Membaca Dunia Dari Tiongkok

MEMBACA DUNIA DARI TIONGKOK

Oleh Yani*

 

Tiga tahun terakhir merupakan tahun yang penuh berkah bagi penulis, hal ini ditandai dengan banyaknya kesempatan yang diberikan untuk melakukan kegiatan pengembangan diri pada tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai dari workshop inovasi pembelajaran di Jakarta, perlombaan inovasi pembelajaran di Bali, bimbingan teknis jurnal ilmiah dan workshop perlindungan guru di Bogor, seminar nasional pendidikan dasar di Jakarta, kegiatan sejarah inti bangsa di Aceh dan mengikuti perlombaan guru berprestasi tingkat nasional di Jakarta. Pada awal tahun 2019 penulis diberi kesempatan untuk pertama kalinya belajar ke luar negeri dengan melakukan short course selama 21 hari di Tiongkok ( China ). Berkaitan dengan kesempatan yang diberikan untuk belajar ke China ini merupakan salah satu kesempatan yang diberikan setelah penulis mengikuti lomba Guru SMP Berprestasi tingkat Nasional yang Alhamdulillah memperoleh tujuh besar dari tiga puluh empat propinsi di Indonesia yang mengikutinya.

Ketertutupan Negeri Tirai Bambu banyak membuat orang ingin lebih tahu apa yang terjadi sebenarnya sehingga ingin mendapatkan tak hanya raihan pertumbuhan ekonomi yang mengesankan, tetapi konsep pendidikan yang banyak membuat decak kagum semua pihak. Sebagai contoh laporan termutakhir Programme for International Student Assessment (PISA) yang dilakukan organisasi negara maju (OECD, 2018) telah memperlihatkan dari pencapaian kualitas dari pendidikan di China yang terlihat mengalami peningkatan yang sangat signifikan sehingga peserta didik usia setingkat sekolah pada pendidikan dasar di China Daratan melesat jauh dengan menjadi ranking pertama dalam Membaca, Matematika dan Sains. Test PISA ini diakui cukup kredibel yang dilakukan oleh suatu lembaga yang sangat terpandang di dunia yang telah mengukur bagaimana peserta didik yang berusia setingkat sekolah pada pendidikan dasar di seluruh dunia telah menggunakan dari pengetahuannya untuk bisa menyelesaikan suatu masalah.

Pada bagian lain di jenjang pendidikan tinggi berdasarkan QS Word University Rankings 2020 terdapat tujuh universitas China termasuk Hongkong ( University of Hong Kong, The Chinese University of Hong Kong dan The Hongkong University of Science and Technology ) menjadi Top 10 universitas di Asia jauh meninggalkan Jepang dan Korea Selatan, serta Taiwan yang pada awalnya lebih maju. Tsinghua University, Peking University, Zhejiang University dan Fudan University merupakan empat universitas di China daratan yang mampu bertengger di Top 10 Asia.

 

Dengan salah satu pencapaiannya yang memukau tersebut, China justru semakin terbuka untuk belajar dan saling membuka informasi serta bekerjasama dalam dunia pendidikan dengan negara lain. Atas kerjasama Pemerintah China dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang membuat program untuk memberikan kesempatan kepada guru untuk belajar ke luar negeri. Dalam hal ini penulis berkesempatan untuk menimba ilmu tentang pendidikan di China. Ada banyak rekan-rekan guru hebat yang diberangkatkan bersama dalam kegiatan short course pada tanggal 3 s/d 23 Maret 2019 sebagai salah satu bentuk penghargaan sebagai Guru Berprestasi.

 

Masih teringat dengan jelas suara handphone berdering pada awal bulan Pebruari 2019 yang penulis rasakan bahwa pada saat itu mendengar khabar dari bu Isti dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memberi tahu bahwa penulis akan diberi kesempatan untuk melakukan short course ke luar negeri pada saat itu. Betapa bahagianya mendengar khabar baik tersebut, yang tetap masih diingat penulis sampe hari ini adalah pertanyaan “Apakah Bapak pernah mengikuti pelatihan ke luar negeri sebelumnya ?” tentu saja penulis menjawab belum pernah karena baru pertama ini diberi kesempatan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.

 

Penulis dengan diberi kesempatan hal ini maka yang ada dalam pemikiran penulis berarti bisa dikatakan sama dengan “membaca dunia dari Tiongkok”. Mengapa demikian karena sebagaimana diketahui China merupakan negara yang yang memiliki kemajuan yang pesat di semua aspek kehidupan dan merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia dengan demikian kesempatan yang diberikan ini bisa dianalogikan “membaca” China berarti bisa dikatakan sama dengan membaca dunia. Sebelum melakukan pemberangkatan ke China kami terlebih dahulu diberikan pembekalan menjelang keberangkatan sebagai persiapkan menuju saat pelaksanaan dan demikian sebaliknya setelah pulang dari negeri Tirai Bambu diminta untuk melaporkan hasil kegiatan. Tepat awal Maret 2019 kami berangkat menuju China melalui Bandara Soekarno Hatta di Jakarta, transit terlebih dahulu di Hongkong dan selanjutnya melanjutkan perjalanan kembali menuju Kota Nanjing provinsi Jiangsu-China. Perjalanan berikutnya dari Kota Nanjing dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Kota Xuzhou tepatnya menuju tempat penulis akan menimba ilmu yaitu di kampus Chinese University of Meaning Technology ( CUMT ).

