oleh

Praktik Assesmen Diagnistik dalam Kumer

-KMAB-Telah Dibaca : 250 Orang

Oleh  : Hariyanto

 

Kurikulum Merdeka (kumer) saat ini juga menggunakan  filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara menyangkut  pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui pembelajaran berdiferensiasi. Sementara sebelum menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru harus bisa mengenali bakat, minat, kesiapan dan profil belajar siswa dengan cara melakukan assesmen diagnistik. Karena itu seorang guru kumer harus memahami assesmen diagnostik, sekaligus praktik di depan kelasnya.

Berbeda dengan  asesmen formatif (memantau dan memperbaiki proses pembelajaran serta mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran), atau  asesmen sumatif (menilai pencapaian hasil belajar dan mengambil keputusan di akhir suatu tahapan). Assesmen diagnostik biasanya diberikan di awal pembelajaran, untuk menganalisis keberagaman siswa di satu kelas tertentu, selanjutnya dipakai untuk dasar merancang pembelajaran yang tepat.  (pembelajaran differensiasi)

Assesment Diagnostik dibedakan menjadi 2 jenis : Non Kognitif dan Kognitif. Assesmen non kognitif yaitu Bertujuan untuk mengukur aspek psikologis dan kondisi em osional dari peserta didik sebelum memulai pembelajaran, lebih menekankan pada kesejahteran psikologis dan emosi peserta didik. Dilakukan di awal pembelajaran, dengan mengisi google form, bisa dikoordinir oleh wali kelas, kemudian hasilnya bisa disampaikan ke masing-masing guru pengajarnya.

Assesmen kognitif bertujuan Bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar peserta  didik pada topik sebuah mata pelajaran, dapat memuat satu atau lebih topik mata pelajaran. Dilakukan ol eh s e tiap gu ru mata  pelajaran diawal pembelajaran pada setiap topik/ materi pelajaran baru.

Salah satu hasil dari assesmen diagnostik adalah untuk merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa, yaitu memperhatikan keberagaman siswa dalam hal kesiapan belajar, minat maupun profil siswa.  Untuk memetakan kebutuhan belajar sehingga guru dapat menentukan strategi pembelajaran yang tepat sesuai kondisi peserta didik.

Pada akhirnya muncul rancangan pembelajaran berdiferensiasi, yang mengakomodasi karakteristik peserta didik yang tumbuh di lingkungan, kondisi berbeda dan mempunyai potensi , bakat yang berbeda pula.  Ada 3 jenis pembelajaran berdiferensiasi yaitu  1) Diferensiasi konten/materi, mempertimbangkan pemetaan kebutuhan belajar murid baik itu dalam aspek kesiapan belajar, aspek minat murid dan aspek profil belajar murid atau kombinasi dari ketiganya. 2) Diferensiasi Proses, memahami apakah murid akan belajar secara berkelompok atau mandiri, menyediakan pertanyaan pemandu, mengakomodasi gaya belajar visual, auditori dan kinestetik, menggunakan pengelompokan yang fleksibel yang sesuai dengan kesiapan, kemampuan dan minat murid.

3) Diferensiasi Produk, hasil pekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukan pada guru, bisa berbentuk karangan, tulisan, hasil tes, pertunjukan, presentasi, pidato, rekaman, diagram, gambar dan sebagainya yang mencerminkan pemahaman siswa berkaitan dengan tujuan pembelajaran.

Salah satu manfaat assesmen diagnistik adalah untuk mengetahui gaya belajar siswa. Jenis gaya belajar siswa akan menentukan tehnik dan metode guru dalam merancang pembelajaran agar sesuai dengan gaya belajarnya. Ada 3 gaya belajar siswa dengan tes yang dikembangkan oleh John Holland : Visual, Auditori, dan Kinestetik .

VISUAL : menyerap informasi terkait visual, warna, gambar, peta, diagram dan bukti bukti konkret harus diperlihatkan  agar dipahami

AUDITORI : menyerap informasi melalui apa yang didengarnya, penekanan pada segala jenis bunyi dan kata, baik yang diciptakan maupun yang diingat. penjelasan tertulis akan lebih mudah ditangkap.

KINESTETIK : belajar paling baik dengan berinteraksi atau mengalami hal-hal disekitarnya, mampu memahami sesuatu dengan adanya keterlibatan langsung daripada mendengarkan ceramah atau membaca buku. Suka melakukan hal-hal dan menggunakan tubuh mereka untuk mengingat fakta.

Berikut contoh  form assesmen yang mengukur gaya belajar siswa, ( tidak perlu diisi, hanya bisa dipakai untuk sekedar contoh )

Gaya belajar dengan link: https://forms.gle/CZgP5eT4mGburXpw9

Asesmen diagnostik non kognitif : https://forms.gle/evUSDp5ZwXX3GrhY8

Asesmen diagnostik kognitif: https://forms.gle/cEFyRi3AVEt2xQHf6

Semoga bermanfaat.

 

Blitar, 11 Agustus 2022

Hariyanto

 

Komentar

Tinggalkan Balasan