PENGALAMAN SUMPAH PEMUDA

Matahari terbit terlalu cepat,baru saja aku tertidur. Sinarnya mengenai wajahku melewati sela-sela jendela.. Aku harus bergegas karena jarum jam sudah menunjuk pukul 06.20, sedangkan hari ini aku menjadi petugas upacara sebagai anggota paskibra untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Ya…aku akan bercerita tentang masa dimana aku duduk di Sekolah Menengah Atas.aku ingin menceritaka ketika aku menjadi petugas upacar di SMAku. Aku ingin bercerita sedikit tentang pengalamanku di hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober.
Hari itu matahri sangat cerah aku bersemangat untuk pergi kesekolah. aku siap-siap untuk berangkat sekolah jarum jam menunjuk pukul 05:30. Aku melirik kearah jam dinding, tanpa aku sadari ternyata sudah menunjuk pukul 06.50 padahal upacara akan di mulai pukul 07.00 sedangkan jarak antara rumah dan sekolahku lumayan jauh. Aku langsung bergegas dan lari menuju motor yang sudah di panasi.
Setelah aku sampai di sekolah semua petugas upacara sudah sampai dan hanya aku sja yang baru datang tapi syukurlah aku tidak di marahi. aku mendengar teriakan yang sepertinya memamnggil namaku, aku pun menoleh kea rah suara itu ternyata tadi suara reni sahabat karibku, “ayo sini.. cepet pake perlengkapannya udah mau di mulai nih..”katanya, “oh.. iya” jawabku sambil berlari menuju ke tempat reni berdiri, kebetulan tugasku dan tugas temenku sama yaitu menjadi anggota paskibra.
Upacara pun di mulai karena jam sudah m,enunjuk pukul 07.00 guru TU Bapak Tono mengkoordiasikan kepada seluruh siswa untuk segera menuju ke lapangan untuk mengikuti upacara sumpah pemuda. Di tengah upacara berlangsung salah satu petugas upacara namanya Nisa membacakan ikrah sumpah pemuda yang berisi
“ 1.Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
2.Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
3.Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.”
Setelah 50 menit berdiri upacara pun akhirnya selesai juga. Setelah itu untuk lebih memeriahkan Sumpah Pemuda anggota osis mengadakan lomba, ada 5 mata lomba yaitu; membuat cerpen, membuat cerita begambar, berpidato, berpuisi. Aku dan temenku satu grup lagi untuk mengkoordinasi mata lomba, kita kebagian di mata lomba membuat cerpen tapi tidak kita saja yang mengkoordinasi lomba membuat cerpen ada juga doni dan tio, kita berempat sangat kompak dalam mengkoordinasi, dan saling bekerja sama. Karena kita adalah putra putri Indonesia.

Tinggalkan Balasan