Kenangan Indah Di Kontrakan Ungu Tahun 2009

Wijaya Kusumah

Kenangan Indah Di Kontrakan Ungu
Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay)


Selama hampir dua bulan ini, kami sekeluarga tinggal di rumah kontrakan. Saya mengambil keputusan untuk mengontrak rumah, karena rumah kami sedang direnovasi. Awalnya agak canggung juga menempati rumah mungil yang dekat kemana-mana. Dekat kamar mandi, dekat kamar tidur, dekat ruang tamu, dan dekat sama dapur (he-he-he). Maklumlah rumah kontrakan ini sangat mungil, cuma satu kamar saja.

Di dalam rumah kontrakan inilah kami tinggal. Meninggalkan rumah kami untuk sementara waktu. Sedih juga pada awalnya, tapi kesedihan itu hanya sementara, sebab saya melihat anak-anak malah senang karena di sini mereka menjadi banyak teman. Berbeda dengan lingkungan tempat tinggal kami yang sepi. Maklumlah rumah type besar, dimana biasanya orang-orang sibuk dengan urusan keluarganya masing-masing.

Di rumah kontrakan ini, ada sesuatu yang unik. Keunikan itu terasakan bahwa kami adalah orang-orang yang cepat sekali berinteraksi. Tak peduli orang lama atau orang baru. Cepat menyatu dalam rumah kontrakan yang biasa disebut kontrakan Ungu. Begitulah orang-orang di sekitar sini biasa menyebutkan, karena warna tembok luar rumah konrakan ini yang berwarna ungu.

Di dekat sini banyak sekali berdiri rumah kontrakan. Nampaknya rumah kontrakan menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Mereka membayar sewa bulanan. Ada yang harga sewanya 300 ribuan, ada juga yang sampai 500 ribuan. Tergantung fasilitas yang disediakan. Semakin lengkap, ya semakin mahal.

Saya jadi tertarik untuk membangun beberapa rumah kontrakan. Kelihatannya bisnis ini menjanjikan dan menguntungkan. Hal itu Omjay dapatkan informasinya dari pemilik rumah kontrakan ini. Bila nanti punya uang banyak, saya akan bangun beberapa rumah kontrakan, dengan sesuatu yang berbeda dan mengikuti gaya hidup manusia modern. Ada fasilitas internet dan parabola, sehingga penghuni rumah kontrakan menjadi betah berlama-lama. Sebuah mimpi yang semoga bisa menjadi nyata. Mohon doanya dari pembaca! Semoga Allah mengabulkannya.

Rumah kontrakan ini memang menginspirasi. Banyak tulisan baru saya tercipta di sini. Saya pun merasakan sesuatu yang berbeda. Hal itu pun ternyata dirasakan pula oleh kedua putriku, Intan dan Berlian. Sangat menikmati rumah kontrakan yang mungil ini. Bermain, belajar, dan bercanda, terlihat sekali keceriaan di wajah anak-anakku. Bertemu dengan teman-teman baru di sekitar rumah kontrakan ungu ini.

Akhirnya, rumah kontrakan ungu membuat suasana baru dalam keluargaku. Melihat keceriaan anak-anakku yang mendapatkan teman-teman baru seusia mereka. Memberikan pembelajaran pada mereka bahwa inilah hidup yang sesungguhnya. Ada orang yang mendapat rezeki lebih sehingga mempunyai rumah sendiri, tetapi ada pula yang belum mendapatkan rezeki untuk membangun rumahnya sendiri. Hanya sanggup mengontrak rumah, dan bertahan hidup yang akan terus dihadapinya.

Di rumah kontrakan ini, tanpa saya sadari. Saya sudah memberikan pembelajaran yang berharga pada anak-anakku bahwa kebersamaan itu penting dan hidup harus mampu saling berbagi. Mampu melihat mereka yang sedang dalam kesulitan dan membantunya sesuai dengan kemampuan kita.

Kontrakan ungu telah membuat anak-anakku selalu ceria di hari-hari mereka. Seceria pagi hari ini.

Salam Blogger Persahabatan Omjay

 

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Kontrakan Ungu, dan Keceriaan Anak-Anakku”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/54fecbfca333110a5550f848/kontrakan-ungu-dan-keceriaan-anak-anakku

Kreator: Wijaya Kusumah

Tinggalkan Balasan