Bagaimana Menjadi Guru Yang Produktif

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa sebagai hamba Allah SWT, manusia diciptakan semata mata untuk beribadah dan mengabdi kepadaNYA. Allah SWT menciptakan alam semesta ini dengan segala keteraturannya agar menjadi pelajaran bagi manusia untuk menambah keyakinan terhadap kebesaran Allah SWT.

Fenomena yang terjadi di alam semesta ini merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT sebagai dasar bagi manusia untuk mendayagunakan akal dan pikiranya. Ayat pertama yang diturunkan Allah SWT adalah perintah agar manusia mau membaca. Perintah ini diturunkan pada saat Alqur’an belum ada seperti sekarang. Ini artinya dalam memahami ilmu Allah, tidak cukup dengan hanya membaca Al Qur’an secara leterleg saja akan tetapi kita harus mampu membaca segala peristiwa yang terjadi di alam semesta ini.

Salah satu tantangan bagi kita terutama sebagai guru atau pendidik adalah bagaimana memahami ayat ayat kauniyah Allah SWT baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis sebagai bahan renungan untuk menemukan fakta dan teori baru dalam merencanakan proses pembelajaran.

Tantangan yang paling kongkrit bagi manusia adalah firman Allah SWT pada surat Al Ghasyiah ayat 17 sampai dengan 20 yang artinya “Maka Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana Dia diciptakan?, Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan”.

Pertanyaan pertanyaan tersebut merupakan perintah agar kita memikirkan segala ciptaanya dan melakukan percobaan percobaan terhadap fenomena tersebut. Bumi beserta isinya pada dasarnya untuk kepentingan manusia sebagai makhluk yang paling mulia dan menjadi fokus perhatian Allah SWT.

Karena itu Allah menganugrahkan potensi yang sangat penting bagi manusia berupa pemikiran, pengelihatan, pendengaran dan hati agar manusia mau berubah dengan menggunakan potensi tersebut sebagai alat dan sarana untuk menghasilkan berbagai hal yang bermanfaat bagi kemaslahatan ummat.

Hal ini dapat kita lihat dalam Surat Ar Ra’du ayat 11 yang artinya “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah kead”aan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”.

Ayat tersebut hendaknya dapat kita jadikan sebagai pendorong dan memotivasi agar selalu berupaya secara terus menerus untuk mengamati, meneliti, mencoba dan mencari terobosan terobosan untuk menciptakan segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan baik secara individu maupun berkelompok menuju keridhoaan Allah SWT.

Dari uraian singkat tersebut agar bisa menjadi guru yang produktif ada beberapa hal  dapat dilakukan antara lain :

  1. Berusaha dan berpikir secara agar mampu mengamati, meneliti dan berusaha melakukan percobaan secara terus menerus terhadap fenomena yang ada disekelilingnya karena segala ciptaan dan kejadian di alam semesta ini tidak ada yang sia sia sebagaimana seperti yang tertera dalam surat Al imran ayat 191 yang artinya “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka”.
  2. Guru selalu berusaha menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang dapat menumbuhkan kreativitasnya dengan membiasakan diri untuk selalu membaca. Seperti yang diserukan Allah SWT dalam surat Al Mujahadah “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
  3. Dapat menciptakan terobosan terobosan dengan melatih diri diberbagai aspek kehidupan yang mampu meningkatkan kualitas pribadi masing masing. Dengan terus berpegang teguh kepada ajaran agama. Karena segala usaha yang kita lakukan tidak boleh bertentangan dengan agama, tetap berusaha dan berdo’a agar selalu ingat dan bersyukur atas pemberian Allah SWT.

Peringatan Allah dalam surat An-Nahl ayat 78 yang artinya “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”.

Semoga ayat tersebut dapat menjadi inspirasi kita untuk terus belajar sebagai pegangan dalam menjalankan tugas kita sebagai pendidik dan pemerhati pendidikan. Aamiin Ya Rabbal’alamiin.

Tinggalkan Balasan