Inilah Buah dari Kerja Keras dan Kerja Ikhlas

Buah dari Kerja Keras dan Kerja Ikhlas

Guru Desa sampai ke Great Wall

Oleh Reevi Haryanto,S.Pd

Guru SMPN 1 Kepahiang Provinsi Bengkulu

Seperti pepatah mengatakan Tuntutlah Ilmu sampai Negeri China. Tak pernah terbayangkan sebelumnya  dapat mengikuti pelatihan sampai ke luar Negeri. Rasa tak percaya saat menerima telpon dari staf Kemdikbud yang menyampaikan bahwa saya menjadi peserta pelatihan guru ke luar negeri dengan tujuan negara China.

 

Alhamdulilah syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan ini. Saya pun diminta segera untuk menyiapkan berbagai dokumen untuk perjalanan ini. Dengan semangat 45 seluruh perlengkapan yang diminta saya selesaikan dan dikirim ke panitia. Kami berkesempatan untuk belajar di China University of Minning and Technology (CUMT) yang berada di Kota Xuzhou Provinsi Jiangshu. Saat mengetahui kami akan belajar di sana, saya mencoba browsing melalui internet berapa jauh jarak kota tersebut ke Great wall. Ternyata kota Xuzhou terletak di bagian selatan China sedangkan Great wall terletak bagian utara dari negara China. Sayapun berdoa semoga  bisa sampai ke Great wall yang merupakan salah satu keajaiban dunia.

Saat tiba di Kota Xuzhou masih musim dingin dengan suhu 0 0C – 8 0C. Kami mencoba untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut. Jadwal pelatihan sudah tersusun dengan baik dari kampus CUMT dengan berbagai materi antara lain dasar-dasar Bahasa China, belajar tulisan China, budaya-budaya di China, perkembangan Pendidikan dan teknologi di China, kunjungan ke situs-situs budaya, kunjungan ke sekolah-sekolah mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi.

 

Kami mendapatkan materi tersebut dari narasumber yang luar biasa. Untuk di ketahui  bahwa guru-guru di China jarang sekali duduk selama menyampaikan materi, sehingga di kelas jarang tersedia kursi bagi guru. Jumlah siswa dalam satu kelas dapat mencapai 50 orang, namun pembelajarannya sangat menyenangkan. Siswanya  sangat tertib dan aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu juga pemanfaatan TIK dalam pembelajaran sudah berkembang dengan sangat baik di sekolah. Sungguh pengalaman yang berharga dapat observasi langsung bagaimana perkembangan Pendidikan dan proses pembelajaran di China.

 

Setelah beberapa hari mengikuti penyampaian materi dari narasumber, kami pun mencoba mencermati jadwal pelatihan yang ada dan ternyata tidak ada jadwal untuk kunjungan ke Great walls. Ternyata hal itu juga dilakukan oleh teman-teman saya, Mungkinkah kita yang sudah berada di China untuk dapat ke Great wall??. Terasa hampa rasanya sudah di daratan China tapi belum sampai di Great wall yang merupakan salah satu situs keajaiaban dunia. Perlu diketahui ternyata jarak kota Xuzhou ke Beijing hampir 900 km. Jika menggunakan bus membutuhkan waktu lebih dari 12 jam. Suatu perjalanan yang memakan waktu cukup lama dan melelahkan. Kamipun bermusyawarah dengan teman-teman bersama tim pendamping agar dapat memberikan solusi bagi kami yang sudah di China tapi belum sampai ke Great wall.

 

Akhirnya agar jarak waktu tempuh lebih efisien, kami sepakat untuk menggunakan kereta cepat dan menambah biaya transport. Dengan menggunakan kereta cepat,jarak 900 km ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam dengan biaya 300 yuan (kira-kira Rp 600.000). Ini adalah suatu pengalaman pertama yang luar biasa dapat naik kereta cepat sambil menikmati pemandangan yang indah sepajang perjalanan dengan sesekali masuk ke dalam torowongan bawah tanah. Ini suatu kemajuan mode transportasi yang luar biasa di China.

