KMAA#41: Calon Imam

Ketukan di pintu membuat lelaki jangkung itu membuka mata, sembari melirik jam yang teletak di atas meja. Dia melompat dari pembaringan dan  langsung membuka pintu. Senyum lembut wanita yang melahirkannya

KMAA#40: Wasiat

Kring…kring…kring Deringan ponsel itu terdengar berulang-ulang membuat Bayu mendekati kamar kakaknya. Namun sosok yang dicari tidak ada di sana. “Kak ponselnya berdering terus. “Tolong angkat dek, kakak masih di kamar

KMAA#39: Tak Terduga

Lima hari pasca insiden kecelakaan pesawat, keluarga korban masih dirundung duka sembari menanti penuh harap. Doa terus dipanjatkan berharap orang-orang tercinta selamat dan ditemukan. Rumah Bu Nely masih ramai dikunjungi

KMAA#37: Bertemu Calon Mertua

Sambil bersenandung kecil, Fadli memainkan kunci mobilnya, wajahnya tampak gembira, senyum terkembang. Langkahnya tertahan begitu mendengar suara wanita menyapanya. “Ada apa gerangan putra ibu, kelihatannya senang sekali,” ucap Bu Nely

KMAA#36 : Melayang

Fadli duduk di belakang kemudi. Mobil melaju dengan kecepatan tidak terlalu kencang. Sesekali matanya melirik kendaraan di belakang melalui kaca spion. Lagu “Bila rasaku ini rasamu” dari Kerispati mengalun syahdu

KMAA#35: Gejolak

Kring…kring…kring Dering panggilan masuk dari ponselnya membuyarkan lamunannya. Diraihnya gawai yang tergeletak di lantai. Tidak ada nama tertera, hanya deretan nomer asing yang masuk. Merasa tidak mengenal nomer tersebut dia

KMAA#34: Mencari Jejak

  Langkah kaki gadis itu menyusuri lorong rumah sakit, sesekali dia melempar senyum kepada setiap orang yang ditemuinya. Dia langsung menuju loket lima dan menyapa petugas yang sedang duduk di

KMAA#33: Tragedi

Bergelut dengan pendidikan sudah menjadi kebiasaan Aisyah. Tidak heran jika waktunya  dihabiskan untuk mengajar di kampus dan membuka bimbel di lokasi yang ia sewa tidak jauh dari rumahnya.Terkadang muncul rasa

No More Posts Available.

No more pages to load.