MTsN 5 Jakarta: Pembentukan Kepengurusan Ekskul literasi Sekaligus Tatap Muka dengan Para Calon Penulis Baru.

MTsN 5 Jakarta: Pembentukan Kepengurusan Ekskul literasi Sekaligus Tatap Muka dengan Para Calon Penulis Baru.

Cing Ato
#TerusBerbagiTakHarapdibekali
#KelasBelajarMenulisMTsN5Jakarta

Jum’at, 25 Agustus 2023 kegiatan literasi di MTs N 5 Jakarta dibuka kembali. Setelah penulis berhasil menghantarkan dan mewujudkan impian para siswa untuk menulis dan menghasilkan karya pada angkatan perdana tahun 2022.

Kegiatan perdana ini adalah murni berbagi tak harap dibekali. Melihat para siswa ada yang berhasil menulis sudah merupakan kebahagiaan tersendiri bagi penulis. Bukan melihat besar kecilnya materi. Tetapi pada kepuasan hati.

Pada tahun pelajaran baru ini penulis mencoba membuka kembali kelas belajar menulis untuk angkatan kedua.

Ada yang berbeda untuk tahun ini dari tahun sebelumnya. Kali ini penulis bergerak dilabeli sebagai pembina literasi. Tentunya cakupannya lebih luas lagi. Yang menjadi permasalahannya adalah sanggupkah penulis untuk melakukan semua tugas sebagai seorang pembina literasi di saat penulis dalam kondisi separuh daya, karena masih berkursi roda.

Rasa ingin menolak itu ada. Namun, berpikir kembali kenapa tidak dicoba dahulu kesempatan yang ada. Karena mengingat tak menjabat sulit untuk bergerak, apalagi pejabat terkait tak bersahabat dan tak memberikan tempat, sampai meminta pun tak ditanggap. Padahal ingin sekali untuk diajak memajukan dunia literasi yang lebih moderat.

Dengan berbekal payung hukum sebagai pembina literasi bebas bergerak. Diawali dengan membaca Basmallah melesat jauh melangkah, menerobos dinding-dinding penyekat pembatas kreatifitas.

Setelah perencanaan sudah dibuat tuk modal bergerak. Ada dua konsen yang menjadi prioritas utama, membaca dan menulis. Membaca dan menulis secara umum yang bersifat menyeluruh, melibatkan para guru dan wali kelas. Prioritas kedua, pelatihan menulis, menerbitkan buku, majalah dinding, majalah cetak, dan Elektronik Majalah.

Pada prioritas pertama, setidaknya para siswa-siswi mempunyai buku bacaan ringan baik fiksi maupun non fiksi dan atau juga sekolah/madrasah menyiapkan pojok perpustakaan kelas pada setiap kelas. Pada waktu-waktu yang ditentukan para siswa wajib membaca buku. Misal, 20 menit pada setiap jam awal pembelajaran dan atau juga membaca secara bersamaan di halaman sekolah/madrasah. Tentunya pada akhir semester atau akhir tahun menyerahkan resensi buku yang para siswa baca. Hal ini bisa dijadikan sebagai tugas tambahan dari guru bahasa Indonesia.

Prioritas kedua, pelatihan menulis para siswa yang berminat menjadi penulis. Pelatihan ini tidak dipaksa, karena setiap siswa mempunyai pilihan dan kemampuan yang berbeda. Sebenarnya semua siswa pasti bisa menulis, karena itu salah satu kebutuhan dasar setiap siswa. Menulis bukan karena bakat dari lahir atau keturunan dari seorang penulis.

Menulis itu keterampilan, sama halnya seperti keterampilan yang lain. Jika, keterampilan yang lain butuh proses latihan yang intens hingga mereka bisa. Begitu juga dengan menulis. Untuk sampai terampil menulis butuh banyak latihan. Semakin sering latihan, seiring bergantinya waktu dan berubahnya musim, seiring itu pula tulisan menjadi renyah dan enak dibaca.

Hampir 60 orang yang menghadiri acara pembentukan pengurus ekskul literasi. Ada beberapa yang tidak hadir, karena waktunya berbarengan dengan ekskul paskibra. Di antara peserta yang hadir didapati beberapa siswa yang sudah menulis bahkan ada yang siap menerbitkan buku solonya. Mereka inilah yang perlu diwadahi oleh sekolah/madrasah khususnya penulis sendiri.

Teringat penyataan wakil bidang kurikulum “Dari sekian ratus peserta didik masa iya tidak ada yang senang menulis. Pasti ada di antara mereka yang senang menulis. Tinggal mereka butuh wadah yang menghimpun mereka. Nah, kegiatan literasi itulah wadah mereka.” Kurang lebih seperti itu intinya.

Dalam pembentukan pengurus ekskul literasi terpilih sebagai pengurus; ketua: Davina Aulia Zahro dari kelas 9.6, Wakil ketua: Brilliyan Darmawan dari kelas 9.2, Sekretaris: Ghaisani Nabihati Sunarto Muda dari kelas 9.6, Bendahara : M. Zaedan Azhar dari kelas 9.5, dan Sie Koordinator Kelas: 24 siswa perwakilan kelas 7-9.

Di samping pembentukan pengurus, selaku pembina literasi penulis menjelaskan seputar tentang persiapan kegiatan belajar menulis. Di antaranya waktu pelatihan menulis pada hari Jum’at pukul 13.30- 15.00 wib, wadah untuk menulis menggunakan smartphone atau laptop, dan para peserta diwajibkan mempunyai aplikasi blogspot, Facebook dan Instagram.

Adapun materi yang disampaikan pada pelatihan menulis di antaranya, yaitu: teknik menulis berbagai jenis tulisan, me-layout buku, majalah/koran, pembuatan E. Majalah, desain cover buku dan Forster.

Demikian sekilas tentang program literasi madrasah Tsanawiyah negeri 5 Jakarta.Terus berbagiĀ  tak harap dibekali. Semoga berjalan sesuai rencana dan akan lahir penulis-penulis muda.

Cakung, 26 Agustus 2023

Tinggalkan Balasan