Piala AFF 2022 : Final Vietnam dan Thailand Imbang

Piala AFF 2022, Vietnam gagal menang atas Thailand dalam leg pertama final. Mereka bermain imbang 2-2 dalam laga tersebut.

Pertandingan leg pertama tersebut berlangsung di My Dinh National Stadium, Jumat (13/1/23) mulai pukul 19.30 WIB. Sedangkan leg kedua nanti giliran Thailand sebagai tuan rumah di Thammasat Stadium, Rangsit pada Senin (16/1/23) pukul 19.30 WIB. 

Bagi tuan rumah The Golden Star, hasil imbang 2-2 tersebut sangat merugikan mereka. Padahal Tim asuhan Park Hang-seo ini sempat unggul 1-0 hingga turun minum berkat gol striker mereka, Nguyen Tien Linh.

Skuad Gajah Perang yang berstatus sebagai tim tamu, berhasil menyamakan kedudukan ketika laga babak kedua baru berjalan 3 menit.

Gol sundulan dari Poramet Arjvirai berhasill menjebol keperawanan kiper Dang Van Lam yang belum pernah kebobolan selama fase grup dan semi final. Poramet memanfaatkan umpan akurat dari Kapten Thailand, Theerathon Bunmathan.

Bahkan Thailand berbalik unggul pada menit ke-63 berkat gol dari kaki Sarah Yooyen. Kembali sosok Kapten Bunmathan menjadi aktor penting pemberi asis dalam gol kedua Thailand ini. 

Keunggulan Thailand ini membuat pelatih Vietnam asal Korea Selatn, Park Hang-seo terlihat gusar. Hal itu sangat jelas tampak di layar kaca televisi, wajahnya tampak galau luar biasa.

Pasukan Vietnam terus melakukan serangan gencar menekan pertahanan Thailand dengan permainan rapi dari kaki ke kaki. Beberapa peluang harus terbuang karena lini belakang Thailand sangat kokoh terorganisir.

Akhirnya gol yang mereka tunggu lahir juga dari tembakan keras di luar kotak penalti dari pemain pengganti Van Thanh Vu. Ini gol perdanya di ajang Piala AFF 2022 baginya.

Berawal dari sepak pojok dari sisi kanan pertahanan Thailand, bola di sundul bek Thailand keluar mulut gawang, tapi Than Binh Nguyen berhasil menguasai bola.

Kemudian di area kotak penalti Thailand itu, Than Binh menyodorkan bola kepada Van Tanh Vu. Pemain pengganti ini dengan satu kesempatan menembak keras ke gawang Thailand bersama kiper mereka, Kampon Phatomakkakul.

Gol penyama kedudukan yang terjadi hanya 2 menit sebelum laga berakhir, merupakan gol penyelamat muka sosok Park Hang-Seo. 

Sementara pelatih Thailand,Alexandre Polking tampak kecewa karena keunggulan tim asuhannya harus disamakan menjadi 2-2.

Apalagi pada waktu injury time, peluang emas Thailand juga gagal menjadi gol. Kiper Vietnam, Dang Van Lam luar biasa menggagalkan peluang gol tersebut.

Saat itu melalui serangan balik cepat bola berhasil dikuasai oleh sayap kanan Ekanit. Pemain pengganti ini hanya tinggal berhadapan dengan kiper Vietnam, tapi tendangannya berhasil digagalkan Dang Van Lam.

Vietnam sebagai tuan rumah sudah bermain maksimal dengan performa terbaik mereka. Namun Thailand mampu meredam aksi agresif setiap serangan Vietnam dengan sistem bertahan yang efektif.

Dari catatan statistik, terlihat mereka berimbang dalam penguasaan bola. Vietnam hanya unggul tipis dalam 54 persen penguasaan bola.

Begitu pula peluang tembakan tepat sasaran. Baik tuan rumah maupun tamu mereka sama-sama memiliki 5 tembakan dengan peluang emas.

Walaupun demikian Vietnam memiliki 7 tembakan yang jauh dari sasaran berkat lini belakang Thailand yang kokoh. Sementara itu Thailand sangat efektif melakukan serangan balik dengan dua gol yang mereka hasilkan.

Dengan hasil ini Tim Gajah Perang unggul dalam dua gol tandang. Mereka hanya memerlukan minimal hasil imbang tapi dengan tanpa gol untuk memastikan juara. Atau mereka imbang dengan di bawah dua gol yaitu 1-1.

Vietnam wajib menang pada leg kedua yang berlangsung di kandang Thailand. Hanya kemenangan yang memastikan juara bagi Vietnam. Atau bermain imbang dengan gol di atas 2 gol, misalnya 3-3, 4-4 dan seterusnya.

Selamat untuk Thailand yang sudah melangkahkan satu kaki sebagai juara pada final mereka yang ke-10 ini. Sekaligus bisa mempertahankan Piala AFF yang mereka rebut pada edsisi sebelumnya.

Selamat bekerja keras untuk skuad Vietnam dalam laga leg kedua tersebut untuk memperjuangkan meraih gelar juara.

Salam bola @hensa.

Tinggalkan Balasan