INSPIRASI DONG

Menulis itu asyiik

Poto dokumen pribadi

Tepat jam 14.00 wib, penuh semangat kita keluar rumah bermaksud menuju lokasi lereng yang dijadikan tempat destinasi wisata.

Sudah sejak lama keinginan menikmati suasana destinasi wisata lereng, hari ini niat itu terlaksana.

Tuan-tuan. Jarak tempuh dari rumah ke lokasi kurang lebih satu jam perjalanan berkendara roda dua.

Selama  perjalanan suhu aspal terasa cukup panas, lama hujan tak turun.Terlihat dikejauhan ladang  garapan Baduy luar  sedang dibersihkan. Jalan Raya Muncang-Gajrug merupakan jalan utama menuju lokasi, dari kampung saya dimana tinggal.

Menit kemudian kita sudah di persimpangan jalan Raya Cipanas- Bogor, persis di area pasar gajrug rute lokasi wisata untuk berbelok arah kanan menuju jalan kecamatan Lebak Gedong.

Pondok pesantren Modern La Tanza Mashiro Parakan santri kita lalui, cukup ramai kendaraan siang ini hilir mudik.

Sekitar 30 menit perjalanan dari bundaran simpang tiga kampung  hamberang- bujal, tak teras kita tiba di lokasi wisata lereng.

Destinasi Wisata Alam Lereng, tepat di kampung Cinyiru Banjarsari kecamatan Lebakgedong Kabupaten Lebak.

Pengunjung cukup ramai dihari libur. Langsung menuju area parkir roda dua berkehendak mau membayar tiket, petugas mendekati kami  ” Nanti saja pak” ungkap juru parkir.

Terlihat macam aktivitas pengunjung menikmati suasana lereng. Hilir mudik kendaraan cukup ramai, karena lokasi ini persis dipinggir jalan utama kampung Cinyiru Lebak gedong.

Area santai kami cari, meja pendek nomor lima dipojok lereng kita pilih sekedar melepas lelah selama perjalanan.

Buku menu tergelatak dimeja, sigap kami meraihnya dan melihat daftar menu yang disajikan.

Nasi goreng, mie ayam baso di temani teh panas kita pilih, harganya murah banget.

Karena antrian  menu pilihan dirasa cukup lama,segelas kopi hitam dipesan untuk didahulukan.

Disamping meja kami terdengar gelak tawa pengunjung, asik ngobrol dengan dialek Jawa. Selintas dalam pikir, mungkin mereka sambil lewat singgah sejenak pulang silaturahmi dari sanak saudaranya.

Kopi hitam pahit sudah tersaji, tegukan pertama dengan perlahan bersebab masih panas. Terasa nikmat sekali.

Istri melangkah mengitari area untuk spot berpoto, nampak dari kejauhan sedang bergaya bak model mengambil gambar dengan kamera depan ponsel. Senyum sendiri menyaksikan prilaku istri saat berpoto sendiri.

Kampung Cinyiru Banjarsari Kecamatan Lebakgedong Kabupaten Lebak merupakan lokasi Destinasi Wisata Lereng Cibolang

 

Bila tuan berniat menuju lokasi negeri diatas awan gunung luhur citorek, tuan akan melewati lereng cibolang ini, sebaiknya singgah untuk melepas lelah.

Spot yang ditawarkan di lereng cibolang diantaranya suasana alam pegunungan yang hijau, jembatan sintetis dan jembatan kaca.

Ketiga spot yang ditawarkan sangat disukai pengunjung lokal maupun dari luar daerah.

Spot jembatan kaca untuk saya cukup membuat dengkul. kaki gemetar, cukup ngeri juga bila belum terbiasa melihat bawah lereng cibolang dari jembatan kaca.

Hal itu cukup membuat istri terpingkal menyaksikan ketakutan  saya berjalan dijembatan kaca.

Uji coba pertama lancar, berselang kita menikmati pesanan makan yang sudah tersaji.

Selesai menikmati makan kita berdua menikmati suasana lereng cibolang sambil selfi berdua.

Untuk tiket masuk jembatan kaca cukup murah hanya dengan 10.000,-/orang, kita puas berselpi di jembatan tersebut. Saat akan melewati jembatan kaca,petugas jaga akan memberitahukan bahwa kita wajib menggunakan sandal khusus.

Dirasa cukup menikmati keindahan lereng cibolang ,kita berdua  langsung bayar tiket parkir dan bergegas kembali ke rumah.

Ditengah perjalanan kembali pulang, sejenak mampir dirumah kawan untuk silaturahmi.

Salut, pemilik lahan lereng cibolang memiliki jiwa usaha dan seni, hingga lokasi tersebut lebih bernilai ekonomi. Ini merupakan inspirasi.

Selamat berkunjung.

 

 

Salam Literasi

Penulis :

Asikin Widi Jatnika

Tinggalkan Balasan