oleh

KMAB 30 Belajar Menulis

-Terbaru-Telah Dibaca : 108 Orang

KMAB 30

Perjalanan  Hidup

Belajar Menulis

Oleh Lusia Wijiatun

Kesempatan ini digunakanya untuk belajar menulis. Bagaimana menulis  hingga menjadi buku. Sebelumnya Bu Tami sudah mengikuti beberapa kali sosialisasi menulis. Tapi tidak pernah berhasil.

Bu Tami juga pernah ikut kegiatan work shop menulis yang ada di kotanya. Bahkan Om Jai adalah salah satu nara smbernya, tapi belum juga ada kemauan untuk menulis.

Ketika ada group menulis inilah bu Tami mencoba belajar lagi, padahal bu Tami belum lancar betul mengoperasikan hp. Belum juga banyak mengetahui tentang aplikasi-aplikasi pembelajaran.

Sebenarnya malu sekali, masih gaptek sudah berani ikut belajar on line. Tapi biarlah, mencoba dan terus mencoba ikut, terkadang juga ikut  zoom meeting meskipun belum lancar.

Ya semua butuh proses, belajar menulis melalui proses. Dulu juga tidak pernah bermimpi mau jadi penulis. Cita-cita menjadi guru, tidak ada tabahan.  Ada kesempatan belajar, kenapa tidak. Itulah yang dipikirkan oleh Bu Tami, maka ia semakin ingin belajar.

Setiap hari ia sudah siap dengan hp dan laptop, setiap pelajaran yang diberikan dicatat di laptonya. Awalnya juga tidak tahu bagaimana cara memindahkan WA di laptop. Belajar dan belajar itulah yang dilakukan Bu Tami.   Ia pun tidak malu bertanya kepada guru yang lebih muda. Yang penting dapat ilmu baru,   aplikasi baru, cara-cara baru menulis maupun pembelajaran on line lainnya.

Usahanya juga tidak sia-sia, Bu Tami semakin lancar dalammmengoperasikan hp maupun laptop Meskipun nbu Tami mengetik hanya dengan menggunakan kedua telunjuknya.

Dengan edia ntelunjuknya itulah, ia dapat menyelesaikan tugas sekolah, membuat video pembelajaran, serta laporan –laporan yang berhubungan dengan kegiatannya.

Bahkan dengan kedua jari telunjuk ini,  Bu Tami berhasil menelurkan beberapa buku.  Buku yang terbit digunakannya untuk tambahan nilai dalam pengusulan kenaikan pangkat dan golongan.

Saat ini Bu Tami   masih menulis  walau terkadang terbentur dengan tugas atau acara lain hingga bolong-bolong waktunya untuk menulis.

Baru –baru ini  terbit lagi buku barunya, yang dicetak oleh Penerbit Andi Yogyakarta. Buku ini ditulisnya pada tahun 2021. Saat itu Bu Tami mengikuti program September Ceria dan Oktober Impian.

Dari program inilah kedua buku  Bu Tami dapat lolos ke Penerbit Andi.  Selain itu  buku Bu Tami terbit di penerbit blainnya.  Berapa buku  Tami yaitu, Trik Menulis saat wabah Corona pernerbit Oase Solo, Untaiaan Kata Menjadi Karya dan Suara Hati di Penerbit YPTD.  Dan yang di Penerbit Andi Yogyakarta adalah Strategi Pembelajaran  Jarak Jauh dan Merdeka Belajar.

Inilah beberapa  buku hasil beajar menulis yang dilakukan Bu Tami selama masa pemdemi covid-19.  Sebelum menulis buku solonya, Bu Tami bergabung juga dalam menulis buku secara keroyokan. Ada beberapa buku yang ditulis bersama-sama dengan teman dalam group menulis. Bahkan Bu Tami juga pernah menjadi kurator dalam sebuah buku yang berjudul Memoar Upgrade Diri.

Komentar

Tinggalkan Balasan