PAHLAWAN SUKSESKU

“Cak Hasan (panggilanku),” Cak Mol memanggilku sambil memegang pundakku dari belakang yang membuatku kaget karena saat itu aku lagi serius membaca buku di perpustakaan.

Ku toleh ke belakang sambil memegang buku yang ku baca. “Oooo Cak Mol “ (pangilanku ke dia), “Bikin kaget aja Cak Mol, ada apa ?,” tanyaku ke dia. Nama lengkap Cak Mol adalah Molyono, dia kelas XII MA dan aku adik kelasnya yakni kelas XI.

Sambil duduk di depanku Cak Mol menunjukkan brosur LBB Harapan (LBB terbesar di Indonesia). “Apa sudah tau besok ada undangan gratis dari LBB Harapan Cabang Jombang ?,” tanya Cak Mol padaku. LBB Harapan adalah lembaga bimbingan belajar yang terkenal sukses membimbing dan mengantarkan siswa siswa yang ingin melanjutkan kuliah di perguruan perguruan tinggi ternama di Indonesia. LBB tersebut tiap tahun mengundang siswa siswa untuk mengikuti promosi trik trik menarik/jitu yang termuat di modul modulnya. Hal itu dilakukan agar semakin banyak siswa yang mengikuti les di LBB Harapan.

 

Dengan rasa semangat ku tanya dia : “Apa benar ? bukannya itu untuk kelas akhir seperti Cak Mol ?” . Sambil membuka brosur LBB Harapan dan menunjukkan isi undangannya. “Coba baca ini Cak Hasan ,” pinta Cak Mol padaku. “Wah sip ini Cak Mol ternyata untuk semua siswa”, dengan raut wajah senang ku tepuk tangan Cak Mol. Saat yang sama dari kejauhan muncullah seorang lelaki berambut hitam pendek keluar kantor madrasah dengan langkah cepat  masuk ke perpustakaan. “San ini buatmu sama Mol”, omongnya padaku dengan menyodorkan sesuatu. “Makasih Cak Anshor”, jawabku kaget sambil kuulurkan tangan ke dia. Dengan cepat kubuka bungku yang terasa hangat. Tangan ini terasa ingin cepat membukanya. Perut yang sejak pagi tadi belum terisi seakan bergejolak ingin segera diisi. Kakaku M. Anshori tau kalau aku tadi pagi belum sarapan karena ibu belum mmemasak nasi karena baru membeli di toko sebelah. Kak Anshor keluar perpustakaan dan kulanjutkan percakapanku dengan Molyono.

“Di mana tempatnya ya”, tanyaku meneruskan percakapan. “Di GOR Kabupaten jam 08.00 WIB”, jawab Cak Mol.

Bel istirahat berbunyi membuatku harus mengembalikan buku perpustakaan yang ku baca, ku berikan ke petugas bukunya, karena nanti akan dikembalikan sendiri olehnya ke rak rak buku perpustakaan. Salam keluar ku ucapkan ke petugas perpus. Ku ambil sepatu di rak penitipan depan perpus. Sambil keluar bersama Cak Mol aku bertanya ke dia. “Berapa siswa dari MA kita yang besok ikut ?”

“Kalau melihat kuotanya sekolah kita dijatah 20 orang”, jawabnya. “Berarti besok kita naik apa,” tanyaku dengan semangat. Cak Mol yang waktu itu sebagai mantan ketua osis tentunya mempunyai pengalaman harus menghubungi siapa jika ada kegiatan kegiatan siswa ke luar sekolah. “Gini aja kita mampir ke ruang Pak Jat (waka kesiswaan saat itu),”pinta Cak Mol. Pak Jatmiko (nama lengkapnya) orangnya sangat disiplin. Beliau tidak sembarangan mengijinkan siswa keluar tanpa ada kegiatan yang menguntungkan. Menguntungkan untuk perkembangan siswa dan kemajuan madrasah.