 

Hari demi hari penulis lalui selama kurang lebih 21 hari belajar di negeri tirai bambu,  banyak hal yang kami dapatkan dalam hasil belajar diantaranya tentang materi dalam hal pendalaman tentang STEM ( Science, Technology, Enginering and Mathematic ) dan HOT ( Higher Order Thinking ), visitasi ke lembaga pendidikan dan visitasi kebudayaan. Adapun sub materi yang kami dapatkan diantaranya ada penjelasan orientasi awal yang disampaikan oleh Departemen Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok dan pengenalan kampus CUMT. Pada bagian lain penulis diberi kesempatan untuk mengikuti kursus dasar diantaranya mengenal abjad China, pelafalan abjad China dan berlatih membuat kata atau kalimat dalam bahasa China. Berikutnya dilanjutkan dengan ada teori dan praktek pembelajaran yang dikenal dengan learning in, speacking out,  inquiri dan action plan, serta penulis dikenalkan juga dengan adanya tradisi minum teh di China dengan diberikannya penjelasan tentang karakteristik dan jenis-jenis teh yang ada di China.

 

Visitasi ke lembaga pendidikan diantaranya melakukan kunjungan selain di kampus induk yaitu  Chinese University of Mining Technology ( CUMT ) juga melakukan kunjungan ke Nanhu Campus 1 (National Enginering Research Center of Coal Respiration dan Purification), Nanhu Campus 2 (State Key Laboratory for Geomechanic and Deep Underground EngInery), SD Wang Jie, The Secondary School Affiliated to CUMT, Xuzhou Xinjuan Junior High School dan Xuzhou Technological Innovation Center.

 

Selama sekitar tiga minggu di Negeri Tirai Bambu penulis juga melakukan kunjungan kebudayaan dan tempat lainnya yaitu Ziwey, Forbiden City, Danlon Lake, Great Wall, Ziwey Academy, Yunlong Lake, Su Shi Pagoda, Confucius Temple, Aquatic Exhidition Hall, Hubu Hill Ancient Local Style, Immperial Edict Museum dan Danlon Lake.

 

Keberhasilan konsep pendidikan yang diterapkan hasil pengamatan penulis setelah melakukan visitasi ke lembaga pendidikan di China tidak terlepas dari konsep dan landasan yang mendasarinya yaitu culture, nation dan country. Pendidikan yang diterapkan memiliki gaya tersendiri diantaranya (1) fokus pada implementasi pembelajaran berbasis masalah pada saat melakukan pembelajaran di kelas; (2) meningkatkan metode mengajar guru; (3) menjalin hubungan yang baik antara guru dengan siswa serta berusaha meningkatkan  antusiasme siswa  pada proses belajar mengajar; (4) meningkatkan kualitas dalam pengelolaan kelas pada saat mengajar dari guru dan kemampuan siswa dalam menciptakan belajar aktif pada proses pembelajaran; (5) meningkatkan pengalaman dan selalu berinovasi dalam mengajar bagi guru berdasarkan pengalaman yang dialaminya untuk selalu lebih baik; (6) meningkatkan kemampuan dalam penguasaan  ICT untuk mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi pada saat pembelajaran dengan dukungan sarana yang memadai; dan (7) meningkatkan efektifitas evaluasi pembelajaran terhadap kualitas pembelajaran yang telah dilakukan.

 

Prinsip pembelajaran yang diterapkan antara lain memperhatikan potensi dan bakat siswa, pembelajaran demokrasi, konsep belajar mandiri serta kesempatan yang adil dan merata. Pembiasaan pembelajaran dilakukan dengan cara belajar mandiri, pembelajaran inquiri, mengajar untuk belajar, mutual learning dan enlighten learning. Tahapan pembelajaran dilakukan dengan cara belajar mandiri, diskusi kelompok, komunikasi, pertukaran atau pertunjukan, tanya jawab, ekspansi, evaluasi, umpan balik, kesimpulan dan refleksi. Prinsip dalam evaluasi dilakukan dengan prinsip teaching by learning, kondisi emosional siswa, partisipasi siswa, dan ketercapaian tujuan pembelajaran.

Ilmu dan pengalaman yang penulis peroleh selama belajar di negeri Tirai Bambu diharapkan bisa membawa manfaat dan menjadikan inspirasi bagi pembaca sehingga bisa membawa kemajuan bagi dunia pendidikan dinegeri kita tercinta, semoga….!

 

Penulis :

Guru SMPN 4 Cibadak, Kabupaten Lebak – Banten

Peserta Soft Course di CUMT China Tahun 2019

Peraih Hardiknas Award dari Bupati Lebak Tahun 2019

Finalis Guru Berprestasi Tahun 2018

Finalis Lomba Inovasi Pembelajaran Tahun 2017

Tinggalkan Balasan

1 komentar