlas itu…

Ketika Dihujani Kata2 yang Menyakitkan,

Tapi malah Membanjirinya dengan Doa Kebaikan…

Ikhlas itu…

Ketika mampu Memaafkan,

Tanpa perlu Mengingatnya lagi dengan Kebencian…

Ikhlas itu…

Ketika Membalas Setetes Kejahatan melalui Selautan Kebajikan…

Ikhlas itu…

Ketika Menerima Kenyataan bahwa Takdir, adalah Kehendak ALLAH,

Walau terkadang (di awal) tidak seperti yang diinginkan…

Ya…

Ikhlas memang seperti surah Al-Ikhlas…

# Tidak ada kata ‘Ikhlas’ pada Ayatnya,

# Tidak Terlihat,

# Tidak Tergambarkan,

# Tidak Terdengar,

# Tidak Terdefinisi,

Karena Ikhlas hanya akan Terasa di Lubuk Hati Seorang yang sangat Memahaminya…

Semoga ALLAH memberi kita banyak Kemudahan,

Untuk Menguasai salah satu ilmu Tersulit dalam Kehidupan, yaitu Keikhlasan…

Setelah berulang membaca tuntas Ilmu Ikhlas awak semakin sadar bahwa niat baik belum tentu diterima baik. Itulah ujian terberat dalam Ilmu Ikhlas. Alhamdulillah tulisan ini selesai Pukul 21. 43, Yes Kliq Tayang seperti tertera dibawah ini.

Salamsalaman

BHP, 20 Agustus 2020

YPTD

Komentar

Tinggalkan Balasan