 

Saat perjalanan ke ruang Pak Jatmiko, kami berjumpa Bu Mir (nama lengkapnya Mir’atus Sakdiyah) yang keluar dari kantor ruang guru sambil membawa buku siap mengajar. Bu Mir guru mata pelajaran Biologiku salah satu guru idolaku. Setelah jam istirahat di kelasku mata pelajaran biologi.

“Mau kemana kamu,” tanya Bu Mir ke kami berdua. “Kan kelasmu waktunya saya, “ lanjut beliau sembari menunjuk ke arah aku. “Maaf ibu, kami mau menghadap ke Pak Jat”, jawabku sambil menunduk.

“Ada apa ?,” tanyanya lagi. “Besok mau minta ijin kalau besok beberapa siswa mau menghadari undangan dari LBB Harapan di GOR Kabupaten. “Tentang apa undangannya ,” tanya beliau lagi.

Dengan mengusap keringat karena kepanasan di depan teras Cak Mol menjawab : “Tentang motivasi dan trik jitu”. “Ooo bagus itu, silahkan jangan lama-lama”, pinta Bu Mir ke kami.

“Ya ibu makasih”. Jawab kami berdua.

 

Kami ucapkan salam masuk ke ruang kantor, beberapa guru dan staf karyawan menjawab dan mengijinkan kami masuk. Pak Muslih (salah satu karyawan) bertanya : “Ada apa ?”. “Kami ingin bertemu Pak Jat,” jawabku. Dengan tertawa Pak Muslih sambil mengatakan : “Lhoooo barusan saja keluar”. “Kapan Pak Jatmiko kembali ke madrasah ?” tanyaku.

“Insyaalloh jam 12.30 WIB, karena ada pengarahan lomba di KKM (Kelompok Kerja Madrasah) “, jawabnya. Akhirnya kami berdua minta ijin untuk kembali ke kelas masing-masing.

 

Dengan sedikit kecewa dan raut wajah yang kusut kami berdua berjalan keluar dari ruang kantor menuju kelas masing-masing. “Kok ya pas nggak ada Pak Jat”, gerutu dalam hatiku sambil masuk kelas mengikuti pelajaran.

Bel pelajaran dibunyikan tanda berakhirnya pelajaran, semua siswa bersiap siap menunaikan Salat Dhuhur berjamaah di masjid. Aku juga melakukan persiapan. Saat menuju tempat wudhu dari jauh terlihat Pak Jatmiko keluar dari kantor memanggilku. “Saaaan…..” panggilnya padaku yang ketika itu mau mengambil air wudhu. Aku langsung lari menuju beliau. “Ya Bapak” , jawabku sambil menunduk. “Tolong panggilkan Molyono”, pintanya sambil berdiri bersandar pada tiang kantor. “Ya Bapak”, jawabku sembari lari ke Cak Mol yang masih dalam kelas.

 

Cak Mol dan aku menuju ruang kesiswaan. Pak Jatmiko selaku waka kesiswaan menjelaskan besok ada undangan dari LBB Harapan. Ditunjukkan daftar siswa yang diikutkan, kulihat namaku dan Cak Mol ada di daftar tersebut. Aku dan Cak Mol diminta beliau menghubungi teman teman yang diikutkan, karena sehabis Salat Dhuhur akan ada penjelasan teknis pemberangkatan dari Pak Jatmiko.

 

Suara ayam mulai terdengar bersautan, pada hal waktu itu belum masuk Salat Shubuh. Dinginnya udara saat itu tak kurasakan, hilang tak terasa oleh semangat ingin segera menghadiri undangan dari LBB Harapan. Air wudhu kuambil untuk bermunajat kepada Sang Kholik dengan melaksanakan Salat Tahajjud.

