oleh

Dahlan Iskan : Menyikapi Kehilangan

-Dahlan iskan, Peristiwa, Terbaru, YPTD-Telah Dibaca : 145 Orang

Belajar Menyikapi Kehilangan

Ini dia kisah haru biru Kaum Perusuh selama 2 hari 1 malam di Agrowisata Agrinex Pandeglang Banten. Menutup akhir tahun 2022 di perkebunan buah buahan Desa Cikeusik milik Ibu Rifda Ammarina menyisakan kenangan terbaik sepanjang tahun

20 Perusuh anak buah Dahlan Iskan mendapat hadiah terindah nan tiada disangka duga

  • Susi Susanti pakai Raket Yonex
  • Juara Olympiade banggakan Indonesia
  • 20 Perusuh di muliakan nginap di Agrinex
  • Terima kasih banyak Abah dan Bu Rifda

Duka  selama 2022 terbalas sudah. Menjelma jadi  suka ria.  Itulah pengalaman jasmani rohani  bersebab berbagi duka sejujurnya mengurangi  beban derita.  Apalagi disampaikan ke kaum Perusuh. Status sahabat dunia maya merubah menjadi sahabat dunia nyata.

Kebersamaan sejatinya tertaut karib ketika enerji hati tersambung.  Kerendahan hati seorang Mantan Menteri BUMN mencairkan suasana. Hadirin terharu mendengarkan kisah hidup Abah. Beliau seorang survival handal.

Disana ada pelajaran penting tentang kehidupan.  Abah berkisah  bagaimana sikap Ayahanda ketika melepas putri sulung (nan patah hati) merantau ke Kalimantan. Kehilangan nan tidak di tangiskan.  Belajar ikhlas  menerima  keadaan sesulit apapun.

Kehilangan harta bahkan nanti nyawa wajib hukumnya disikapi Ikhlas. Tahun 2022 Abah merasakan duka sangat bersangat.  Hanya 20 perusuh yang tahu berapa besarnya kehilangan harta benda pada perniagaan batubara di Kalimantan.

Kami tertegun.  Wahai dikau seorang nan sangat terkenal betapa tegar kuatnya dirimu menahan derita. Seandainya kehilangan seperti itu kami alami (tanpa dibekali makna sejati kehilangan) entah apa yang akan terjadi.

Sarasehan disway yang tadinya sendu berubah menjadi ceria.  Satu persatu perusuh di absen. Pertanyaan sama

” Anda SMA dimana”

Qadarullah walaupun di undi, ternyata distribusi perusuh nyaris sempurna.  Mewakili seluruh profesi, ras, agama dan antar golongan.

Berbaur berbagi pengalaman dan jati diri membuat kaum perusuh semakin menyadari keberadaan siapa dirinya.  Kita bukan apa apa dibanding perjuangan berdarah barah Abah.

Jadi teringat lagu lawas Farel Prayoga. Ojo dibanding – bandingke, Yo pasti kalah.

(bersambung,…..)

  • Salamsalaman
  • BHP, 3 Januari 2022
  • YPTD

Komentar

Tinggalkan Balasan

3 komentar