Pedagang Keliling Kemanakah?

 

Sejak pandemi hadir, aku merindukan para pedagang keliling. Biasanya mereka hadir di kompleks menjajakan itu dan ini. Ada yang berjualan tahu, ikan, dan uli. Mereka sangat membantu, lalu kini mereka tak nampak lagi.

Dulu saat hujan mereka juga tetap rajin. Dengan mengenakan payung besar atau jas hujan, mereka juga tetap berkeliling. Padahal banyak warga yang enggan ke luar untuk membeli. Aku pun kadang-kadang membeli karena keluarga mereka di rumah pasti menanti.

Pandemi sangat besar dampaknya bagi pedagang keliling. Apalagi yang biasa berkeliling di kompleks yang kemudian tertutup bagi orang luar. Banyak yang kemudian pulang kampung, tak berjualan lagi. Dan aku merindui mereka.

Tak ada lagi penjual ikan dan sayur langganan. Penjual tahu juga tak lagi nakal menerobos sembunyi-sembunyi. Pedagang buah hanya berjualan di mulut gang. Dan tukang sol sepatu semakin sunyi.

Tinggalkan Balasan

News Feed