Mentari pagi mulai memunculkan wajahnya yang cerah, secerah semangatku untuk segera berangkat. Banyak aktifitas pagi yang kubatalkan demi persiapan ke GOR Kabupaten. “Bu saya berangkat”, ijinku ke ibu. Waktu itu bapakku sudah berangkat kerja di pabrik habis shubuh. “Lho kok pagi sekali, tasmu kok nggak dibawa ? “ tanya ibuku. Aku sengaja tidak memberitahu ibu tadi malam kalau ada undangan LBB Harapan di GOR Kabupaten. Karena aku tidak ingin membebani orang tuaku. “Itu saya mewakili sekolahan menghadiri undangan LBB Harapan di GOR Kabupaten”, jawabku. “Kok nggak bilang bilang”,  tanya ibuku sembari memberi makan ayamnya. “Ya ibu gak pa pa”, jawabku sambil membetulkan ikat pinggangku. Kujabat tangan beliau sambil mengucapkan salam.

 

“Ini tambahan uang saku San ?” sambil menyodorkan tangan Cak Anshor memberiku uang. “Makasih Cak”, ucapan terimakasihku padanya. Tiba di madrasah, siswa siswa yang ditunjuk memasuki kendaraan dan melakukan perjalanan ke GOR Kabupaten. Tak terasa saya dan teman teman telah tiba di GOR Kabupaten. Kami isi daftar hadir. Perasaan gembira dan penasaran yang ada dihati ini terasa tak terbendung untuk segera menerima trik trik jitu dari LBB. Lalu lalang siswa masuk gedung dan duduk dengan rapi. Aku dan Cak Mol duduk di deret bangku ke dua. Selang beberapa menit, terlihat pembawa acara mulai menuju mimbar. Serangkaian acara dimulai, berbagai macam promosi trik trik cepat dalam menjawab soal dikemukakan oleh para  pembicara LBB. Ada acara kuis yang dinanti nanti. Kuis yang berhadiah modul bagi yang sukses menjawab. Aku berusaha ambil bagian, tapi nasib belum berpihak padaku. Sungguh beruntunglah Cak Mol yang waktu itu dapat kesempatan menjawab dan  akhirnya dia mendapat kenang kenangan modul dari LBB.

 

Seiring berjalannya waktu, Cak Mol dan teman temannya yang berada di kelas akhir dinyatakan lulus semua. Ku dengar Cak Mol diterima kuliah di perguruan tinggi negeri di Malang. Sekarang kelaskulah yang berada di kelas akhir. “San ke sini”, Cak Anshor memanggilku. “Ada apa Cak”, jawabku ke kakaku yang waktu sedang keluar dari kantor. “Gimana nanti habis pulang sekolah kamu tak daftarkan ke LBB Harapan”, tawarnya melanjutkan. Perasaan kaget dan seakan tak percaya apakah tawaran kakaku itu mimpi atau fakta. Bila membaca brosur brosur dari LBB Harapan yang tahun lalu kudapatkan sangatlah tidak mungkin aku bisa menimbah ilmu di sana. Ekonomi orang tuaku untuk biaya hidup sehari hari aja kadang kadang masih mencari pinjaman. Dengan gembira ku jawab : “Ya Cak”. “Kamu harus menjadi yang terbaik San”, jangan membebani orang tua” pesen kakakku sambil berjalan denganku ke kantin. “Ya Cak” jawabku dengan raut muka karena mau didaftarkan ke LBB ternama.

 

Dimasukkanlah aku oleh kakaku ke dalam kelas reguler. Kelas yang masuk tiap hari mengikuti bimbingan. Aktifitas sekolah dan les kujalani bersamaan. Aku tak ingin mengecewakan kakakku. Memasuki bulan bulan akhir serangkaian ujian sekolah sudah kujalani. Aku dan teman temanku dinyatakan lulus semua. LBB Harapan ada kelas PIKSE. Kelas khusus untuk persiapan masuk PTN setelah ujian akhir sekolah secara nasional. Dan lagi lagi kakaku mendaftarkan aku ke dalam kelas PIKSE.

