Impian Vapriliya Nur Azzahti


Perkenalkan nama aku Vapriliya Nur Azzahti. Biasa dipanggil vapril dan panggilan panggilan aneh lain nya hehe. Karena katanya nama aku susah disebutnya jika pertama kali kenal denganku. Aku lahir di Jakarta,3 April 2002. Yang artinya aku sudah berusia 18 tahun.

Kali ini aku mau bercerita tentang proses aku meraih cita cita. Menurutku semua orang pasti memiliki cita cita begitu juga dengan ku. Hanya saja cita cita yang diinginkan pasti berbeda beda.

Saat aku kecil dan masih duduk dibangku TK (Taman Kanak Kanak). Aku memiliki cita cita ingin sekali menjadi seorang Dokter. Karena bagiku Dokter itu profesi yang sangat mulia karna selalu membantu orang orang yang sakit. Dan dulu aku melihat dokter itu cantik cantik dan ganteng ganteng jadi aku kepengen deh jadi dokter juga. Cita citaku berlanjut terus sampai aku duduk dibangku Sekolah Dasar (SD).

Pada saat aku duduk dibangku Sekolah Dasar setiap ditanya ibu guru apa cita citaku pasti aku menjawabnya ingin menjadi dokter. Dulu, waktu itu aku sempat juga mengikuti ekstrakulikuler Pencak Silat. Nama perguruan beladiri Pencak Silatnya yaitu KPS Nusantara. Aku mengikuti ekstrakulikuler silat karena disuruh oleh ayahku supaya berani katanya. Karena kakak kakak ku semua ekstrakulikernya Pencak Silat. Aku pernah menang Juara II menampilkan seni dari Pencak Silat itu sendiri. Karena jika disuruh ikut lomba tanding aku tidak pernah berani. Aku mengikuti beladiri Pencak Silat sampai aku duduk dibangku SMP (Sekolah Menengah Pertama). Saat itu aku sudah naik tingkat di perguruanku yaitu sabuk hijau.

 

 

Saat dibangku SMP (Sekolah Menengah Pertama). Aku berganti ekstrakulikuler menjadi Paskibra. Sampai aku menempuh pendidikan ke tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas) aku tetap mengikuti ekstrakulikuler Paskibra. Sampai aku pernah ikut seleksi untuk memperingati hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2017 di Gedung Sumpah Pemuda. Waktu itu aku masih kelas 1 SMA saat mengikuti seleksi tersebut. Dan tanpa diduga aku lolos seleksi tidak siasia juga perjuangan dari pagi sampai sore. Tapi aku bangga sekali pada diriku sendiri meskipun masih tingkatan Paskibra yang kecil aku bisa menunjukkan bahwa aku bisa dan bisa membuat orangtua ku senang.

Tetapi, aku tidak bisa melanjutkan menjadi Paskibra lagi karena saat itu kondisiku tidak memungkinkan. Karena mungkin aku terlalu kelelahan hingga aku jatuh sakit dan harus masuk rumah sakit. Ternyata aku sakit Infeksi Saluran Kemih yang membuat aku harus cukup istirahat dan tidak bisa kelelahan disamping itu juga aku memiliki darah rendah yang tidak memungkinkan untuk terus lanjut.

Oke,balik lagi ke topik cita citaku. Saat SMA aku pernah terfikirkan ingin menjadi seorang Psikolog. Karena menurutku begitu menarik dan sama juga bisa membantu orang lain tapi dalam konteks berbeda. Tetapi ayahku malah menyuruhku menjadi Polwan agar bisa seperti dia. Aku tidak mau karena bukan keinginanku untuk menjadi Polwan. Meskipun awalnya aku ingin menjadi dokter ayahpun setuju juga. Keinginanku menjadi seorang psikolog ternyata hanya sekedar lewat saja bukan sungguh sungguh. Sampai akhirnya aku menetap pada cita citaku yang pertama yaitu menjadi Dokter. Sempat aku berfikir juga menjadi seorang dokter bukanlah hal yang mudah juga dan harus memiliki keuangan yang memumpuni.

 

Sampai pada akhirnya aku memilih untuk kuliah Perawat. Karena bagiku sama saja seperti dokter bisa menolong orang sakit. Awalnya ayah tidak setuju karena ia tahu menjadi Perawat itu bukan hal yang mudah juga pekerjaan nya yang sangat melelahkan katanya. Karena ia tahu aku tidak bisa sedikit saja kelelahan makanya ia menentang keras dan ia malah menyuruhku untuk kuliah PGSD menjadi Guru SD (Sekolah Dasar) seperti kakak perempuanku. Akupun menolak keras karena aku tidak suka dan tidak mau. Proses masuk keperawatan di Akper Polri pun sangat sulit. Aku harus terus berdebat dengan ayah dan meyakinkan ayah bahwa aku bisa tidak seperti yang ia khawatirkan begitu. Awalnya aku juga tidak pernah terfikirkan untuk menjadi Perawat. Karena dulu waktu kecil hanya tau Dokter saja.

Tetapi pada akhirnya ayah menyetujui untuk aku menjadi Perawat. Karena katanya ayah percaya dengan kesungguhanku dan ketekadan ku untuk menjadi Perawat. Terimakasih ayah aku pasti akan membuktikan bahwa aku bisa dan bisa juga membuatmu bangga atas pilihanku.

Tinggalkan Balasan