Hati Itu Hanya Kita

Deden Muncang Lebak

Andaikan bapak tidak mengajari dan mencontohkan bahwa hidup itu harus diperjuangkan dan banyak tantangan mungkin selalu egois menjalani dan menghadapi masalah,  terasa sekali hikmah nasihat tersebut.

 

Bila hati tidak di filter dengan Keimanan tak terbayang apa jadinya, bila dilandasi iman dan taqwa hidup akan seimbang nyaman dan damai ungkap bapak semasa hidupnya.

 

Nasihat itu terasa sekali dan dapat dipahami ketika berajak dewasa.

 

Semisal, mungkin sudah dua minggu berlalu, dihadapkan pada masalah yang sebenarnya tidak mesti terjadi. Pengalaman masalah ini sangat berkaitan dengan tanggung jawab ku sebagi pelayan masyarakat.

 

Sebetulnya hal sepele, akan tetapi menjadi ber tele-tele karena prasangka hati yang bergejolak dari orang lain.

 

Lebih parahnya lagi kondisi tersebut dimanfaatkan oleh orang lain, turut campur dan melebih-lebihkan persoalan. Padahal bila mau mendengarkan penjelasan ku yang sesungguhnya mungkin tak akan terjadi penyesalan di akhirnya.

 

Sejatinya pikiran negatif yang di persangka kan tidak benar. Karena sesungguhnya saya sangat senang ketika bisa meringankan dan membantu orang lain sesuai kemampuan dan bila tujuannya baik.

 

Sebetulnya bila “ sarua na” (sama-sama ngototnya) akan berkepanjangan, tetapi berkat hikmah nasihat dbapak dan ibu dipegang teguh anak-anaknya, belajar sabar atas apa yang dialami serta dijalani  dasarnya iman serta taqwa. Alhasil masalah teratasi dengan baik dan santun.

 

Yang paling membahagiakan tanpa disadari terbangun niat saling percaya dari kami. Karena setiap permasalahan pasti ada hikmah untuk dipetik.

 

Pembaca yang Budiman. Tulisan ini bila pun sederhana, semoga bisa menjadi bahan pengingat. Bahwa manusia semua tak luput dari kekurangan dan ke salahan. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya untuk diselesaikan selama ada niat untuk kenyamanan dan kedamaian hati

 

Sebaik-baiknya manusia, memberikan manfaat baik bagi orang lain.

Sebaik-baiknya maaf adalah lebih dulu memaafkan.

Sebaik-baiknya penghalang bagi prilaku keburukan adalah Iman dan Taqwa.

Sebaik-baiknya sahabat sejati dalah kedua orang tua.

Sebaik-baiknya penjaga hati adalah Iman dan Taqwa

Mengalah untuk kebenaran lebih baik daripada ingin menang tetapi sejatinya merugikan.

 

Bila hati tetap dijaga dan dipelihara kesuciannya akan berbuah Silaturahmi. Aamiin

 

Salam Literasi

Lebak, 26 Agustus 2023

Penulis; Asikin Widi Jatnika

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan