Peristiwa Isro’ Mi’raj Adalah Dasar Penemuan Teknologi Modern

Isro’ adalah perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjid Al Haram di Mekkah ke Masjid Al Aqsha di Palestina sedangkan Mi’raj adalah kelanjutan perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjid Al Aqsha hingga ke Sidratul Muntaha.

Peristiwa Isro’ Mi’raj merupakan peristiwa yang sangat menakjubkan dan menggemparkan seluruh dunia kala itu. Karena pada saat itu belum terdapat peralatan teknologi canggih dan modern seperti sekarang ini, sehingga tidak bisa diterima oleh akal pikiran manusia. Akan tetapi seiring dengan perkembangan peradaban dan kemajuan teknologi hal ini telah dibuktikan kebenaran  bahkan telah dimanfaatkan oleh manusia manusia sekarang.

Bahkan waktu itu, bagi kalangan yang menentang ajaran Nabi besar Muhammad sebagai Nabi dan Rasul yang terakhir menganggap peristiwa tersebut mengada ada yang menyebabkan banyak dari kaum yang telah beriman berubah menjadi kafir.

Hal ini di jelaskan dalam Al Qur’an Surat An Najm ayat 1 – 18 : yang artinya : Demi bintang ketika terbenam, kawanmu Muhammad tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tidaklah yang diucapkan itu Al Qur’an menurut keinginannya, tidak lain alqur’an itu adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya, yang diajarkan kepadanya oleh jibril yang sangat kuat, yang mempunyai keteguhan, maka jibril itu menampakkan diri dengan rupa yang asli (rupa yang bagus dan perkasa), sedang dia berada diufuk yang tinggi, kemudian dia mendekat (pada Muhammad) lalu bertambah dekat sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat lagi, lalu disampaikan wahyu kepadanya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya, maka apakah kamu (Musyrikin mekah) hendak membantahnya tentang pa yang dilihatnya itu?. Dan Sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatan Muhammad tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya Dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”.

Menurut para ilmuan muslim bahwa peristiwa Isro” Mi’raj terdapat 2 proses perpindahan yang berbeda.  Isra adalah adalah proses perpindahan materi/badan Rasulullah secara cepat dari Mesjid Haram di Mekah ke Mesjid Aqso di Palestina.  Pada proses ini tubuh Rosulullah tetap dalam bentuk materi atau jasad ketika berpindah, dan perpindahan seperti ini sudah dapat dilakukan manusia dengan mudah setelah ditemukannya teknologi pesawat terbang seperti sekarang.  Dengan kata lain proses Isro’ yang dicontohkan Allah melalui Rosulullah SAW telah dapat dilakukan manusia saat ini.

Selanjutnya bagaimana dengan Mi’raj.  Mi’raj  adalah proses perpindahan dari Mesjid Aqso ke langit, dimana ini adalah proses teleportasi atau perpindahan energi dari satu tempat ke tempat lain dan tidak terbatas ruang dan waktu.  Karena yang berpindah adalah energi maka perpindahan yang terjadi sangat cepat melebihi kecepatan cahaya yaitu 300.000 km/detik.

Sebagaimana telah di jelaskan oleh para ulama dan para ahli sejarah islam bahwa sebelum melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj, Hati Rasulullah SAW telah dibelah dan dioperasi serta disucikan dengan air zam-zam oleh Malaikat Jibril sebanyak 4 kali,

Pertama ketika beliau berumur 3 tahun, satu bulan setelah kembali dari ibu susuannya Halimatuss’diyah. Kedua ketika berumur 10 tahun saat mengembala, yang ketiga ketika berumur 40 tahun menjelang turunnya wahyu yang pertama sebagai bukti kerasulannya dan yang keempat ketika berumur 50 tahun yaitu pada peristiwa Isr’o dan Mi’roj.

Dikisahkan oleh para ulama bahwa dalam proses pensucian hati Rasulullah pertama tama diletakkan di penampan emas yang berasal dari syurga, karena emas merupakan logam mulia dan superkonduktor yang memiliki hambatan sangat sedikit sekali lalu disucikan dengan air zam-zam karena air zam zam merupakan air yang dimuliakan oleh Allah serta berisikan energi-energi doa dan dzikir dari para Nabi dan Rasul terdahulu.

Maka pada saat peristiwa tersebut Rasulullah sudah tidak terbatas ruang dan waktu untuk melakukan perjalanan kemana saja dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Sebagaimana yang dikisahkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Muslim yang artinya : ““ Didatangkan kepadaku Buraaq – yaitu hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dia meletakkan telapak kakinya sejauh pandangannya. Maka sayapun menungganginya sampai tiba di Baitul Maqdis, lalu saya mengikatnya di tempat yang digunakan untuk mengikat tunggangan para Nabi. Kemudian saya masuk ke masjid dan shalat 2 rakaat kemudian keluar. Kemudian datang kepadaku Jibril  ‘alaihis salaam dengan membawa bejana berisi  khamar dan bejana berisi air susu. Aku memilih bejana yang berisi air susu. Jibril kemudian berkata : “ Engkau telah memilih (yang sesuai) fitrah”. Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit yang pertama dan bertemu dengan Nabi Adam, Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit yang kedua bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya, dilangit ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf, di langit Keempat bertemu dengan Nabi Idris, di langit kelima bertemu dengan Nabi Harun, di langit keenam bertemu dengan Nabi Musa dan di langit ketujuh bertemu dengan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam yang sedang menyandarkan punggungnya di Baitul Makmur”.(HR.Muslim 162 ).

Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern saat ini, kebenaran Isro’ Mi’raj telah dapat dibuktikan dan dirasakan manfaatnya oleh umat manusia diseluruh dunia  bahkan peristiwa tersebut menjadi dasar ditemukannya teori teori modern antara lain :

  1. Ditemukannya teori relativitas yaitu perubahan materi menjadi energi yang menjadi dasar pembuatan pesawat terbang, roket, GPS pada Handphone yang bisa mendeteksi dan menbgetahui keberadaan suatu benda yang ada dimuka bumi dari jarak yang sangat jauh.
  2. Teori annihilasi yaitu perubahan energi menjadi materi, dimana setiap materi mempunyai anti materi yang apabila keduanya direaksikan akan menghasilkan cahaya atau dikenal dengan sinar gamma sebagai dasar ditemukannya nuklir, listrik dll. Contoh sederhananya adalah ketika muatan positif dan muatan negatif pada kabel listrik disentuhkan maka akan menghasilkan percikan cahaya.
  3. Adanya perbedaan waktu sholat dan puasa dari berbagai negara didunia sebagai contoh apabila kita sedang sholat zuhur disini maka saudara kita di Mekkah masih melaksanakan sholat subuh.

Akhirnya mudah mudahan dengan semua bukti yang telah terungkap ini dapat memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dan memberikan kita kemudahan dalam memahami ayat ayat kauniah-NYA. Amiin Yaa Rabbal’alamin. Wallahua’lam.

Tinggalkan Balasan

2 komentar