JIWA SEMANGAT 45

Assalamualaikum, saya kartika widiati tingkat 1A
Jiwa, semangat dan nilai kejuangan 45 telah terbukti kehandalannya dalam perjuangan, pencapaian kemerdekaan dan pengisian kemerdakan. Juga terbukti kehandalannya bagi kelestarian kehidupan berbangsa dan bernegara, hingga saat ini.
Oleh sebab itu bagi kita bangsa Indonesia harus bertekad baik secara individu, keluarga dan masyarakat untuk melestarikan jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan 45, tentu melaluipenghayatan, penerapan dan pengamalan dalam kehidupan kita sehari-hari dan bertekad untuk menyebarluaskan atau mentransformasikan kepada generasi di belakang kita.
Pancasila dan nilai-nilai yang dikandungnya, sejak semula dan masih relevan dalam konteks kesekarangan, misalnya mengenai Ketuhanan dengan beragama secara berkebudayaan, demokrasi politik harus menyatu dengan demokrasi ekonomi, badan permusawaratan rakyat sebagai wadah perjuangan yang konstitusional bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh berbagai kepentingan yang dilakukan dengan saling hormat mengormati, begitupula masalah kebangsaan tidak boleh sempit menjadi chauvinisme dan kosmopolitisme, tetapi menjadi keluarga besar bangsa-bangsa di dunia ini,yakni internasionalisme.
Strategi penanaman dan penghayatan jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan 45dapat dilakukan melalui pendekatan agama dengan penghayatan yang benar dan luas, melalui pendekatan rasional pada berbagai lembaga pendidikan, pembiasaan dan keteladanan di rumah tangga maupun keteladanan para pemegang kekuasaan serta melalui organisasi massa dan organisasi politik dengan pendidikan politik bagi kader-kadernya.
Ada beberapa karakter bangsasaat ini sedang mengalami degradasi, seperti lemahnya kejujuran, tidak amanah, kurang mandiri, rendahnya etos kerja, menerabas, hura-hura, rendahnya inovasi, kurang disiplin, dll. Padasementara generasi muda, berkembang sikap gengsian, etos kerja rendah, kurang kerja keras, kurang disiplin, intelektualis, tidak mandiri, bahkan hura-hura, kurang inovatif dan formalistis.
Dampak dari semua itu,lahirpandangan yang rendah seperti orientasi ke kinian kurang berorientasi ke depan, orientasi symbol seperti mementingkan ijazah, titel bukan kualitas. Akibat hura-hura, waktuterbuangdanakhirnya lambat mandiri seperti telah lulus S1bahkan S2 masih tidak mandiri, dewasa dipaksakan, kurang berkembang, kurang prospektus, pengangguran, lari ke narkoba, dan perilaku menyimpang lainnya.
Sebuah negara bangsa menjadi maju bilamanasetiap individu penduduk Indonesia mampu mengembangkan beberapa karakter unggul untuk menyongsong masa depannya. Beberapa karakter unggul tersebut, antara lain.
1.Karakter mandiri yang didukung oleh sikap kerja keras dan tidak gengsian.
2.Kreatif dan inovatifyakni selalu berupaya untukmenemukan gagasan dan temuan baru bagi kehidupanyang sejahtera.
3.Disiplin dan cinta kualitasdengan menghindari sikapseadanya, hura-hura, dan formalistis.
Untuk semua itu perlu ditelorkan berbagai kebijakan yang mendukung proses pelestarian jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan 45.

Tinggalkan Balasan

News Feed