Cita Cita Niken Pratiwy

 

Kenalin aku seorang perempuan yang lahir di singkawang 8 juni 2000 yang bernama Niken Pratiwy. Ohya, aku juga punya nama panggilan tersendiri juga yaitu dengan sebutan “keke”. Yups keke, itu nama panggilan aku sejak kecil sebagian teman yang belum kenal aku pasti bingung kenapa aku bisa di panggil keke. sebenarnya nama panggilan itu hanya keluarga aku aja tapi lama semakin lama teman-teman yang udah kenal dan dekat pasti ikutan manggil keke btw aku lebih senang di panggil keke kok kalian boleh juga manggil aku keke hehe

Aku niken yang terlahir dimana papa aku seorang polisi dan mama seorang ibu rumah tangga dan aku memiliki 3 saudara laki-laki. Ya, aku anak perempuan satu-satu nya yang paling kecil dan cantik. eitsss jangan salah ya bukan berarti anak bungsu atau anak terakhir  yang paling di sayang ya percayalah jadi anak terakhir itu ada enak nya dan ada ga enak nya kok.

Disuatu saat aku memiliki cita-cita yang menurut aku sangat aneh. cita-cita aku itu adalah menjadi seorang bisnis yang sukses dan memiliki kantor tersendiri. setiap malam aku sering berkhayal “kapan ya bisa gitu kapan ya bisa kesampaian” jika suatu saat cita-cita dan impianku bisa terwujud aku ingin bisa membahagiakan kedua orang tua dan saudara kandung bahwa aku anak perempuan mereka bisa membanggakan.

Tapi seketika impian yang sangat sekali aku wujudkan begitu saja musnah dan hilang karena suatu hal. Ohya, bukan berarti aku anak seorang polisi ingin meneruskan papaku menjadi polwan tentu tidak ya hehe. Seorang anak juga memiliki cita-cita nya tersendiri dan seorang anak juga berhak memilih dan mewujudkan cita-cita nya, sebagai orang tua juga harus mendoakan anak nya apa yang dia inginkan karena doa orang tua itu paling didengar oleh Allah SWT.

Lalu disaat aku masih di bangku kelas 4 SD, waktu itu aku masih sedang sekolah yang tiba-tiba ada seseorang datang menjemput dan membawaku langsung pulang kerumah disitu aku kebingungan “kenapa aku dibawa pulang mendadak”. Ternyata sesampai nya aku dirumah keadaan rumah banyak orang, ternyata wanita yang melahirkanku pergi ninggalin anak-anak nya untuk selamanya tetapi kesedihan kami belum sampai disitu, tepat 100 hari kepergian beliau papa menyusul mama untuk pergi selamanya. dan situ aku masih kecil belum tau apa-apa tapi aku merasakan kehilangan kedua orang tua.

Setelah lulus sekolah SMA aku sangat berkeinginan berkuliah di suatu universitas di Jogjakarta, tapi karna kondisi keluarga kami tidak memungkinkan bisa mewujudkan imipianku akhirnya aku gagal kuliah di tahun 2018. Dan disitu aku pengen marah tapi percuma karna waktu tidak akan bisa di putar kembali, tapi dengan menghilangkan kekesalan aku itu aku mendapatkan izin untuk liburan di jogja dan sesampai nya di joga aku semakin yakin bahwa di tahun berikut nya aku bisa untuk kulij disini.

Telah tiba di tahun 2019 dengan niat ingin kuliah di Jogjakarta, aku diam-diam untuk mencoba mendaftar kuliah tanpa ada satu orang pun yang tau. di setengah perjalanan aku ini salah satu saudara kandungku ada yang ingin berkuliah di salah satu universitas di Jakarta dan keadaan aku disitu syok dan diam tanpa berkata apapun setelah mendengar nya. Setelah itu aku mengurungkan niat untuk berkuliah di tahun itu dan mengalah karna takut saudara kandung ku untuk membayar kuliah ku juga dan pada akhirnya aku gagal berkuliah lagi….

Setelah orang tua saya meninggal saya ingin sekali menjadi seorang perawat  atau dokter karna saya ingin merawat dan menjaga orang yang saya sangat sayangi  dan tidak ingin kehilangan kembali. Dan saya juga memiliki saudara kandung yang menjadi perawat di salah satu  rumah sakit di Kalimantan Barat. Semakin sering saya melihat dia pergi kerja semakin saya berkeinginan  menjadi seorang perawat tapi keinginan saya ini hanya saya pendam di dalam hati.

Dengan berjalanan nya waktu di tahun 2020 keinginan saya menjadi seorang perawat terkabul, semua berjalan dengan mulus dan tanpa halangan. Dengan resmi nya aku menjadi bagian mahasiswa di Akper Polri , semoga saya bisa menjadi perawat yang amanah saat melaksanakan tugas dan juga merawat pasien dengan baik. Bismillah

Tinggalkan Balasan