Pulanglah Uni Puan

Puan Maharani Ketua DPR RI memiliki 50 % darah Minangkabau. Nenek : Fatmawati 100 % Minangkabau. Ibu : Megawati 50 %.  Takdir mencatat Ayahanda Puan  Almarhum Taufik Kiemas 50 % Minangkabau.

Tidak bisa di ingkari darah mengalir diseluruh tubuh Uni Puan tanpa harus pembuktian DNA dipastikan 50 % Minangkabau.
Apalagi dari sistem kekerabatan Minangkabau menganut Paham Matriachat.  Garis Ibu sesuai urutan silsilah Fatmawati,  Megawati dan Puan Maharani semua wanita bisa disebut Bundo Kanduang keluarga besar.

Pulanglah Uni. Selaku pribadi awak yang juga 50 % darah Minang dari Ibunda Hj. Kamsiah binti Sutan Mahmud asli Lintau Sumbar dan Ayahanda H. Rd. Dahlan bin Affan asal Bengkulu menyarankan agar Uni menjelaskan ke khalayak.
Seperti juga disampaikan Ustazd Abdul Somad, hanya yang mengeluarkan perkataan yang paham makna sesungguhnya apa yang  diucapkan.  Orang lain apalagi para pengamat hanya bisa mereka reka ungkapan Uni Puan sesuai keinginan (persepsi)
Tidak ada salahnya malah lebih bijak ketika Uni Puan berkenan menjelaskan pernyataannya (klarifikasi).  Sikap ini sekaligus menepis syak wasangka nan berkembang di masyarakat.  Dan mengklarifikasi sudah termaktub permintaan minta maaf terkait slip tounge (?) Sumbar  Mendukung NKRI.
Dari pantauan acara ILC semalam 8/92020 bisa disimpulkan rakyat Sumatera Barat terwakili Tokoh Minangkabau membuka pintu maaf. Tentu saja uluran tangan sesamo urang awak sepatutnya disambut  Ibu Megawati dan Uni Puan Maharani melalui ungkapan 3 kata saja Ambo Keturunan Minangkabau.
Pembelajaran ini sangat berharga. Seandainya Tokoh Nasional 4 Pilar Kebangsaan Almarhum Taufik Kiemas masih bersama kita sudah pasti beliau segera pulang kampung.  Membantai kabau sebagai wujud permintaan maaf bersebab ucapan Putri tersayang yang diberinama Hebat Puan Maharani di persepsi beragam.
Pulanglah Uni. Awak teringat lagu rancak yang bertajuk Pulanglah Uda.   Nada lagu sendu lebih kepada rintihan bersebab rindu ka si Uda.
Marantau jauah
ka negri urang
Kini lah lupo, kini lah lupo  jo tanah minang
Malangnyo nasib cinto di gantuang indak batali,….

Elok pulo di analisa dan evaluasi mendalam secara  empiris dan cultural mengapa partai Uni kurang  mendapek suara di Sumatera Barat. Adat basandi Sarak, Sarak basandi Kitabullah itulah mungkin menjadi kendala ketika visi misi Partai kurang bakasasuaian.
Kader Partai Uni hendaknya militant atau setidaknya berkualitas seperti Fadli Zon, Ade Rosadi dan banyak lagi tokoh Muda Minangkabau.  Effendy Ghazali, Febreiansyah Mantan Juru Bicara KPK. Mereka sejak kanak kanak banyak makan rendang berprotein tinggi dan terdidik di surau.  Generasi Muda minang cerdas, intelektual, berani  dan religius.
Anak anak muda Minangkabau termasuk juga Uni Puan Maharani mempunyai tanggung jawab meneruskan tradisi perjuangan urang Cadiak Pandai.  Tokoh Nasional  Bung Hatta, Haji Agus Salim, Mr. Mohammad Yamin, Buya Hamka. Prof Emil Salim,  Gamawan Fauzi  dan ribuan anak keturunan Minangkabau berprestasi diatas muka bumi ini
Apo apo nan ambo sampaikan  hanya saran sajo Uni Puan.  Tando sayang kecek Tokoh Adat Minagkabau. Semoga Uni selalu  sehat walafiat.  Tetap menjadi kebanggaan Urang Awak sebagai wanita pertama menjabat Ketua DPR RI.
Pandai manari si anak putri 
Menari payung jo tari piring
Pulanglah Uni, damailah nagari
Di Ranah Minang bajalan sairing

Salamsalaman
BHP
YPTD

Tinggalkan Balasan