oleh

Motor Astrea Grand dan Kelembutan Pertamax

-Humaniora, Terbaru, YPTD-Telah Dibaca : 658 Orang

Dokpri

Inovasi moda transportasi roda dua bergerak trengginas. Hasil inovasi itu memenuhi jalan raya di mana-mana. Kendaraan tunggang keluaran terbaru membabat setiap kesadaran usang tentang performansi body dan akselerasi mesin.

Maraq balang lepas oleq tumben (pepatah sasak). Artinya, bagai belalang lepas dari tabung. Begitulah pengibaratan yang tepat untuk perkembangan produksi sepeda motor dewasa ini. 

Produk alat angkut itu menyeruak dari rahim pabrik menuju dealer lalu penuh sesak memenuhi jalan raya sampai jalanan kampung dengan penampilan yang menggiurkan. Dua perusahaan terkenal, Honda dan Yamaha, bersaing melakukan inovasi yang memberikan pengalaman berkendara yang makin nyaman.

Dikutip dari  dari CNNIndonesia, penjualan sepeda motor di Indonesia sepanjang 2021 berhasil menembus angka 5 juta unit. Berdasarkan data dari GridOto, Honda menjadi merek penjualan terbanyak sepanjang 2021 dengan pencapaian 3.928.788 unit. 

Urutan kedua ditempati Yamaha dengan capaian angka penjualan 1.063.866 unit. Secara berurutan posisi tiga, empat, dan lima ditempati oleh Kawasaki (43.540 unit), Suzuki (18.380 unit) dan TVS (2.942 unit).

Motor-motor baru terus berjejal di jalanan. Saya tetap bergeming dengan Motor Astrea Grand keluaran 1997 sejak tahun 2004. Saya tetap bertahan dengan keusangannya. 

Faktor utama sejauh ini soal anggaran yang agak sulit untuk membeli kendaraan baru sesuai selera jaman. Faktor lainnya karena jangkauan berkendara paling jauh yang saya tempuh hanya berjarak 2-3 km. 

Sesekali saja saya harus duduk di atas jok sampai sejauh 45-50 km. Itupun ketika ada keperluan penting dan harus keluar melintas batas kabupaten di pulau Lombok. Artinya saya tidak terlalu memerlukan kelincahan mesin motor untuk berkendara.

Dengannya saya juga merasa nyaman memarkirnya walaupun pada titik yang dianggap rawan kehilangan kendaraan. Mengapa? Kecil kemungkinan akan menjadi sasaran para spesialis pencuri kendaraan roda dua. Mereka harus berfikir dua kali atau lebih untuk mengambilnya karena nilai jualnya tidak akan mencapai satu juta. Sangat tidak sebanding dengan resiko jika ketangkap warga.

Dalam keusangan itu saya telah dibawa ke mana-mana, menuju tempat tugas, menengok mertua, membawa almarhum ibu ke dokter untuk menjalani pemeriksaan rutin. 

Dalam keusangan itu pula saya berusaha menjaga kesehatan mesinnya dengan pertamax sebagai bahan bakar. 

Sejak SPBU Pertamina menyediakan pertamax, saya termasuk aktif menjadi konsumen BBM ini. Saya bukanlah orang yang mengerti tentang mesin walaupun saya menjadi pengguna sepeda motor sejak duduk di bangku SMA. 

Akan tetapi, saya memiliki pengalaman dimana putaran mesin terasa lebih lembut dan bersahabat dengan BBM pertamax. Selama menggunakan BBM itu motor jadul saya jarang diservis kecuali pada bagian yang tidak berhubungan dengan mesin, seperti, rem, lampu, atau permasalahan di seputar roda.

Saya ingat pertama kali membeli pertamax di SPBU terdekat. Petugasnya SPBU sempat bernada menolak mengisi tangki motor saya dengan pertamax ketika melihat motor jadul saya. Dia agak tersipu ketika saya merespon dengan pertanyaan “dijual atau tidak?”

Sayangnya harga bahan bakar pertamax naik sejak 1 April 2022. Akan tetapi, kenaikan itu bukan berarti membuat saya harus pindah ke bahan bakar lain. Saya tetap bertahan menggunakan pertamax. Bukan karena gengsi tetapi kinerja mesin memang lebih maksimal ketika menggunakan pertamax.

Lombok Timur, 03 April 2022

catatan

Tumben dalam masyarakat Sasak adalah semacam tabung terbuat dari bambu tempat menyimpan sesuatu.

Komentar

Tinggalkan Balasan