Keindahan Motif Batu Red Papua

Saat itu tanggal 6 Oktober 2016, saya melihat di sebuah lapak online yang berlokasi di kota Bogor, sebuah bongkahan batu yang langsung membuat saya tertarik. Batu berwarna merah kecoklatan dengan totol totol hitam di sana sini mirip seperti seragam merah hitam dari klub kebanggaan rakyat Papua yaitu Persipura Jayapura. Dan oleh pelapak yang menjual bongkahan batu tersebut disebut sebagai batu Red Papua.

Saya langsung memutuskan untuk membeli bongkahan batu Red Papua tersebut. Pesanan saya sampai di rumah saya dalam dua hari berikutnya. Bongkahan batu Red Papua tersebut tidaklah terlalu besar dan hanya bisa dibuat dua buah batu cincin berukuran sedang saja.

Bongkahan batu Red Papua tersebut hanya sebagian saja yang sudah tembus cahaya lampu senter. Namun motifnya yang unik membuat saya tertarik untuk segera membentuknya sebagai sebuah batu cincin.

Selang seminggu kemudian, saya bergegas ke tempat pembuatan batu cincin di Pasar Segar Depok dan menjumpai sang pengrajin Edo yang sudah menanti di kiosnya.

Edo segera melakukan pembuatan sebuah batu cincin dengan terlebih dahulu membelah menjadi dua bongkahan batu Red Papua dan yang tidak dibentuk batu cincin diberikan ke saya.

Sekitar satu jam, Edo telah menyeledaikan pembuatan batu cincin batu Red Papua dan dipasangkan ke sebuah cincin alpaka berdimensi 25 mm x 15 mm.

Batu Red Papua yang sudah diGOSPOL oleh Edo terlihat mengkilap dengan totol totol hitam yang terlihat mencolok.

Batu Red Papua yang saya miliki ini bisa jadi merupakan jenis lain dari dua batu Red Papua yang sudah begitu dikenal oleh para pecinta batu akik.

Yang pertama adalah batu jenis Red Pasifik yang merupakan batu asli Papua berasal dari Distrik Ormo, Kabupaten Jayapura, Papua.
Jenis Batu Red Pasifik ini memiliki warna merah muda polos dan sudah mengkristal.

Sedangkan yang kedua adalah batu Red Siklop (cyclop) Jayapura, Papua, merupakan jenis batu gunung di Pegunungan Siklop, Sentani. Varian warnanya selain merah adalah hijau, biru, hitam, dan putih. Keunikannya terletak pada kekristalan yang seperti kaca. Mineral yang terdapat dalam batu itu dapat ditembus cahaya.

Batu Red Papua yang saya miliki selalu saya rawat terutama membuat warna merah dan hitam batu semakin mengkilap.

Secara berkala batu Red Papua tersebut saya olesi dengan minyak zaitun.

Merawat batu akik gak boleh kendor dan anggaplah batu akik sebagai sahabat setiamu .. hehehe

 

NH

Depok, 30 November 2020

Tinggalkan Balasan