Fire Opal Wonogiri, Batu Yang Memancarkan Cahaya Api

 

Di kabupaten Wonogiri terdapat satu jenis akik yang hingga kini masih menjadi buruan kolektor batu akik, yakni Fire Opal. Oleh karena digali di daerah Wonogiri maka masyarakat setempat dan kolektor batu akik menyebutnya dengan Fire Opal Wonogiri.

Batu Fire Opal Wonogiri memang selalu mencuri pandang bagi yang orang melihatnya. Pasalnya batu akik tersebut terlihat sangat indah dan begitu menarik karena mengeluarkan semacam berkas sinar menyerupai cahaya api.

Ditempat lain, batu akik sejenis disebut Barjat Api, kalau di pasar akik Wonogiri namanya Fire Opal Wonogiri.

Batu Fire Opal merupakan batu asli daerah kabupaten Wonogiri, asalnya dari Manggal, Kecamatan Tirtomoyo.

Batu jenis Fire Opal tersebut merupakan salah satu kebanggaan masyarakat kabupaten Wonogiri.

Di pasar batu akik internasional sekalipun, batu Fire Opal selalu identik dengan Wonogiri. Lantaran identik dan unik, Fire Opal Wonogiri saat ini cenderung stabil dalam hal nilai jualnya.

Selain itu masih menjadi incaran para kolektor batu akik. Salah satu keunikan dari Fire Opal Wonogiri disamping kilau cahaya mirip api, tingkat kejernihannya cukup tinggi. Juga tersedia secara alami dalam berbagai warna seperti hitam, merah, oranye, hijau, maupun kuning. Namun batu Fire Opal Wonogiri mempunyai kelemahan yaitu rentan pada benturan keras.

Kabarnya saat ini ketersediaannya di alam mulai langka di bukit Manggal Tirtomoyo dan kini kian sulit berburu Fire Opal. Karena langka membuat batu Fire Opal Wonogiri terus diburu oleh para kolektor batu akik dan harganya pun masih terbilang mahal dan sangat tergantung dari ukuran batu cincinnya.

Menurut ceritanya saat booming atau, demam batu akik di tahun 2015 dan juga melanda kabupaten Wonogiri dengan batu Fire Opal sebagai batu akik unggulan. Bupati Wonogiri ketika itu, Danar Rahmanto sampai mengeluarkan imbauan kepada kalangan Pegawai Negeri Sipil untuk mengenakan akik jenis Fire Opal. Hal itu sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat penambang dan pengrajin batu akik khususnya batu Fire Opal Wonogiri.

Suatu hari tepatnya tanggal 21 Mei 2018, secara tak sengaja saya menemukan pelapak online yang menjual bongkahan Fire Opal Wonogori berwarna hitam pekat dibandrol dengan nilai jual yang terjangkau kantong saya. Saya perhatikan dari video yang ditampilkan, bongkahan batu Fire Opal Wonogiri tersebut mengeluarkan sinar memerah seperti cahaya api. Tanpa pikir panjang saya langsung membelinya dan ternyata si penjual sangat responsif karena hanya dalam waktu dua puluh empat jam, bongkahan batu Fire Opal Wonogiri tersebut sudah berada di tangan saya. Dan benar, saat saya senter dari lampu HP, bongkahan batu Fire Opal Wonogiri memancarkan cahaya api yang mempesona.

Bongkahan batu Fire Opal Wonogiri sempat saya rendam dengan air hujan beberapa lama dan kemudian saya bawa ke tempat pembuatan batu cincin di Pasar Segar Depok. Menurut Dedi, sang pengrajin pembuat batu cincin, bongkahan batu Fire Opal Wonogiri milik saya bisa menjadi dua batu cincin dengan dimensi yang sama yaitu 25 mm x 18 mm. Saya setuju agar bongkahan batu Fire Opal Wonogiri menjadi dua buah batu cincin. Satu batu dipasangkan ke sebuah cincin perak yang sudah saya siapkan sedangkan batu yang satu lagi saya biarkan menjadi batu “loose stone”.

Sekitar satu setengah jam, Dedi sudah menyelesaikan tugasnya. Bongkahan batu Fire Opal kini sudah berubah menjadi dua buah batu cincin yang terlihat body glass dan tentu saja tembus sinar dan memancarkan cahaya api di dalamnya.

Subhanallah, nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan ..

 

NH

Depok, 8 November 2020

Tinggalkan Balasan