Kisah-Kisah Perjalanan: Kucing Pulau

Kucing pulau

Kucing itu hewan yang sepertinya mudah beradaptasi. Dulu ketika kali pertama di Ragunan awal tahun 2000an, aku agak terheran-heran melihat lumayan banyak kucing di sana. Eh ini kebun binatang atau suaka kucing ya, pikirku. Lalu aku melihat seekor kucing di pulau.

Kucing itu ibarat penjaga pulau. Tak ada yang tinggal masa itu di pulau Tidung Kecil. Biasanya ada pencari ikan dan warga setempat ke pulau tersebut tapi tak ada yang menetap. Kucing itulah si penjaga pulau. Aku menyebutnya kucing pulau.

Apa si kucing tak bosan atau kesepian ya tinggal seorang diri di sana? Atau ia sesekali menyeberang pulau menyapa teman-temannya? Ah apakah si kucing itu memiliki keturunan dan masih bertugas di sana?

Ada banyak pertanyaan tentang kucing tersebut.

Di pulau lainnya yang masuk Lampung yaitu pulau Sebesi, aku juga menemukan kucing lucu nan jinak. Pulau itu tak jauh dari Anak Gunung Krakatau.

Kucingnya berwarna keabu-abuan dan ia langsung menyapa rombongan kami yang hendak menginap di sana. Selamat datang semuanya, mungkin itu sapaannya.

Aku langsung mengelusnya. Ooh bulunya halus dan ia begitu manisnya. Ia juga mau digendong dan duduk di pangkuan. Oh sungguh manisnya.

Si kucing ini masih beruntung karena ia tak hidup sendiri. Ada cukup manusia yang tinggal di pulau tersebut. Ia tak sendirian.

Kucing pulau, apa kabar? Apakah Kalian masih berjaga di sana?

Tinggalkan Balasan