Ayo Kibarkan Bendera Merah Putih

 

Bulan Agustus diminta kesadaran warga memasang Bendera Merah Putih.  Pertama didepan rumah.  Kalau mau lebih meriah pasang umbul umbul di sepanjang jalan yang melewati rumah.  Mau lebih gebyar lagi pasang spanduk besar dijalan raya. Selamat Ulang Tahun Kemrdekaan RI ke – 78 .

Himbauan Pemerintah sebenarnya bukan lagi basa basi.  Namun lebih jauh dari itu sudah seperti perintah.  Ada sanksi tak pasang bendera ?  Ada. Sanksi moral dari masyarakat.  Bisa dimaafkan bila rumah itu kosong alias tak berpenghuni maka Pak RT bisa bantu pasang Bendera Merah Putih.

Penjual bendera sejak akhir Juli 2023 sudah mulai hilir mudik di perumahan. Warga mencari stock bendera di lemari atau di loteng.  Masih adakah si kain merah putih itu. Ada.  Kalau sudah terlalu usang atau kusam ada baiknya beli baru. Sekalian tiangnya.

 

Pasang bendera Merah Putih beraitan dengan kepedulian.  Seharusnya ada rasa syukur kita sudah merdeka.  Berapa tahun. 2024 – 1945 =   79 tahun.  Jangan tanya bagaimana tingkat kesejahteraan rayat.  Yang penting kalau ada kelebihan rezeki sedekah kepada saudara dhuafa.

Tidak ngtrend lagi menyalahkan Pemerintah Berkuasa saat ini.  Kesejahteraan atau lebih tepatnya Keadilan Sosial Bagi seluruh rakyat Indonesia tanggung jawab kita bersama. Kalau belum optimal tercapai ya tak perlu lagi pula saling menyalahkan.

Kedewasaan pemikiran seperti inilah membuat kita lebih nyaman. Lihat merah putih itu berkibar di Istana. Lihat pula di rumah reot.  Ada satu bendera untuk satu desa. Tidak apa apa. Itulah kemampuan optimal rakyat. Jangan dipaksakan memasang bendera.

Bendera merah putih itu sudah sejak lama tidak berkibar di jantung mereka.  Point yang ingin disampaikan disini adalah bahwa Merdeka 79 tahun bermakna bagaimana kita bisa saling membantu.  Perhatikan dan beri perhatian warga di 40 rumah kedepan kebelakang  kiri dan kanan.  Bersama warga RT  saling membantu, jangan sampai ada saudara dhuafa kelaparan.

Oke didepan rumah sudah terpasang bendera merah putih. Terus terang agak syusah juga mengambil foto itu.  Pasalnya domumentasi bendera sedang berkibar sangat tergantung dengan tiupan angin.  Alhamdulillah gambar terbaik seperti anda saksikan di Jalan Bumi Pratama VIII Blok A23 BHP

Selama bulan Agustus biarlah bendera itu berkibar tertiup angin. Tampaknya musim kemarau sudah tiba.  Rumput dihalaman depan dan belakang rumah mulai menguning.  Menyiram tanaman menjadi kerja tambahan.  Aman, Bendera Merah Putih itu tampaknya aman dari kehujanan atau malah banjir..

  • Salamsalaman
  • BHp, 3 Agustus 2024
  • Tede

 

Tinggalkan Balasan

1 komentar

  1. Benar sekali Pak Haji mari kita kibarkan bendera Merah Putih demi memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan sebagai penghargaan yang tak terhingga kepada para pejuang bangsa yang telah gugur dalam mempertahankan Negara Republik Indonesia. Salam Literasi