Terima Kasih Pak Gubernur

Terima Kasih Pak Gubernur

Cing Ato
Guru Blogger Madrasah

Mentari belum menampakkan cahaya, lalu lalang kendaraan belum begitu ramai, kendaraan yang penulis tumpangi tak menemui hambatan, lancar-lancar saja, sehingga begitu mudahnya sampai ke tempat kerja.

Hidup di Jakarta harus pandai-pandai melihat kondisi jalan, kalau kurang cermat sudah dipastikan akan terjebak macat. Apalagi tempat yang dituju adalah pojoknya Jakarta yang tidak banyak jalan alternatif. Ditambah berbatasan dengan kota Bekasi. Di mana hampir separuh penduduk yang tinggal dekat Jakarta mengadu nasibnya di Jakarta.

Sudah terbayang jika jalan agak siang, kendaraan dari arah Bekasi akan padat merayap. Tidak cukup memakai jalur yang semestinya, saking padatnya sampai -sampai menerobos ke jalan berlawanan.

Jakarta Utara terkenal dengan pelabuhan Tanjung Priok. Hampir setiap hari jalan sekitarnya penuh dengan kendaraan berat yang menuju pelabuhan. Bahkan, terkadang mulai dari Cakung sampai Utara Jakarta penuh jejeran mobil kontainer. Baik yang ingin ke pelabuhan atau masuk ke perusahaan peti kemas.

Begitulah kondisi sehari-hari jalan yang menuju Jakarta Utara. Penulis berusaha sepagi mungkin berangkat kerja demi menghindari kemacetan.

Ketika penulis sedang berjalan di jalan raya Cilincing mata penulis sepintas melihat beberapa spanduk yang bertuliskan ucapan terima kasih kepada bapak gubernur DKI Jakarta.

Ucapan yang tulus diucapkan oleh segenap warga Jakarta atas perjuangannya memajukan Jakarta. Banyak karya-karya yang dihasilkan Gubernur Anies Rasyid Baswedan selama 5 tahun menjabat, di antaranya, yaitu:

1. Jakarta Internasional Stadium (JIS).
2. Formula E/Sirkuit Formula E-Prix Ancol Jakarta
3. Tebet Eco Park
4. Rusun Aquarium
5. Jembatan phinisi
6. flyover tapal kuda Lenteng Agung
7. Sekolah dengan konsep net zero carbon

Masih banyak karya-karya beliau yang kita bisa saksikan sendiri di Jakarta ini.

5 tahun menjadi gubernur banyak halang rintang yang harus dihadapi dengan cerdas. Banyak nyinyiran yang dilontarkan oleh lawan-lawan politiknya yang tidak bisa move on atas kekalahannya di pilkada. Beliau tidak membalasnya dan tetap fokus kepada kerja membangun Jakarta. Kerja dengan senyap tanpa gembar-gembor, tiba-tiba jadi sebuah karya yang menakjubkan.

Tertanggal 16 Oktober 2022, masa kerjanya telah usai. Kekosongan pimpinan akan diisi oleh pejabat sementara sampai tahun 2024.
Selamat jalan pak gubernur, terima kasih atas kepemimpinannya. Anda gubernur the best of the best. Kedatanganmu sangat diharapkan dan kepergianmu sangat dirindukan.

Semoga Tuhan akan membalas dengan kebaikan dan menempatkan diri Anda pada posisi yang terbaik.

Tinggalkan Balasan