 

Tibalah pendaftaran ke PTN kujalani. Ujian masuk PTN selama dua hari telah kulewati. Satu bulan berselang, aku mencoba cari info lewat koran. Saya ingat pesan kakaku bahwa aku harus menjadi yang terbaik tidak membebni orang tua. Tapi apa yang terjadi, bagai disambar petir, kucari namaku tidak tercantum sebagai mahasiswa yang lulus ujian PTN. Sungguh aku telah mengecewakan kakakku. Tapi dia tetap menyemangatiku. Kakaku menyarankan kuliah di PT swasta dikota. Kuambil jurusan pendidikan matematika. Perkuliahan demi perkuliahan ku jalani sampai aku lulus sebagai sarjana matematika dengan dibiayai penuh oleh kakakku. Aku mulai melamar dan diterima sebagai guru matematika dibeberapa sekolah dan madrasah.

 

Hari demi hari kegiatan mengajar kulakukan. Keinginan untuk menuntut ilmu terus berlanjut. Ku panjatkan doa agar aku bisa melanjutkan kuliah lagi, syukur syukur ke PTN. Dua tahun setelah lulus kuliah S1, ada tawaran bea siswa S1 kedua ke PTN di Malang dari Kementerian Agama RI. Aku mencoba untuk daftar dan tes, alhamdulillah aku lulus dengan bea siswa penuh dari Kementerian Agama. Serangkaian pendidikan aku jalani akhirnya dua tahun aku lulus sebagai sarjana kimia.

 

Setelah lulus, kakakku yang waktu itu juga sebagai Tenaga Tata Usaha di STM menawari aku masuk sebagai guru di STM. Kegiatan sebagai guru di STM kujalani sembari mengikuti tes CPNS. Alhamdulillah dengan ijin Allah SWT, aku diijinkan menjadi PNS seperti sekarang ini dengan ijazah S1 ke dua.

 

Terimakasih kakaku M Anshori. Kebaikanmu tak kan terlupakan. Hanya doa yang bisa kupanjatkan untukmu. Semoga engkau dan keluargamu selalu diberi keberkahan rizqi, serta kesehatan lahir dan bathin. Pesanmu untuk hidup mandiri dan menjadi yang terbaik tak pernah kulupakan. Juga pesan kedua orang tuaku bahwa usaha bathin munajad kepada Sang Kholik tidak boleh kendor karena kesuksesan yang telah diraih. Tak lupa kudoakan buat kedua orang tuaku yang telah menghadap ke Ilahi Robbi, semoga mendapatkan Rahmat, Ampunan, dan Tempat yang layak di sisi-Nya. Aaamiiin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROFIL

 

 

Nama : AHSANUDDIN, S.Pd, M.MPd

 

Dilahirkan di kota Jombang, tepatnya Desa Bulurejo, RT. 011, RW. 002 Kec. Diwek Kab. Jombang, pada tanggal 10 Oktober 1975. Merupakan anak ke tiga dari enam bersaudara dari pasangan Moh. Sholeh dan Sri Nasifah. Menempuh pendidikan dimulai dari MI Al Urwatul Wutsqo Bulurejo (lulus tahun 1989), MTs Al Urwatul Wutsqo Bulurejo (lulus tahun 1992), MA Al Urwatul Wutsqo Bulurejo (lulus tahun 1995), STKIP PGRI JOMBANG (lulus S1 Pendidikan Matematika tahun 1999),  Universitas Negeri Malang (lulus S1 Pendidikan Kimia tahun 2003) dan STIE Indonesia Malang (lulus S2 Magister Manajemen Pendidikan tahun 2013). Penulis adalah guru PNS mata pelajaran IPA di MTsN 2 Jombang, yang mempunyai hobby membaca dan bertanam. Mempunyai cita-cita  agar hidupnya bermanfaat bagi orang di  sekitarnya, agama , bangsa dan negara. Menjadi orang yang sukses di  dunia dan akhirat.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan