Toba, Dulu Adalah Supervolcano, Sekarang Mensejahterakan Masyarakat

Pemandangan Danau Toba
Fish rearing cages on northern tip of Lake Toba, the largest lake in SE Asia, Tongging, Lake Toba, Sumatra, Indonesia (Photo by Robert Francis / Robert Harding Premium / robertharding via AFP)

Sumatera Utara adalah salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia yang begitu banyak memiliki objek wisata. Objek wisata yang ada di Sumatera Utara antara lain wisata peninggalan sejarah, wisata budaya dan wisata alam. Salah satu objek wisata alam yang menjadi andalan adalah “Danau Toba”.

Danau Toba adalah objek wisata alam berupa danau alami yang merupakan keajaiban alam dunia yang luar biasa. Di danau kawah yang berada di kaldera Gunung Supervolcano yang sangat besar ini terdapat sebuah pulau yang hampir seukuran Singapura di tengahnya. Pulau itu adalah pulau Samosir.

Keberadaan pulau Samosir di Danau Toba merupakan sebuah keunikan tersendiri yaitu pulau di atas pulau, pulau Samosir berada di atas pulau Sumatera. Keunikan lainnya adalah adanya danau di pulau Samosir. Danau itu adalah Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang.

Keberadaan Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang di pulau Samosir merupakan sebuah keunikan tersendiri yaitu danau di atas danau. Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang berada di atas Danau Toba. Danau Toba memiliki luas 1.145 km persegi dengan panjang 100 kilometer, lebar 30 kilometer, dan kedalaman 450 meter, sehingga mirip seperti lautan.

Dengan berbagai keunikan ini, kawasan Danau Toba diharapkan bisa menjadi salah satu destinasi MICE di Indonesia Aja. Hingga saat ini destinasi MICE favorit di Indonesia masih di dominasi oleh Jakarta dan Bali.

Danau Toba terletak di tengah pulau Sumatera bagian utara, dengan ketinggian permukaan sekitar 900 meter di atas permukaan laut. Danau Toba adalah danau terbesar di Asia Tenggara dan danau vulkanik terbesar dan salah satu yang terdalam di dunia. Danau Toba adalah lokasi letusan gunung berapi super masif sekitar 75.000 tahun yang lalu.

Letusan ini merupakan letusan eksplosif terbesar di planet bumi dalam kurun waktu 25 juta tahun terakhir. Kita bayangkan, bagaimana masyarakat di sekitar gunung berapi 75.000 tahun yang lalu merasakan kedahsyatan letusan gunung supervolcano tersebut. Menurut teori bencana Toba, letusan ini berdampak besar bagi populasi manusia di seluruh dunia, dampak letusan menewaskan sebagian besar manusia yang hidup waktu itu dan menyebabkan penyusutan populasi di Afrika timur, Afrika tengah dan India sehingga memengaruhi genetika populasi manusia di seluruh dunia.

Mungkin masih banyak yang belum tahu bahwa Danau Toba yang saat ini merupakan daerah tujuan wisata andalan Sumatera Utara, dulunya adalah Supervolcano. Tahun 2020 yang lalu, destinasi wisata Danau Toba ditetapkan sebagai UNESCO Global Geoparks. Prestasi Kaldera Danau Toba ini tidak bisa dilepaskan dari keragaman hayati dan budaya di Kawasan ini.

Pengembangan ekonomi kreatif dan kelembagaan kepariwisataan juga menjadi salah satu alasan terpilihnya Geopark Danau Toba ke dalam UNESCO Global Geoparks. Kiranya momen ini dapat mendukung proses menyiapkan pengembangan DSP Toba.

Sekarang, Danau Toba adalah tempat untuk duduk bersantai dan menikmati pemandangan alam yang indah, menghadap danau jernih yang sejuk karena terletak 900 meter diatas permukaan laut. Kita juga dapat melakukan penjelajahan di bagian dunia yang indah ini, bisa dengan berkendara atau berjalan kaki. Inilah Indonesia yang indah, Wonderful Indonesia.

Apabila kita berada di pulau Samosir, kita bisa meluangkan waktu untuk menjelajah dengan berkendara di jalan raya yang mengitari tepi pulau. Jalan yang dilalui menawarkan beberapa pemandangan danau yang spektakuler dari titik tertinggi di pulau itu. Apabila kita sedang berada di desa yang sudah populer yaitu Tuk Tuk di Samosir, cara terbaik untuk berkeliling adalah dengan berjalan kaki atau jalan santai menyusuri jalan utama.

Ada banyak cara bagi kita untuk menikmati keajaiban alam Danau Toba yang mempesona. Salah satunya adalah melalui kegiatan penjelajahan dengan mengayuh kayak. Banyak orang mengatakan bahwa kayak di Danau Toba adalah pengalaman sekali seumur hidup.

Secara umum ada tiga rute yang bisa dijelajahi dengan mengayuh kayak. Rute pertama, Tongging-Silalahi dengan jarak 12 km, level mudah atau tidak extreme. Rute kedua, Tongging-Samosir dengan jarak 50 km, level sedang atau cukup extreme. Rute ketiga, Lingkar Utara dengan jarak 175 km, level sulit atau extreme.

Nuansa air di kawasan Danau Toba, masih menyimpan potensi wisata air yang masih dapat dikembangkan seperti water sports. Aktifitas water sports yang bisa dikembangkan di Danau Toba antara lain wakeboarding. Wakeboarding adalah penggabungan konsep skateboarding dan surfing. Berdiri di atas papan wakeboard, memegang seutas tali dan ditarik speed boad.

Berikutnya Banana Boat, sebuah permainan rekreasi air dengan menggunakan perahu karet yang berbentuk pisang dan berukuran besar. Layaknya menunggang kuda, perahu akan ditarik oleh speed boat untuk berputar-putar di danau. Bisa juga ditambah atraksi membalikkan perahu, sensasi tercebur ke danau pasti seru.

Kemudian Jet Ski, sensasi mengendarai kendaraan bermotor di danau tentu akan sangat mengasyikkan. Boleh juga Water Ski, dengan menginjak sebuah board dan ditarik oleh speed boad.

Peningkatan aktifitas penunjang wisata Danau Toba diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan. Peningkatan kunjungan wisatawan, diharapkan mampu mensejahterakan masyarakat yang ada di kawasan Danau Toba.

 

Referensi:

  1. https://www.indonesia.travel/gb/en/destinations/sumatra/lake-toba
  2. https://kemenparekraf.go.id/ragam-pariwisata/Destinasi-Wisata-di-Indonesia-yang-Ditetapkan-Sebagai-UNESCO-Global-Geoparks
  3. https://www.youtube.com/watch?v=pISlU6izoPY

Tinggalkan Balasan