Mengenal Pak Thamrin Dahlan

Mengenal sosok ketua YPTD

Seba’da sholat Ashar, istri meminta saya untuk mengantarkannya ke rumah bidan Juju. Seorang bidan senior yang telah lama malang melintang didunia perbidanan.

Ini adalah kali kedua istri mengunjungi bidan Juju, sebagaimana diketahui istri baru saja melahirkan dengan operasi Cesar, jadi untuk melepas perban bekas operasi istri perlu bantuan seorang bidan.

Waktu kunjungan pertama kebidan juju yang lokasi rumahnya berdampingan dengan masjid An-Nur. Saya sempat ngobrol dengan suaminya. Ternyata suaminya mengenal pak Thamrin Dahlan, setelah saya tanya pak Thamrin ternyata suami bidan Juju pernah satu pekerjaan dengan pak Thamrin di rumah sakit polisi Kramat Jati.

Pak Thamrin pernah menulis buku ” Bukan sosok Terkenal ” tetapi kenyataanya pak Thamrin banyak dikenal orang wabil khusus warga yang bertempat tinggal disekitaran masjid An-Nur.

Masjid An-Nur memang diresmikan oleh pak Thamrin, beliau waktu itu masih jadi Kombes. Pak Thamrin adalah sosok yang rendah hati, beliau mengatakan posisi beliau di masjid An-Nur adalah sebagai marbot Masjid.

 

Semakin penasaran kan dengan sosok pak Thamrin?

Dirumah, saya punya Dua buku hasil karya pak Thamrin, judulnya ” Jalan-jalan” dan ” Pandemi Covid 19 Melanda Dunia ” sampai detik ini pak Thamrin telah menulis lebih dari 30 buku dan sepertinya akan terus bertambah. Luar biasa. Bandingkan dengan saya yang baru punya satu buku ber-ISBN ( senyum )

 

Sosok yang baik hati ini lahir di Tempino Jambi, 7 Juli. Ibunda beliau asli Minangkabau sedangkan ayahandanya berasal dari Bengkuku.

Sebelum tinggal di Jakarta, Pak Thamrin pernah tinggal di Palembang, jadi beliaupun pandai berbahasa Palembang. Sambil bekerja di Polri pak Thamrin melanjutkan pendidikannya hingga jenjang S2 di Universitas Indonesia.

Saya mengenal beliau di kompasiana. Sebuah blog keroyokan. Saat itu saya cuma mengenal beliau lewat dunia Maya.

Perjumpaan pertama dengan pak Thamrin terjadi ketika beliau mengunjungi rumah saya dikawasan kampung tengah, yang kebetulan jaraknya memang tidak terlalu jauh dari rumah beliau di kawasan BHP. ( Bumi Harapan Permai )

Setelah itu pertemuan kedua terjadi ketika kami sama-sama bersilaturahmi kerumah Dokter Ilyas Irsyal Rusad.

Alhamdulillah, setelah pak Thamrin membentuk YPTD, saya dan beliau lebih sering bertemu. Penyebabnya adalah karena YPTD ( Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan ) membantu penerbitan buku perdana saya yang ber-ISBN.

Dari sering bertemu dengan beliau, saya melihat sosok pak Thamrin adalah sosok yang disiplin, bisa jadi karena beliau pernah berdinas di kepolisian. Beliau selalu bertanya, ” kapan buku saya selesai diedit?” Alhamdulillah, akhirnya buku saya terbit tanpa sepeser biaya apapun, semuanya gratis.

Selain disiplin, beliau juga gemar menolong dan membantu penulis yang ingin menerbitkan buku. Sampai malam ini semakin banyak yang ingin tulisannya dibukukan oleh YPTD.

Di usianya yang tidak lagi muda, Pak Thamrin senantiasa mendorong saya dan rekan-rekan yang lain untuk terus menulis, menulis dan menulis. Dan mahkota seorang penulis adalah buku.

Jadi, bagi anda yang masih kesulitan mencetak buku hasil tulisan anda, sudah selayaknya anda bergabung dengan YPTD. Dimana tulisan anda akan dicetak lengkap dengan ISBN nya.

Satu lagi, dengan bergabung dengan YPTD anda akan terus bersemangat untuk menulis, karena di YPTD berkumpul para penulis senior yang akan terus membimbing kita dalam dunia kepenulisan.

Condet, sepulang dari Bidan Juju.

Tinggalkan Balasan

1 komentar