Hidup Sesuai Komitmen Bukan Beban

Asal sama sama disepakati

Bahwa ada sebagian orang  berpendapat,  walaupun sudah menikah, tapi  pasangan suami isteri tetap memiliki privasi masing masing. Masa iya, karena sudah menikah segala harus seijin suami?

Mana mungkin nggak boleh reuni sama teman teman sekelas dulu.Hal ini sejak dulu sering dibicarakan antara sesama  teman yang sudah menikah. Tentu saja hal ini merupakan hak setiap orang, bebas memilih jalan hidup masing masing. Dan tidak ada yang berhak ikut campur urusan keluarga orang lain. Bagi orang yang memiliki prinsip hidup semacam ini , menyaksikan kami berdua kemana saja selalu berdua, sungguh bagaikan suatu hal yang impossible.

Tetapi bagi kami berdua sama sekali tidak ada masalah

Memang segala sesuatu harus dibicarakan dulu dan disepakati bersama sejak awal menikah  Kemudian dijalani sesuai dengan kesepakatan .

Sebagai contoh kami menikah pada 2 Januari 1965. Setelah menikah suami memberi tahu pada saya ,bahwa suami tidak suka kalau saya berpergian hanya dengan teman teman saya saja. Suami senang bila  juga diajak bersama. Pada mulanya saya memang sedikit kaget ,karena biasanya sekali seminggu saya dan teman teman pergi berenang atau sekedar acara ngobrol bersama. Tetapi saya sadar bahwa setelah menikah,maka tentu saja gaya hidup Berbeda dengan sewaktu masih bebas. Karena itu berusaha untuk saling menyediakan dengan harapan suami.

Apalagi saya menyaksikan bahwa suami secara konsekuen menerapkan kesepakatan ini atas dirinya sendiri.  suami pun tidak mau pergi bila diajak teman temannya kecuali saya boleh ikut. Suami yang hobbi mancing dan berburu dengan ikhlas meninggalkan hobbi nya. Sesekali kami ke Swimming Pool bersama atau ke pantai muara Padang, menikmati rujak atau sate Padang.

Contoh ini yang membuat saya jadi mengerti dan mulai memahami suami .

Sehingga dengan demikian commitment  yang kami buat sama sekali tidak menjadi beban Dan secara perlahan  sudah menjadi kebiasaan bagi kami berdua.

Saya selalu berpergian bersama suami .Kemana mana kami selalu berdua. Suami yang awalnya tidak suka berenang, tidak pernah menolak bila saya ajak. Suami hobbi Amateur Radio saya juga ikut bergabung . Setiap hari Minggu kami berdua selalu ke gereja bersama.

Saat sebagian orang heran bagaimana kami berdua kemana mana selalu berdua, justru kami berdua juga heran bagaimana di hari libur suami dan isteri lebih asyik berpergian dengan teman teman masing masing? Hingga kami sama sama berusia 80 tahun,sama sekali tidak ada masalah dengan prinsip hidup yakni kemana mana kami selalu berdua.

Kesimpulan :

Bila sesuatu dibicarakan bersama sejak dari awal dan menjalani hidup sesuai dengan kesepakatan ,maka tidak akan menjadi beban bagi kedua pasangan. Melainkan dapat dijalani dengan rasa suka cita Tidak akan berdampak negatif melainkan akan menghasilkan keputusan yang bijak .Dimana kesepakatan sudah dibicarakan sebelumnya maka tidak ada yang merasa terpaksa.  Jadi tidak ada istilah harus begini dan begitu, melainkan dilakukan dengan senang hati. Semua dilalui dengan rasa syukur karena mendapatkan pasangan hidup yang mau saling mengerti dan saling menghargai. Seperti kata peribahasa:” Mutual respect and mutual understanding”

Tetapi bila kepatuhan hanya sepihak maka hari hari akan dijalani dengan rasa keterpaksaan.

Semoga cuplikan perjalanan hidup pribadi ini ada manfaatnya untuk sahabat di manapun berada.

29 July 2023.

Salam saya,

Roselina.

Tinggalkan Balasan