oleh

Berpikir dan Bertindak Berdasarkan Wawasan Nusantara

 

Bagaimana menilai situasi dan kondisi Indonesia dilihat dari pendekatan wawasan nusantara. Apakah setiap kebijakan yang di terbitkan sudah memenuhi kaedah pemerataan baik dari sisi ekonomi, politik, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

Memang betul semangat Para Pejabat Pemerintahan mengunjungi wilayah nusantara bisa diakui sebagai upaya merekat persatuan. Namun yang menjadi pertanyaan apakah pasca tour of area terjadi perubahan bermakna pada wilayah yang Beliau datangi sesuai harapan rakyat.

Tentu saja rakyat berharap kunjungan bukan sekedar untuk pencitraan, karena seharusnya Para Pejabat itu  tidak memerlukan lagi penguatan posisi karena secara defacto dan de jure Beliau adalah Presiden yang sah dipilih langsung oleh rakyat.  Terkait dengan tour of area itu patut disayangkan apabila masih ada para pihak yang menganggap upaya  me-rekayasa segala sesuatu yang katanya untuk mengangkat “posisi” nya dari keterpurukan kepercayaan publik.

Untuk menepis berbagai anggapan bahwa Pejabat masih saja melakukan pencitraan maka diperlukan satu penguatan dari pihak Pemerintahan  apakah itu dari para pembantunya atau dari orang orang dekat untuk memproteksi kewibawaan mereka  dari sasaran bully.

Salah satu cara untuk menepis segala upaya pembusukan wibawa Pejabat Pemerintahan bisa dilakukan dengan cara memperkuat komunikasi politik.  Peran media sosial lingkungan istana harus mampu memproteksi Pejabat agar setiap gerak langkah Beliau memang semata untuk membangun Indonesia.

Oleh karena itu pada sisi pemberitaan terkait kinerja Preisden dan Menteri Kabinet wajib hukumnya di komunikasi secara profesional ke publik melalui cara yang elegan tanpa memutar balikkan fakta yang ada.

Mari kita lihat lagi bagaimana hebatnya Indonesia di tinjau dari pengkayaan pemahaman wawasan nusantara. Seyogyanya para pejabat publik back to mind atau membaca lagi teori teori ketatanegaraan tentang wawasan nusantara.

Melalui pemahaman komprehensif wasnus maka diharapkan kebijakan yang di putuskan tidak lagi bersifat sektoral.  Kebijakan harus merata ke seluruh wilayah tanah air.

Rakyat berharap Para Pejabat itu masih ingat  negeri ini

Luas terbentang dari utara  Pulau Weh di Nanggroe Aceh Darussalam yang berada di 60 LU.

Wilayah Indonesia paling selatan adalah Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur yang berada pada 110 LS.

Wilayah Indonesia paling barat adalah di ujung utara Pulau Sumatra yang berada pada 950 BT.

Adapun wilayah Indonesia paling timur di Kota Merauke yang berada pada 1410 BT.

 

Jangan sampai ada wilayah 3 T (terjauh, terdepan, tertinggalkan) terlupakan dalam kebijakan  akan menimbulkan gejolak yang bernuasa SARA (suku, agama, ras dan antar goiongan)

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara keanekaragaman berupa perbedaan pendapat dan berlainanan kepercayaan diperlukan suatu perekat agar bangsa Indonesia  dapat bersatu guna memelihara keutuhan negara.

Suatu bangsa dalam menyelengarakan kehidupan tidak terlepas dari pengaruh lingkungan, yang didasarkan atas hubungan timbal balik atau kait-mengait antara filosofi bangsa, idiologi, aspirasi, dan cita-cita yang dihadapkan pada kondisi sosial masyarakat, budaya dan tradisi, keadaan alam dan wilayah serta pengalaman sejarah .

Upaya pemerintah dan rakyat menyelengarakan kehidupannya, memerlukan suatu konsepsi yang berupa Wawasan Nasional yang dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan hidup, keutuhan wilayah serta jati diri.   —

Kata wawasan berasal dari bahasa Jawa yaitu wawas (mawas) yang artinya melihat atau memandang, jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat.  —

Kehidupan negara senantiasa dipengaruhi perkembangan lingkungan strategik sehinga wawasan harus mampu memberi inspirasi pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan yang ditimbulkan dalam mengejar kejayaanya.

Wawasan Nusantara

Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.  —

 

Wawasan nusantara sebagai cara pandang Bangsa Indonesia tentang merupakan gejala sosial yang dinamis dengan tiga unsur:

  1. Wadah dari wawasan nusantara adalah Wilayah negara kesatuan RI berupa nusantara dan organisasi negara RI sebagai kesatuan utuh.

 

  1. Isi wawasan nusantara adalah inspirasi Bangsa Indonesia berupa cita-cita nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

 

 

  1. Tata laku dari wawasan nusantara adalah tindakan Bangsa Indonesia untuk melaksanakan falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang apabila dilaksanakan dapat menghasilkan wawasan nusantara.

 

Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.

 5 Landasan ketatanegaraan Re[public Indonesia

  1. Pancasila (dasar negara) =>Landasan Idiil
  2. UUD 1945 (Konstitusi negara) =>Landasan Konstitusional
  3. Wasantara (Visi bangsa) =>Landasan Visional
  4. Ketahanan Nasional (KonsepsiBangsa) =>Landasan Konsepsional
  5. GBHN (Kebijaksanaan Dasar Bangsa) =>Landasan Operasional

Rambu-rambu tersebut diatas merupakan  pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan, baik bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.

Mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan orang perorangan, kelompok, golongan, suku bangsa/daerah

Selain itu perlu pula diingat penerapan Wawasan Nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan negara dalam setiap hidup rakyat Indonesia. Implementasi tersebut mencakup

  1. —Implementasi dalam kehidupan politik,  Menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis, mewujudkan pemerintahan yang kuat, aspiratif, dipercaya.
  2. —Implementasi dalam kehidupan Ekonomi,   Menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil.
  3. —Implementasi dalam kehidupan Sosial Budaya, Menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan yang hidup disekitarnya dan merupakan karunia sang pencipta.
  4. —Implementasi dalam kehidupan Pertahanan Keamanan,   Menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan membentuk sikap bela negara pada setiap WNI.

Wawasan Nusantara sendiri digunakan sebagai pedoman, motivasi, dorongan, dan rambu-rambu dalam menentukan kebijaksanaan, keputusan, tindakan dalam penyelenggaraan negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Wawasan Nusantara memiliki dua tujuan utama,  

  1. Tujuan wawasan nusantara ke Luar adalah menjamin kepentingan nasional dalam era globalisasi yang kian mendunia maupun kehidupan dalam negeri. Kemudian turut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan sosial, dengan sikap saling menghormati.

 

  1. Tujuan wawasan nusantara ke dalam adalah menjamin persatuan dan kesatuan di segenap aspek kehidupan nasional, baik aspek alamiah maupun aspek sosial.

Bangsa Indonesia harus meningkatkan kepekaannya dan berupaya mencegah faktor-faktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa sedini mungkin, juga terus mengupayakan terjaganya persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan.

 

Tujuan Wawasan Nusantara

Mewujudkan Nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan rakyat yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dibanding kepentingan individu, kelompok, golongan, suku, atau daerah. Kedudukan Wawasan Nusantara sendiri berada dalam Hirarki Paradigma Sosial, dimulai dari:

Dalam mewujudkan nasionalisme yang tinggi itu bukanlah hal yang mudah, dimana dengan adanya globalisasi saat ini mengakibatkan liberalisasi serta dominasi pasar bebas. Buku berjudul Nasionalisme dan Ketahanan Budaya Indonesia:

Asas wawasan nusantara merupakan kaidah atau ketentuan dasar yang wajib dipatuhi, dilakukan, serta dijaga oleh seluruh elemen masyarakat agar tercipta perdamaian serta keseimbangan di Indonesia.

6 Asas wawasan nusantara yang wajib kamu pahami, diantaranya:

  1. Asas Solidaritas
  2. Asas Kejujuran
  3. Asas Kesamaan Tujuan
  4. Asas Keadilan
  5. Asas Kerja Sama

Dengan adanya kesadaran pada tujuan serta kepentingan yang sama akan menciptakan kerjasama antar elemen masyarakat. Kerjasama serta koordinasi tersebut dapat dilaksanakan atas dasar kesetaraan agar terciptanya efektivitas dalam mencapai tujuan bersama.

Sebab kebersamaan dan gotong royong ini akan memudahkan serta meringankan suatu pekerjaan termasuk dalam menghadapi tantangan terhadap implementasi wawasan nusantara.

Penerapan nyata wawasan nusantara dapat dilakukan melalui cara berpikir, bersikap, bahkan berucap. Contoh penerapan wawasan nusantara sendiri dimulai dari menjadikan Pancasila sebagai falsafah dan pedoman hidup bernegara serta bermasyarakat.

Hal ini bisa atau dapat dilakukan dengan tindakan nyata sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai religius, kekeluargaan, serta menjaga persatuan sesuai dengan Pancasila. Sikap cinta tanah air yang diwujudkan dengan adanya sikap yang lebih menitikberatkan pada kepentingan bangsa serta negara di atas kepentingan pribadi, golongan, serta agama. Mewujudkan pembangunan bangsa dengan tindakan nyata serta prestasi.

 

Sementara tantangan yang akan dihadapi dalam Implementasi Wawasan Nusantara di Era Modern.

Kesadaran Warga Negara. Pandangan Indonesia tentang Hak dan Kewajiban Manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama. Kesadaran bela negara dalam mengisi kemerdekaan perjuangan yang dilakukan adalah perjuangan non fisik untuk memerangi

  1. keterbelakangan,
  2. kemiskinan,
  3. kesenjangan sosial,
  4. penguasaan IPTEK,
  5. peningkatan kualitas SDM,
  6. memberantas KKN,
  7. transparan
  8. dan pemeliharaan persatuan.

Ancaman dari Luar Negeri

  1. Perkembangan Pesat Teknologi
  2. Kapitalisme
  3. Pemberdayaan Masyarakat

Kondisi nasional (Pembangunan) yang tidak merata mengakibatkan keterbelakangan dan hal ini merupakan ancaman bagi integritas. Pemberdayaan masyarakat diperlukan terutama untuk daerah-daerah tertinggal.

Setiap warga negara sesungguhnya mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam membela negara dan bangsa. Dengan konsep Wawasan Nusantara secara geografis, kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan yang utuh dengan melihat kepada kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, dan Hankam.

Salam Literasi

TD

 

Komentar

Tinggalkan Balasan