Senang Berkunjung Ke Perpusnas?

Senang Berkunjung Ke Perpusnas?
Ada rasa suka dan senang manakala saya berkunjung ke Gedung Perpustakaan Nasional (Perpusnas) di Jalan Salemba Raya 28A Jakarta Pusat, Rabu, 15 Desember 2021.
Bukan tanpa alasan, karena disana saya dapat melihat banyak buku-buku bahkan sampai bertumpuk-tumpuk hasil karya penulis se-nusantara. Itu memberikan kepuasan tersendiri, pastinya juga memotivasi  untuk memiliki buku karya sendiri.
Mengutip pernyataan Bos YPTD Bapak Thamrin Dahlan mengatakan, “Buku adalah mahkota bagi penulis, penulis yang belum memiliki buku artinya belum mempunyai mahkota.”
Lalu jika ada yang bertanya, “bukankah di tempat lain juga bisa dijumpai banyak koleksi buku?” Itu benar, namun di Perpusnas beda ‘roh dan ceritanya’ kata saya.
Ini merupakan kunjungan kedua kali buat saya bersama Penerbit YPTD (Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan) ke Perpusnas,  juga para penulis senior yang hebat-hebat di bidangnya diantaranya; Bapak Thamrin Dahlan, selaku Bos YPTD,
Bapak Ajinatha, Bapak Syaifil W Harahap, Ibu
Mayor TNI AL Nani Kusmiyati, Bapak
Nuryadi, Ibu Muthiah Alhasani, Fredy Suni, Galaxi juga Ibu Meli Afrida.
Seperti sebelumnya kunjungan Penerbit YPTD ke Gedung Perpustakaan Nasional, merujuk pada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam dan Penerbit YPTD melaksanakan kewajiban tersebut.
Dalam hal ini, Penerbit YPTD menyerahkan 2 exp untuk setiap judul buku. Pastinya buku tersebut telah memiliki Barcode ISBN (International Standard Book Number).
“Untuk kali ini 44 Judul buku diserah simpan ke Bagian Deposite. Buku yang diterbitkan periode tahun ke – 2 YPTD bulan September – Desember 2021. Alhamdulillah sejak berdiri  pada19 Agustus 2020, YPTD telah menerbitkan 304 Judul Buku. Buku tersebut sebagian besar telah berhimpun di Rumah Besar baik berupa karya cetak maupun karya rekam (Digital),” cerita Pak Thamrin Dahlan.
Penerbit YPTD pun menerima Surat Resmi sebagai tanda bukti setor untuk 44 judul buku, dan tidak butuh waktu lama hanya 15 menit proses serah simpan selesai dilakukan oleh petugas bagian Deposite Staff Ibu Tatat Kurniasih.
Kata Ibu Tatat Kurniasih, Penerbit YPTD itu unik, karena proses serah simpan buku dijadikan sebagai satu kegiatan istimewa, juga mendatangkan langsung para penulisnya yang bisa hadir, sementara penerbit lain untuk mengantar buku biasanya melalui jasa kurir.
“Karena YPTD bukan hanya sekedar menerbitkan buku namun juga tempat berhimpunnya ratusan penulis dan juga merupakan pegiat literasi,” ujar Pak Thamrin Dahlan sesambil memperkenalkan kami satu persatu dan disambut hangat oleh ibu Tatat.
Lanjut beliau, bahwa seorang penulis ada baiknya memiliki pengalaman berkunjung ke rumah besar ini, karena inilah Wisata Literasi ke Rumah Besar Buku Nasional, tempat berhimpun buku buku karya penulis se-nusantara.”
Iya, disana kami diajak melihat secara langsung tempat penyimpanan buku-buku, dari sana kami pun lanjut ke Bagian ISBN.
Tak lupa Bos YPTD menyerahkan buah tangan berupa Kalender 2022 kepada Ibu Tatat Kurniasih dan Bu Ratna. Pastinya sebagai salah satu bentuk tanda terima kasih YPTD kepada Perpusnas.
Kalender 2022 tersebut memuat dokumentasi foto-foto kegiatan dan cover buku desain Pak Ajinatha yang luar biasa keren.
Satuhal tidak pernah ketinggalan, usai kegiatan YPTD, selalu ada sesi Kopdar alias Kopi Darat. Dan saya masih bertanya, mengapa dikatakan kopdar? Sementara kita tidak ngopi-ngopi namun menyantap makanan.
Nah, bagaimana saya tidak senang, setelah melakukan wisata literasi yang dapat menambah pengetahuan, juga dimanjakan oleh bos YPTD dan tentu saja kembali dipertemukan dengan penulis-penulis keren yang sebelumnya hanya saling sapa di dunia maya atau setidaknya kawan baru sesama penulis bertambah.
Terima kasih Bos YPTD Bapak Thamrin Dahlan.
Salam Literasi

Tinggalkan Balasan

1 komentar

News Feed