Selalu Do’a

Menulis Itu Asyik

Kios tambal ban motor

Istri ku kerap tersenyum bila membaca tulisan ku di Web YPTD.

 

Entah apa yang bikin tersenyum belahan hati ku.Padahal aku tidak menulis cerita lucu.

 

Bikin dirinya tersenyum dengan baca tulisan ku, cukup bahagia pula aku, artinya orang pertama yang mengapresiasinya.

 

 

Hari ini sedang berkegiatan di Kabupaten atas undangan pada kelompok UMKM nya.

 

Istri merupakan pelaku home Made dapoer radhea spesialis kue ulang tahun dan kue kering.

 

Pamit berkegiatan ternyata mengirimkan poto lewat whatsapp, di perjalanan terkendala bocor ban.

 

” Yah, bocor ban motor”

“tapi sudah di tukang tambal ban”

nampak kiriman chat istri dilayar WhatsApp ku

 

Kendala tersebut di jalan raya antara Sajira- Rangkasbitung Lebak.

 

Alhamdulillah di sekitar jalan raya itu penyedia jasa tambal ban cukup banyak.

 

Biar pun sudah renta namun nampak sigap melakukan pekerjaannya.

 

Hal itu terlihat pada video WhatsApp yang dikirimkan.

 

 

Tentu melihat kondisi renta sontak hati ini terenyuh, segera mengetik chatt pada istri untuk tidak sekedar memberikan standar harga penambal, tapi memberi lebih.

 

” siap yah, sudah itu juga”

“kasihan” ungkapnya.

 

Renta namun masih sigap bergerak alhasil kegiatan istri tidak ketinggalan waktu yang sudah terjadwal.

 

Dikirim pula Poto keberadaan di lokasi kegiatan, nampak bersama Ma Itoh penggiat home industri pemilik brand ” Ma Itoh”. dkk, pelaku home Made lainnya.

 

Acara sepertinya berjalan lancar, hikmah dari tulisan ini tentu saya ingin menyampaikan. Bahwa hendaknya kita akan berpergian berdoalah menurut keyakinan kita masing masing.

 

Berkehendak ikhtiar dan upaya kita mendapatkan kemudahan dan kelancaran dari Allah SWT. Aamiin.

 

Berdo’a lah untuk kebaikan diri kita dan sesama.

 

Salam Literasi

Penulis:

Asikin Widi Jatnika

Tinggalkan Balasan

News Feed