Mengenang 1 Tahun Wafat Bundo Kandung Hj. Husna Darwis, SH binti H Dahlan

Tulisan ini fokus  Mengenang 1 Tahun Wafat Bundo Kanduang Hj Husna Darwis, SH binti H. Dahlan 4 September 2019 – 2020. Keluarga Kaum Peto Kayo kehilangan seorang Ibu yang mampu mengayaoni seluruh sanak keluarga tanpa pandang siapa. Terutama penulis sebagai adik kandung merasakan sepertinya Uni Ina masih ada diantara kami.

Betapa tidak, anak wanita pertama dari Ayahanda H. Rd. Dahlan bin Affan dan Hj Kamsiah binti Sutan Mahmud meninggalkan keabadian di dunia fana ini.  Selain sangat berjasa mendidik adik adiknya juga meninggalkan satu warisan amanah berupa Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan.

Setahun sebelum wafat Uni Ina setengah  memaksa adiknya yang suka menulis bernama Thamrin Dahlan agar membuat suatu Yayasan Keluarga.   Satu Yayasan yang mewakafkan diri untuk kemaslahatan umat. Fokus pada Bidang Pendidikan Agama, Bidang Kesehatan dan Bidang Sosial Masyarakat.

Dokumentasi Sejarah Proses Pendirian Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan di Rumah Gadang Taman Cimanggu Bogor

Alhamdulillah  atas pengalaman Almarhumah sebagai Notaris Senior kemudian diteruskan kemenakanda Marlisa, SH , Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan terbentuk berdasarkan Akte Notaris dan SK Menkumham pada tanggal 29 Juli 2019.

Struktur Organisasi Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) menempatkan Uni Husna Darwis dan M Yahya Dahlan sebagai Pembina. Sedangkan Penguurus : Ketua Yayasan Thamrin Dahlan, SKM, M.Si, Sekretaris Rendithya Ramdan Fikri, S. Hum dan Bendahara Enida Busri, SKM, SKep. Marlisa, SH, MKn dan Imelda Siamjuntak ditunjuk sebagap Pengawas Yayasan.

Kini YPTD mewujudkan amanah Bundo Kanduang berupa Program Peran Serta Aktif Meningkatkan Kualitas dn Kuantitas Literasi Indonesia.  YPTD fokus menerbitkan buku ber ISBN tanpa biaya. Sebagian besar Warisan Uni  kami wakafkan ke YPTD berupa penggerakan organisasi secara optimal.

Akta Notaris dan SK Menkumham Pendirian Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan 29 Juli 2019

Insha Allah peninggalan ilmu Uni Ina akan terus kami dawamkan bersama seluruh anak keturunan PetoKkayo.  Inilah amal bhakti Almarhumah selama di dunia, juga warisan Gedung Kantor Notaris di Jalan Merdeka dekat Air Mancur Bogor.

Kami pada awalnya berencana bersama akan berdoa di Rumah Gadang Taman Cimanggu Bogor Sabtu 5 September.  Namun kondisi kota Bogor sedang dalam strata  merah pendemi covid 19 sehingga acara dibatalkan. InshaAllah 24 Desember 2020 hari kelahiran Ibu Indonesia sudah aman dari virus corona kita bisa bersilatutahim di Rumah Gadang.

Oleh karena walaupun Kaum Peto Kayo secara geografiis berbeda tempat, Adik kandung H Thamrin Dahlanm (Jakarta) dan M, Yahya Dahlan di Palembang serta anak kemenakan di Jambi, Palembang, Sumatera Barat, Medan dan Jakarrta serta Bogor semua mendoakan Ibu.  Semoga seluruh amal ibadah Hj. Husna di terima Allah SWT dan mendapatkan tempat yang layak disisi Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.  Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Silaturahim Keluarga Besar Peto kayo di kediaman Uda Syahrial Ibrahim Ciputat

Selaku yang dituakan dalam keluarga Peto Kayo penulis berpesan kepada Lisa agar tetap melaksanakan prosesi Mengaji dan berdoa setahun wafat Ibu dengan anak kemenkan di Bogor saja.  Lakukan Ziarah ke komplek pemakam Nenek,  Datuk,  Etek Yati,  Yan dan Bundo Kanduang Hj Husna. Serta menyantuni anak yatim yang pahalanya untuk Almarhumah Hj Husna.

5 hari sebelum Wafat Uni Ina masih bersilaturahmi dengan Teman Teman PurnawirawanPolwan 

Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia Wafat meninggalkan Nama.  Uni Ina bukan saja namanya tertera di batu nissan, tetapi keabadian Nama Hj Hunsa Darwis, SH bin Haji Rd. Dahlan bin Affan ada di buku Biografi dan tertera abadi di Akte Notaris Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan.

Salamsalaman

BHP, 5 September 2020

YPTD

 

Tinggalkan Balasan