 

Setelah tiba di kota Beijing, kami langsung melanjutkan perjalanan menggunakan bus ke Great wall. Rasa haru menyelimuti saya saat dapat menapakkan kaki pada anak tangga Greats walls. Syukur alhamdulillah seorang guru yang dari desa dengan izin Allah dapat sampai di sini. Itu pikiran saya saat itu. Saat itu saya membayangkan bagaimana manusia dapat membangun tembok yang gagah ini? Berapa orang yang bekerja? Berapa biaya yang habiskan?? Serta berapa lama waktu untuk membangun tembok tersebut?. Di sekelilingnya tersaji pemandangan bukit batu yang sangat indah.

 

Saat melangkah kaki di anak tangga kita harus hati-hati karena ukuran setiap anak tangga dan derajat kemiringannya berbeda-beda. Saya pun sempat hampir terpeleset saat itu, untung pada bagian pingir tembok terdapat pegangan yang terbuat dari besi. Saya pun berpegangan pada besi tersebut untuk menaiki anak-anak tangga di Great wall. Entah berapa banyak anak tangga yang dilewati untuk sampai pada suatu Menara. Antar Menara satu dengan yang lain memiliki jarak hampir 1 Km dan kami hanya mampu melewati tiga Menara. Sebagai rasa syukur di Menara yang ketiga ini saya membentangkan bendera merah putih dan selempang rumah belajar. Seluruh teman-teman tampak gembira bisa sampai ke Great wall. Great wall merupakan suatu hasil mahakarya buatan manusia yang luar biasa yang sangat pantas mendapat julukan sebagai tujuh keajaiban dunia dari UNESCO.

 

Selama perjalanan ini kami didampingi oleh mahasiswa Indonesia yang kuliah di Beijing yang telah ditunjuk oleh Kedutaan Besar RI di China. Mereka mendamping kami dengan penuh rasa persaudaraan dan tanggung jawab. Mereka terus memantau rombongan untuk memastikan bahwa kami  tetap berada pada kelompok yang telah ditentukan. Bersama tim kami juga berkeliling ke beberapa sudut kota Beijing seperti ke Kawasan kota Terlarang  merupakan kompleks istana kekaisaran, Lapangan Tian Men yang merupakan pusat Pemerintahan negara China serta ke Kedutaan Besar RI. Walaupun hanya satu malam menginap di Beijing, kami ditempatkan di hotel yang sangat mewah oleh Kedubes RI.

 

Saya sudah sering menginap di hotel-hotel di Indonesia dalam berbagai event, tapi baru kali ini merasakan menginap di hotel yang sangat mewah ini. Sungguh suatu nikmat yang luar biasa dari Allah SWT. Sehubungan jadwal kepulangan ke kota Xuzhou sudah tiba, Kami dan tim bergegas untuk menuju stasiun setelah sebelumnya sempat berbelanja souvenir di salah satu pusat perbelanjaan di Beijing. Di perjalanan kami mendapat kabar baik dari Ketua tim kami yang menyampaikan bahwa dari Kedutaan Besar RI di Beijing memberikan bantuan uang transpor kami sebesar 500 yuan. Ini adalah sesuatu yang juga diluar dugaan kami, karena kami berpikir sudah sampai di Great wall itu adalah suatu yang luar biasa.

 

Suatu anugerah dan nikmat yang luar biasa dapat sampai ke Great wall. Tidak terbayangkan bisa berangkat ke sana dengan uang saya sendiri. Ini semua adalah buah kerja keras dan kerja ikhlas yang saya lakukan  dalam berkarya untuk anak bangsa dan semuanya ini adalah rencana Allah SWT yang tak pernah kita duga. Yakinlah bahwa Allah tidak tidur melihat usaha yang telah kita lakukan. Dengan keiklasan, Insya Allah proses tidak akan menghianati hasil yang akan berbuah manis diakhirnya

 

Tinggalkan Balasan