Bangsa indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia

                                                                                                      Monica elsyadai br pandia (20061)

           BANGSA INDONESIA MERASA DIRINYA SEBAGAI BAGIAN DARI SELURUH UMAT MANUSIA

Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.

Bangsa indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia karna itu di kembang kan sikap hormat menghormati bekerja sama dengan bangsa lain .( menjunjung tinggi kehormatan dan martabat negara dan bangsa .Artinya rasa kemanusiaan harus tumbuh di dalam diri sendiri juga, jangan terus mau menjadi bangsa yang dijajah, kita harus merasa bahwa kita Bangsa Indonesia adalah manusia ciptaan Tuhan sama seperti yang lainnya, kita manusia seperti yanglainnya, kita Bangsa Indonesia, kita harus bisa berbuat sesuatu untuk Dunia. Dengan memiliki prestasi dalam bidangnya kita telah menunjukan bahwa kita bangsa Indonesia adalah bagian dari seluruh umat manusia.

Dan dimana juga kita harus mengakui dan menghormati adanya perbedaan diantara manusia, khususnya warga negara Indonesia. Indonesia terdiri dari ribuan suku yang memiliki budaya dan tradisi yang berbeda-beda, sehingga terdapat keragaman budaya yang sangat tinggi di Indonesia.Sesuai dengan slogan kita, bhinneka tunggal ika, berbeda-beda itu boleh, namun harus tetap satu bangsa dan satu negara, Indonesia. Keberagaman ini merupakan kekuatan Indonesia yang harus selalu dijaga.

Setiap orang memiliki hak dalam memelih agama dan bebas beribadah sesuai keyakinan masing -masing yang di lindungi oleh negara .Persatuan dan kesatuan dalam arti ideologis ekonomi sosial budaya dan keamanan menghargai keseimbangan antara kepentingan pribadi dan masyarakat. Menjunjung tinggi tradisi perjangan dan kerelaan untuk berkorban dan membela kehormatan bangsa dan negara.Adanya nilai patriotik serta penghargaan rasa kebangsaan sebagai realitas yang dinamis.

Dapat ditujudkan dalam bentuk kepedulian akan hak setiap orang untuk memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat” hak setiap orang untuk mendapatkan informasi lingkungan hidup yang berkaitan dengan peran dalam pengenalaan lingkungan hidup” hak setiap orang untuk berperan dalam rangka pengenalaan lingkungan hidup yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukumyangberlakudan sebagainya Dalamhalini banyak yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mengamalkan Sila ini”misalnya mengadakan pengendalian tingkat polusi udara agar udara yang dihirup bisa tetap nyaman menjaga kelestarian tumbuh-tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar mengadakan gerakan penghijauan dan sebagainya.
Pada era sekarang ini teramat sulit menemukan sikap penghargaan di lingkungan
pendidikan, anak didik saat ini terbiasa dengan penggolonggan-penggolongan
berdasarkan status sosial, ada si kaya dan ada si miskin. Sikap seperti itu menjadikan
toleransi antara sesama menjadi sangat menyedihkan. Adanya penghargaan (sopan
santun) dalam bertutur kata dan bersikap kepada orang lain diharapkan dapat menjadi
cermin langsung bahwa sikap toleransi itu menjadi suatu hal yang penting dewasa ini.
Bahwa penggolongan-penggolongan berdasarkan status sosial itu adalah hal yang
merusak sifat-sifat kemanusiaan.
Pendidikan berwarga Negara di dalam lingkungan masyarakat dapat dilakukan dengan
cara adanya lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang memberikan penyuluhan
tentang bagaimana cara hidup bernegara yang baik. Penyuluhan yang dilakukan tidak
hanya dengan cara formil (mengajarkan cara menjadi warga Negara yang baik), tetapi
dapat dengan cara-cara seperti gotong royong membersihkan lingkungan, siskamling
dan cara-cara lain yang dapat mengajarkan secara langsung apa artinya tenggang rasa
antara sesama manusia.
Pemahaman nasionalisme yang berkurang turut menjadikan sila kedua Pancasila
merupakan sesuatu yang amat penting untuk dikaji. Di saat negara membutuhkan
soliditas dan persatuan hingga sikap gotong royong, sebagian kecil masyarakat
terutama justru yang ada di perkotaan justru lebih mengutamakan kelompoknya,
golonganya bahkan negara lain dibandingkan kepentingan negaranya. Untuk itu
sebaiknya setiap komponen masyarakat saling berinterospeksi diri untuk dikemudian
bersatu bahu membahu membawa bangsa ini dari keterpurukan dan krisis multidimensi.

Sebagai contoh warga Indonesia yang aktif di organisasi “Persaudaraan” ini menyebut tidak adanya keadilan sosial. Para pemimpin negara yang semestinya memakmurkan rakyat, tapi ternyata tidak. Kekayaan rakyat dicuri, dirongrong dan semua amburadul.Indonesia sekarang banyak menghadapi problem besar. Korupsi semakin merajalela. Hukum dimanipulasi, bukan digunakan untuk melindungi kepentingan rakyat, tapi untuk melindungi penjahat-penjahat atau koruptor-koruptor di kalangan para penguasa negara, dan juga terorisme.

Kerukunan beragama yang sebenarnya dituntut oleh Pancasila, juga jauh dari kenyataan di Indonesia saat ini. Dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa seyogyanya masyarakat bebas beragama. Tapi kenyataannya tidak demikian.Dan yang lebih memprihatinkan lagi seolah-olah kebanyakan kejadian yang sering terjadi di masyarakat saat ini sama sekali tidak mencerminkan praktek pancasila sebagai dasar pengambilan keputusan yang baik dan benar yang harusnya terarah ke jalan yang membangun, baik pada diri sendiri, orang lain, bangsa ataupun negara.

Terimakasih sudah membaca tulisan ini ,disini juga saya dapat pahami dimana pancasila adalah idiologi dasar bagi negara indonesia .pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegra bagi selurih indonesia :).

Tinggalkan Balasan